
HAPPY READING
●●●
Key... kembali menegang kala teringat sesuatu yang dapat mengancam masa depan nya...
•••
Buru-buru Key masuk ke dalam kamar nya.
Mandi ala-ala bebek dan bersiap-siap dengan tergesa-gesa.
Key memesan gojek dan menunggu di depan gerbang rumah Rey...
"Duh.. mana nih gojek nya kok gak sampai-sampai" kata Key gelisah dengan menggit kuku nya.
tak berapa lama gojek yang di pesan Key pun datang.
"Mba Keyra Kan?" kata gojek itu sembari memberi kan helm pada Key.
key mengangguk lalu memasang helm
"Jalan Pak, cepetan dikit ya" kata Key yang di sambut anggukan oleh bang gojek.
"ke Universitas perkasa kan mba?" tanya Bang gojek mulai menjalan kan motor nya.
"Iya pak...cepetin ya pak" sahut Key.
di pertengahan jalan Key makin gelisah saat tau jarak rumah Rey dengan Universitas perkasa sangat jauh.
"masih jauh gak pak?" tanya Key dengan sangat gelisah.
"lumayan mba" jawab bang gojek yang mampu membuat wajah Key yang gelisah tambah gelisah.
。。。
Key berlari di lorong-lorong kampus menuju kelas nya.
Dan "Brak"
"Maaf saya terlambat" kata Key dengan nafas yang memburu.
"Hm...apa alasan mu terlambat?" tanya seorang dosen muda dan sangat tampan dengan tatapan tajam.
"Emm… saya abis ngeberisin rumah bos saya, gara-gara bos kampret ngerjain saya. jadilah saya terlambat" jawab Key dengan jujur apa adanya di sertai dengan wajah polosnya.
"tuyul eprit, lo jujur amat sih... bikin alasan yang sedikit berkelas dong" kata Rey tiba-tiba di belakang Key. Ia merasa gemes dengan alasan Key.
Sebenar nya Rey melihat Key yang lari-lari di lorong kampus. Diam-diam ia mengikuti Key sampai kekelas.
"eh bos, ngapain lo di sini" kata Key terkejut saat mendapati bos kampret nya.
"Nggatau kaki gw yang jalan sendiri, kangen babu manis nya kali" jawab Rey yang tiba tiba merangkul Key dari samping.
"Eh"
"kembali ke kelas mu sendiri, lepas kan rangkulan mu dari dia" kata dosen tampan tersebut dengan dingin dibsertai tatapan tajam nya.
"bapak cemburu ya? bapak gak bisa milikin tuyul eprit saya ini lho. dia ini udah jadi babu manis saya" kata Rey mengedipkan mata nya dan sekilas mencium pipi Key.
para murid yang melihat itu hanya menganga dan pelanga-pelongo gak jelas termasuk Nayla dan Clara.
sedangkan Key yang mendapat perlakuan Rey seperti itu
Merasa geram, malu dan marah.
"bos gw udah banyak beri lo gelar, yaitu..., sialan, kampret, bego dan sekarang mesum" kata Key penuh penekan dan melepaskan rangkulan Rey secara paksa.
"DAN SEKARANG LO BIKIN GW MALU DAN GERAM, MAU LO ITU APA SIH HAH. MAKSUD LO APA BOS NYIUM-NYIUM GW DI DEPAN BANYA ORANG, KESAN NYA ITU LO NGEBUAT GW KAYAK MURAHAN TAU GAK BOS" Bentak Key pada Rey.
hayo loo... Key ngamuk...
"Hening" suasana menjadi hening. Regan yang dari tadi tertidur di pojokan pun terbangun dan bertanya.
"Ada apa ini?" namun tidak ada yang menyahuti pertanyaan nya.
"bos mending lo keluar deh" Key mendorong Rey paksa.
Dan "brak" Key menutup pintu dengan keras saat sudah berhasil menyingkirkan Rey.
"dasar bos kampret di kampus aja beraninya gangguin gw, heran dah gw rasa dimana-mana aja ada tuh keliatan bos kampret" gumam Key dan sedikit menendang pintu.
Key berjalan menuju dosen tampan tersebut dan mengajak berkenalan.
"Pak maafin saya ya, perkenal kan nama saya Keyra angelin" ujar Key sembari meyodorkan tangan nya, entah mengapa Key merasa segan dengan dosen tampan yang belum ia ketahui nama nya ini.
Dosen tampan menyambut sodoran tangan Key dan memperkenalkan diri nya juga.
"Nama saya Arsyaka dosen baru di sini"
"Em" Key menatap Arsyaka dengan intens. yang membuat Arsyaka salah tingkah dan di soraki oleh seluruh murid di kelas itu kecuali Nayla, Clara dan Regan.
Samar-samar dan sangat samar Key mengingat wajah ini. wajah yang dulu familiar tapi kepala nya di serang rasa sakit yang amat luar biasa dan...
"Bruk" Key tidak dapat lagi menahan sakit nya dan jatuh pingsan yang membuat panik seluruh kelas.
"cepat-cepat bawa Key UKS" panik Nayla.
Dan dengan sigap dosen Arsyaka mengangkat Key dan membawa ke UKS, di ikuti Regan, Nayla, Clara dengan perasaan khawatir.
•••
Sudah beberapa jam Key pingsan namun tidak ada tanda-tanda ia akan bangun.
bahkan Nayla dan Clara juga melewat kan jadwal dua mata kuliah mereka hari ini, demi menemani Key yang pingsan.
padahal kata dokter khusus di kampus ini. Key tidak ada apa-apa mungkin ini gara-gara hilang ingatan nya yang dia paksa mengingat seseorang yang pernah ada di masa lalu nya.
dan penjelasan tersebut membuat Arsyaka, Regan maupun Clara dan Nayla tertengun.
meraka sama-sama tau Key tiba-tiba pingsan saat memandangi wajah Arsyaka kan.
ada apa kenyataan yang sebenar nya?
"Nay, Key kenapa gak bangun-bangun sih, sakit tau gak hati gw liat dia kayak gini" kata Clara dengan mata berkaca-kaca.
"Gw juga gak tau Clar, gw juga sedih liat Key gini" kata Nayla dengan mengengam jari-jari Key.
Saat Nayla maupun Clara yang asik dengan lamunan mereka masing-masing, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan mereka.
"Wah...gak nyaka tuyul eprit pingsan" teryata pemilik suara tersebut adalah Rey.
Rey mendekat pada Key dan membelai rambut Key.
"Lo ngapain megang rambut sahabat gw" kata Nayla garang
"terserah gw lah, tangan-tangan gw atau lo iri ya dengan ke so sweet-an gw dengan tuyul eprit gw" kata Rey dengan gaya congak.
"Clar kayak nya tuan muda perkasa konslet deh" bisik Clara pada Nayla.
"Benar Clar, kayak nya rumor yang beredar tentang Rey yang dingin salah deh. yang benar itu Rey yang sinting" bisik Nayla balik.
"Hei, kalian lagi bisikin ge ya" tuduh Rey.
"Ke pd-an lo" sahut Clara.
Tiba-tiba tanpa permisi Rey kembali mengecup pipi Key sekilas yang membuat Nayla dan Clara naik pitam.
"Dasar mesum lo, berani nya ngambil kesempatan dalam kesempitan" pelotot Clara pada Rey.
"Santai aja gw cuman bantu bangunin tuyul eprit, liat aja dalam hitungan ke tiga dia bangun" kata Rey dengan serius.
"Satu..., dua..., tiga..." hitung Rey lalu
"Set"
Ternyata benar mata Key terbuka dan melotot pada Rey.
"sialan bos kampret mesum" Key memukul-mukul pundak Rey dari samping.
"Key lo udah bangun?" tanya Nayla dan Clara bersamaan.
"menurut lo gw udah bagun atau gimna?" tanya Key balik
"Udah"
"Lah kenapa masih nanya coba"
"Hehe...sengaja, lo tau kan kita khawatir banget sama lo" Nayla dan Clara memeluk Key bergantian.
"Gua gak papa kok"
"Key lo udah sadar?" kali ini Regan yang bertanya dan baru datang bersama Arsyaka.
"iya, gara-gara gw cium sih tadi" kata Rey menjawab pertanyaan Regan.
Sontak Regan dan Arsyaka menatap Rey tajam.
Yang membuat Rey mengerutkan dahi nya.
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡