
HAPPY READING
☺︎☺︎☺︎
Tiba-tiba Key teringa sesuatu dan...
"Gusy... Kalian pulang aja duluan, gw mau ke supermarket, boleh ga?" kata k
Key meminta ijin.
"Ngapain?" tanya Nayla dan Clara kompak.
"Gw mau beli cemilan, stok nya abis."
"Yaudah, terus lo pulang pakai apa?" tanya Nayla.
"naik gojek kan ada, ngapain mikir ribet" ujar Key mengangkat sebelah alis nya.
"Kalau udah selesai belanja langsung pulang ya, jangan mampir kemana-mana lagi, kalau nyebrang tengok kanan-kiri dan juga bila ada orang asing selain gojek ngajikin pulang, jangan mau yah." Nayla menasehati Key seperti anak TK yang akan pulang sendiri.
Nayla maupun Clara sangat menyanyangi sahabat nya yang bernama Key ini, bersahabat dengan Key adalah sebuah anugrah bagi Nayla dan Clara. Ya begitu sayanglah mereka kepada Key, apapun tentang key key dan key yang mereka pikirkan pertamakali.
"tenang aja mak, gw bakal langsung pulang jangan khawatir" kata Key mencubit Pipi Nayla dan Clara.
"Bey" Key melambaikan tangan nya dan berjalan menuju supermarket yang kebetulan berada tidak jauh dari halte bus.
"Hati-hati" seru Nayla dan Clara.
。。。
"Huaaa, supermarket engkaulah energi gw, terimaksih sudah menyediakan cemilan-cemilan enak" seru Key membentangkan tangan nya di supermarket. Yang mana membuat orang tersenyum masam melihat tingkah Key.
"Go go mari kita belanjaaa" Key melangkahkan kaki nya masuk dengan riang dan senyum yang selalu terpatri di wajah cantik nya.
Key mengambil troli dan mulai berjalan memilih cemilan yang akan ia beli.
Key terus mendorong troli nya tanpa melihat ke arah depan lalu...
"Bruk..."
Troli Key menabrak seorang pria...
"eh ngapain lo berdiri di situ, jadi ketabrak kan troli gw untung aja engga lecet nih troli, soal nya kalau lecet gw ga mau tanggu jawab, terus gw jadi boronan polisi, ihh ga mau gw" oceh Key mengelus-elus troli yang sudah terisi oleh cemilan dan beberapa minuman instan.
"Lah ini orang kenapa" batin pria yang di tabrak Key dengan troli.
"Lho kok ga ngomong, manekin ya?" ujar Key mendongak kan kepala nya menatap si pria.
"Yang salah siapa, di salahin siapa" ujar pria itu dengan dingin dan muka datar yang menurut Key menyebalkan.
"owalah bhuset, kek frezer aja, ga ada oven nya ya bang untuk manasin" kata Key.
"Lo kira gw apa harus di panasin" ujar pria itu dengan melipat tangan nya di dada.
"Lah iya otak lo juga harus di encerin, gitu aja gak tau" kata Key dengan membeliakan matanya dengan menggunakan jari nya.
"Lo kenapa,,,sakit mata?!! Mau minta gw tiupin, hm?" kata pria itu.
"Apaan lo, gak nyambung banget dan lagian ya gw gak nabrak lo, troli nya yang nabrak lo, jadi tuntut ke troli nya aja."
''Nih cewe kurang waras kayaknya, bukan kurang lagi sih tapi emang ga waras, dari tadi dia ngomong rada rada gak nyambung'' batin pria itu menatap Key.
''oi...kenapa jadi bengong'' ucap Key dan seketika pembicaraan antar batin pria itu ambyar.
''Elo itu waras apa ngga sih?'' pria itu tiba tiba berbicara dengan eksperesi menyelidiki, setelah dari tadi hanya dengan muka datar.
''Yak, kok lo berani ngomongin gw ga waras, emang elo manusia'' jawab Key berkacak pinggang dengan sebuah fantasi kobaran api.
''Ya gw emang manusia lah, lo pikir gw bukan manusia gitu dan lo pikir gua mahluk jadi jadian apa.
ga liat muka tampan gw ini ori bukan kw'' cerocos pria tersebut, nada suara nya pun tidak dingin lagi.
''Oh gua kira lo orang'' ucap Key yang memasang muka polos tanpa dosa. Greget ga tuh sama Key?
Pria itu menghebuskan nafas nya dengan kasar karena menahan emosi dan gemes, menghadapi kelakuan key yang super duper nyebalin tingkat angkasa yang jauh tinggi di sana.
''Permisi'' pria itu berlalu, belum jauh pria tersebut pergi Key berteriak dengan suara cempreng nya.
''hei...tunggu pembalasan gw, walaupun lo gak salah apa-apa tapi tampang lo nyebelinnn."
Pria itu berbalik badan, berkata dan menyeringai
''Di tunggu'' lalu pria itu lanjut pergi.
Dasar Key, masalah troli aja di buat ribet banget yak..
''Huh'' keluh Key.
Key menuju kasir untuk membayar belajaan nya. Memesa gojek dan pulang ke habitat kos-kosan yang akan jadii tempat tinggal nya selama mengeyam kuliah.
°°°
''diem kenapa Key, dari tadi sampe sekarang, kerjaan lo teriak-teriak mulu, gak copot apa tuh tenggorokan'' gerutu Nayla yang duduk nyatai di depan tv menampil kan kartun kesukaan nya upin & ipin.
Dan di dampingi oleh adinda Clara.
''Hehe...maaf lah, seru tau teriak bisa menambah pertajaman pendengaran yang mendengar kan dan selalu mendengar kan apa yang gw ucap kan, aga~" ucapan Key terpotong oleh perkataan Clara.
''heleh bicit lo Key, kalau ngomong lo gak jelas, mending gak usah ngomong deh key."
''Ishhh..kalian jahat, gw kan cuman ngomong gitu aja apa salah nya'' mode sensi-an Key on.
''salah lo sih bercanda mulu'' ucap Clara ketus tanpa melihat wajah Key...
''Tau tuh gak ada serius nya'' Nayla menimpali dengan posisi mata masih menatap layar tv.
''terserah kalian lah, gw cuman ingin ngehibur diri gw sendiri dengan cara bercanda apa salah?"
"kita sudah saling berteman saat pertama masuk SMP, kalian yang selalu di samping gw, dengarin keluh kesah gw, dan harus nya kalian juga yang paling mengerti dengan ke adaan gw '' ucap Key dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
''Kenapa sekarang kalian seolah bosan dengan kehadiran gw, apa karena gw yang selalu bebani kalian dan tidak pernah serius, gitu?'' sambung Key lagi.
kini isak tangis nya mulai terdengar, Key lalu berlari masuk ke kamar nya dan mengunci pintu nya.
''KEY'' teriak Nayla dan Clara bersamaan.
lalu mereka saling pandang, padahal mereka tak memarahi Key. Mereka sangat menyayangi Key mana mungkin mereka marah dan bosan pada kehadiran Key.
cuman saja key salah arti dan yaaa maybe Key nya yang sedang dalam masa baparen plus sensi-sensian.
''hadeh Nay, Keyra nangis lagi kan kita gak marahin dia'' ucap Clara gelisah.
''Gw juga gak tau Clara, yaudah yuk kita susul Key, minta maaf aja kita, yok Clar'' ajak Nayla.
''Yaudah yuk''
°°°
Dari dalam kamar Key terdengar isak tangis yang memilu kan paru-paru. eh anjirrr
"Hiks...hiks kenapa sih gw gak inget apa-apa tentang masalalu gw, tentang semua keluarga gw, bahkan gw ga inget sama sekali wajah orangtua gw sendiri"
"Bibik bilang, momy, dady masih hidup, mengapa mereka gak nyariin gw, bawa oleh-oleh kek gitu...hiks" Key terisak dengan pikiran dan hati yang selalu menyiksanya selama ini.
"apa Dady sama Momy hidup enak? semoga aja dady dan momy hidup enak, biar Key aja yang ngerasiin yang nama nya hidup susah..hiks" sambung nya lagi.
"T-tapi semua semua...ah gw gak bisa inget semua, gw benci gw benciii dengan tanda tanya semua ini. yaudahlah mending lanjut nangis lagi,,,huaaa hiks..hiks" sambung Key lagi dan lajut menangis.
Haduhhh Key Key.
sedangkan dari balik pintu kamar Keyra, Nayla dan Clara tampak saling memandang dengan wajah sedih tapi menahan tawa.
entah lah ekspresi apa yang sebenarnya mereka aplikasikan
"Tok tok tok"
''Key, buka pintu nya Nayla minta maaf ya, bila perkataan Nayla buat Key marah''
''Iya Key, buka pintu nya dong, Clara juga minta maaf ya kalau perkataan Clara kasar''
''Ayo dong Key, buka pintu nya'' bujuk Nayla.
''Iya Key kita bicara baik-baiik, gak baiik kita bicara jauh-jauhan gini nanti ada syaiton, kata mbah karawang gw'' bujuk Clara juga.
''elah lo Clar, situasi gini lo kok bercanda''
''Siapa tau kan Key ketawa, biasanya juga kepancing kalau di ajak berlanda, bukan maksudnya bercanda'' cetus Clara.
''Dasar maemunah, benar juga lo-''
''BACOT LO, AWAS AJA LO TUNGGU GW DI DEPAN GERBANG BESOK'' Teriak Key tiba-tiba dari dalam kamar.
''Eh..., Key makin marah tuh'' ucap Clara dengan mengelus-elus dadanya karena terkejut.
''Elah juminah, kuping gw terbang'' ucap Nayla juga sambil tangan nya mengawang-awang di udara. Lah kok?
''Key cepat buka pintu nya, jangan marah marah mulu'' bujuk Nayla dan Clara kembali.
''ELO SADAR GAK SIH!! LO JUGA YANG BIKIN GW MARAH'' terdengar kembali teriakan Key yang membuat telinga ingin pergi dari tempat nya.
''key cepat dong bukain, pin--''
TBC
●●●