Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Reylin the cafe ll



HAPPY READING


●●●


"Key" tepuk seseorang di pundak Key...


Hayo...siapa tuh?


"Eh" Key menengok kebelakang dan mendapati Regan dan Arsyaka.


"Pak Arsya, disini juga" kata Key.


"Hm, tadinya saya juga ingin mengajak kamu makan disini. Tapi kamu tidak jadi dan bersema dia" kata Arsyaka menatap Rey tajam.


Sedangkan Regan sedang meloading ucapan Abang ganteng nya.


"Apa, WHAT!! Jadi Bang Arsyaka ngajakin Key dinner" kaget Regan yang tak refleks.


"Hm"


"Tunggu tunggu, Regan nyebut Pak Arsya, Abang! Kalian ada hubungan apa?" ujar Key.


"Saudara" kata Arsyaka dan dudukk di kursi kosong samping Key, diikuti oleh Regan yang juga duduk di kursi kosong samping Rey.


"oh pantesan" Key kembali menyatap makanan di depan nya.


"Key lo batalin ajakan dinner Bang Arsya demi Rey ya?" tanya Regan yang hendak mencicipi makanan Rey, namun segera di tepis Rey yang dari tadi hanya diam.


"Enggak, Bos gak ngijinin gw, kebetulan gw ngambek, terus Bos Kampret merasa bersalah dan yaudah dia gantinya."


"Rey, tega ya lo sama Bang Arsya" kata Regan menatap horor ke arah Rey.


"Gausah gitu liat nya, mau ngerasain mata di colok pakai tulang ikan" kata Rey dingin.


"Yeee, seram juga lo."


Setelah nya mereka berempat hanya saling terdiam.


"Bang lo gak mau makan?" tanya Regan pada Arsyaka yang dari tadi hanya diam dan sibuk dengan Hp nya.


"Tidak" jawab singkat Arsyaka.


"Lah terus tujuan Bang Arsya yang ngajakin kesini buat apa coba?" kata Regan mengeryit aneh.


"cuman mau ngunjungin Reylin the cafe saja. Seperti nya di balik nama REYLIN itu ada makna nya" kata Arsyaka menatap Rey dengan tersenyum miring.


"Reylin itu gabungan dari Rey dan Regelin" ujar Rey mrnatap balik Arsyaka.


"Aaa... Abang gw memang ahlindalam segalanya" kata Regan. Regan mengulurkan tangan nya mengambil sepotong Cake Bluberry kepunyaan Rey.


"Dasar orang kaya tak bermodal" ujar Rey melirik sinis kearah Regan yang hanya nyengir dengan mulut penuh.


"Heum, jadi cafe ini milik lo ya Bos!! Segitu bucinnya ya Bos lo sama Regelin, ck ck ck Bos gw seorang bucin" Key bedecik. Ternyata Bos kampret nya ini luar biasa mencintai perempuan yang bernama Regelin!!


"BRAK.."


Key mengeprak meja dan berdiri. Sedangkan tiga pria tampan di buat kaget oleh ulah Key.


"Kalo dari awal gw tau cafe ini milik lo Bos, pasti gw..." Key menjeda ucapan nya, tangan nya terulur mengamb Green Tea dan meminum nya dengan rakus.


Dan tiga pria tampan masih diam, menunggu kelanjutan ucapan dari Key.


"Pasti gw...gak sungkan-sungkan buat pesan semua makanan disini, hahaha..." Key tergelak dengan keras, yang mengundang perhatian banyak orang. Tapi tiba-tiba...


"BRUTHH"


Tedengar suara kentut yang lewat dan itu berasal dari Key.


Rey, Regan dan Arsyaka serta orang-orang yang berada dekat dengan Key, menatap jorok ke-arah Key.


ck, ck bisa-bisanya Key kentut tidak tahu tempat seperti itu, kalau suara nya pelan kan it's ok, lah ini...dahlah,,,


"Bos, Regan sama Pak Arsya, gw mau pamit ketoilet dulu yah, perut gw mules" Key ngacir melesat pergi menuju toilet dengan nyengir dan muka tebal, tanpa tahu malu.


"Tuyul eprit... Tuyul eprit" Rey mengeleng-gelengkan kepalanya.


Sedang kan Arsyaka tersenyum. Dia semakin yakin kalo Key itu bukan Regelin. so dia bsa memperjuangkan cinta pada pandangan pertama nya.


"Bang lo senyum?" tanya Regan.


"Hm. Abang yakin Key itu bukan Elin, secara Elin dan Key beda sifat dan karakter"


"Gw sependapat sama Bang Arsya, tapi masalahnya kuta harus nyari Linlin dimana lagi yah" Rey menghela nafas panjang dan menatap kosong ke arah sepasang kekasih yang sedamg asik bercanda.


"Ah Bang Arsya sama Rey mah gak asik, siapa tau kan Elin kecil yang lah lembut dan pemalu, gedenya jadi Bar-bar dan tidak tahu malu" kata Regan, ia masih menduga kalo Key itu Regelin, walau harapan itu kecil.


"Lagian Bang Arsya biasanya kalo mencurigai dia elin, pasti Abang nyari info nya sampai ke akar-akarnya"


"Abang masih manusia bukan robot, abang juga bisa merasa capek. Selama ini abang selalu tidak punya kesempatan buat nyari tambatan hati dan pasangan hidup. semua waktu Abang luang kan untuk selalu nyari keberadaan Elin namun hasilnya selalu mengecewakan" lirih Arsyaka panjang lebar, yang masih dapat di dengar Rey dan Regan.


"Hah" Regan menghela nafas kasar, ia tau bagaimana perjuangan Arsyaka selama ini buat tetap mencari Regelin yang entah masih hidup atau apa. Ia juga tau selama ini Abang nya selalu mwngorbankan kebahagiannya demi keutuhan keluarga mereka, yang mana semenjak Regelin hilang, Dady dan Momy nya menjadi sering bertengkar dan saling menyalah kan.


Hilang nya Regelin membuat dapak buruk dalam keluarga besar nya. Maka dari mereka selalu berjuang untuk menemukan Regelin lagi, walau entah sampai kapan itu terwujud.


"Bang lo kejar aja cinta lo. Lo cinta sama tuyul eprit kan? Biar pencarian Linlin gw aja" kata Rey. Entah kenapa ada rasa tidak rela saat mengatakan itu. Ah...perasaan ini benar-benar mengganggu ketenangan nya.


"iya Bang, biar Regan juga yang gantiin Abang" kata Regan menatap se du Arsyaka.


"Tidak, Abang bakal tetap nyari Elin, Abang gak mau egois. Abang bahagia sendiri, sedangkan Adik Abang sendiri gak tau kepastian nya gimana" ujar Arsyaka dengan tersenyum tulus.


"Bang Arsya, Bang Arsya benar-benar baik" puji Regan.


"tadaa~, Key kembali" kata Key dengan tercengir, ia masih merasa lucu dengan aksi kentut nya tadi.


"Udah gak mules, jangan kebablasan lagi ya" kata Arsyaka menatap Key dengan tersenyum.


"Hehe gak lagi Pak, ngomong-ngomong Pak Arsya kalo senyum tambah ganteng" Key menompang dagu nya menatap Arsyaka yang membuar Arsyaka salah tingkah.


"Ehem, kalo gitu saya bakal sering senyum di depan kamu" Arsyaka menatap balik ke arah Key. Jadilah mereka saling tatap.


Rey melihat itu hanya tersenyum kecut, hati nya sungguh merasa kesal melihat pemandangan seperti itu. Tapi tidak tidak dia sama sekali tidak menyukai Key. Dia hanya menyukai Regelin yang dulu sering ia sebut Linlin.


"tuyul eprit, lo udah selesai makan kan" kata Rey yang memutuskan saling tatap antara Key dan Arsyaka.


"udah"


"yaudah kita pulang, gw masih sibuk" Rey berdiri dari duduk nya.


"em oke, eh tunggu Bos, lo gak bayar"


"cafe ini punya gw jadi terserah gw lah" kata Rey berjalan kesamping Key.


"Pak Arsya, Regan. Duluan yah, sampai jumpa" pamit Key.


Rey mengandeng Key dan ingin melangkah, tapi perkataan Regan membuat nya berhenti...


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡