Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
GILANG...(revisi)



HAPPY READING


◍◍◍


''key cepat dong bukain, pin--'


Dan "ceklek" ucapan clara pun terhenti.


''Apaansi kalian ngoceh-ngoceh ga jelas, di depan pintu kamar gw'' kata key yang matanya terlihat sembab sedikit.


''Key, maafin kita ya...kita ga bermaksud ngalarang lo kok, kita cuman ngomong asal-asal aja, tidak serius''jelas nayla.


''G~''ucapan key terpotong oleh clara.


''Key jangan marahin kita kayak tadi, jantung gua hampir copot dengar nya."


''Emang ada ya?'' tanya key heran.


''Iya..., tadi dari dalam kamar lo, lo marah marah nya kenceng banget''


''tadi itu tuh pas gw lagi mewek oek oek, ada nomer yang ga di kenal nge-vc gw, gw angkat aja terus terus yang keliatan muka nya si curut regan kutak gorila itu, dia ngeledik gw cengeng gara gara liat mata gw sembab, sialan gw marahin dah tu." key berceloteh panjang lebar.


''Lagian kalian itu adalah orang yang masuk dalam daftar terpenting di hidup gw, mana mungkin gw marah lama lama sama kalian yang ada ga ada pemasukan uang jajan tambahan gw" lanjut key lagi dengan cengar-cengir.


''Sialan lo'' sorak nayla dan clara.


''emm..tapi yang itu tadi..'' ucap nayla gugup


''Entah mengapa saat kalian bilang jangan bercanda mulu, gw keingat bokap sama nyokap gw yang ga pernah gw liat dan ingat. gua jadi emosional deh'' kata key sendu, matanya berkaca-kaca.


ohh ternyata key rapuh yaaa...


Nayla dan clara pun menghampiri dan memeluk keyra dengan sayang.


''Shttt...key cukup sampai di sini lo terpuruk dan penasaran dengan masalalu yang ga pernah lo ingat, lo ingat aja masa masa indah lo sekarang, lo sayang kami sama bibi leni kan? jadi lo harus bisa, tidak usah terlalu terbebani key.'' kata nayla yang juga ikut menangis.


si perangkapan emak rempong itu ternyata sangat sedih bila melihat key sedih.


''Iya key, ada saat nya semua tanda tanya yang di kepala lo itu ambyar saat udah terungkap semua dan lo jangan pernah berangap ga ada yang peduli dan sayang sama lo. ingat gua, nayla sangat sayang sama lo, ingat juga ada bibi leni yang ikhlas ngerawat lo dengan tulus penuh kasih sayang'' saat mendengar kata kata bijak clara barulah pelukan erat mereka bertiga terlepas dan key, nayla menatap wajah clara melongo.


''kalian kenapa liat gw kek gitu?, baru sadar wajah gua cantik pake banget'' pd clara.


awas looo clar nanti jatuh sakit...


''Baru kali ini gw dengar omongan lo dapat bijak dan ada benarnya'' ucap nayla.


''Elah nay ngomong benar salah, ngomong ngaco juga makin di tindes di apakan supaya si cantik manis clara ini ga salah?'' keluh clara.


Clara mengerucut kan bibir nya, lalu mereka bertiga teratawa bersama.


"Masih sore nih gusy, enaknya ngapain" kata key, berencana akan membikin sebuah aktivitas agar tidak bosan.


Setelahnya mereka saling pandang dan tersenyum.


"RUMAH IBU KOS, KUY"


◦◦◦


three cebar (key, nayla, clara) sudah berada di depan pintu rumah, sang pemilik kos-kosan yang mereka huni.


"Assalamualaikum" seru thre.cebar, dengan mengetok pintu.


"wa'alaikumsalam" sahut anak dari ibu kos yang bernama gilang.


Gilang membuka pintu dan raut yang pertama ia perlihatkan kepada thre.cebar adalah seperti biasa yang itu raut wajah jutek dan merenggut.


"ngapain tukang rusuh kesini lagi, mau buat angin topan dadakan atau gempa kilat" sarkas gilang kepada thre.cebar.


tampak sekali bocah yang sedang duduk di kelas 2 SMA itu tidak menyukai thre.cebar.


"hei mas bro jangan negative thinking, kita kesini cuman mau silaturahmi" ujar clara menepuk-nepuk pundak gilang yang langsung di tepis oleh gilang.


"iya mulut ngatain mau silaturahmi, tapi kedok yang sebenarnya beda"


"udah tau gitu, masih aja memperpanjang, awas-awas kita mau masuk" serobot nayla masuk di ikuti key dan clara.


"Dasar alien, mak lampir, ondel-ondel ga tau diri" umpat gilang dalam hati.


Gilang mengikuti kemana arah jalan thre.cebar yaitu menuju kamarnya, apalagi kalau bukan mau menjajah PS miliknya.


sebelum thre.cebar masuk gilang menghadang pengerakan key yang ingin membuka pintu.


"Eitss...sebelum masuk setoran dulu cemilan yang kalian bawa semua" kata gilang menatingkan tangan nya, gilang tidak akan kecolongan lagi ia juga akan balas menjajah cemilan yang dibawa thre.cebar atau tepatnya yang di bawa oleh key.


"Mana bisa gitu dong, enak aja" key menyembunyikan plastik yang berisi penuh cemilan kebelakang nya.


"kalau begitu tidak ada yang namanya pinjam PS gw, padahal gw baru beli PS yang keluaran terbaru lho" ujar gilang dengan senyum kemenangan nya.


Key yang kesal mengerucutkan bibirnya.


"satu orang satu cemilan ya, nah kan ada tiga jadi tiga aja ya" key mencoba menawar.


Walaupun cewek tapi bermain PS adalah salah satu hobi mereka.


"gilang"panggil nayla.


"Hm"


"ibu lo kemana?"


"Ketetangga sebelah, bantu-bantu siapin cara syukuran" jawab gilang yang sedang nangkring santai di ranjang nya.


"Oh" nayla sedang fukos pada permainanya, sedangkan key dan clara sedang menyoraki nayla, sesekali mereka adumulut dan berebut, bungkus cemilan sudah berserakan kemana-mana.


Yang mana kamar gilang sudah berantakan tambah berantakan.


Gilang sesekali tersenyum melihat tingkah thre.cebar


Sebenarnya gilang bukan tidak suka kepada thre.cebar dia hanya tidak suka saat tiga rusuh itu selalu menjajah PS nya tanpa ada imbalan.


Gilang sangat suka menatap wajah imut key, gilang juga sangat gemes melihat badan mungil nayla saat berkacak pinggang rasanya dia ingin menjadikan nayla gantungan kunci pada saat itu dan ia juga sangat senang saat clara bertingkah centil kepadanya.


Itu semua bukan karena gilang memeliki perasaan kepada tiga cewek tersebut, namun ia menggap key, nayla, clara sebagai kakak-kakak nya. Eh bukan lebih tepatnya sebagai adik kembar tiganya, walau faktanya umur nya lebih muda dari thre.cebar.


。。。


Malam menjelang. kini cebar sudah berada di kos-kosan mereka setelah puas menjajah


Key sedang memasak, nayla yang sedang mencuci piring dan clara yang sedang bantu do'a untuk semua pekerjaan mereka.


"Clar...bantuin dong, tata piring di meja makan jangan asik pelanga-pelongo ga jelas" nayla berteriak dan mulai mengomel.


"Iri bilang kawan" seru clara namun tetap mengerjakan apa yang di perintahkan oleh nayla.


Tak seberapa lama akhir nya sayur bening ala key sudah siap di santap dan di lengkapi dengan sambel terasi dan ikan asin.


Walau makanan tersebut terlihat sangat biasa dan lebih kekampungan, tapi menurut key, nayla maupun clara ini sangat enak dan nikmat.


t-tapi emang bener sih.


"yeahhh menu favorite kita cuy" sorak clara, saking senangnya melihat makanan yang di masak key.


"jangan sorak-sorak mending baca do'a sembelum makan biar makin nikmat makannya" kata nayla yang mulai menjadi emak-emak lagi.


"lo key baca do'a juga sebelum makan"


"Iya-iya" sahut key dan clara.


Mereka mulai makan dalam diam dan akhirnya key membuka suara.


"Gusy besok kita ada jam pagi ya?" tanya key dengan mulut yang mengunyah makanan nya.


"Iya" jawab clara.


"key jangan bicara sambil ngunyah nanti tersedak" ujar nayla, ya seperhatian itulah nayla kepada sahabatnya.


"Hehe iya maaf" cengir key.


Setelah selesai makan cebar sibuk beres-beres bekas mereka makan. Ada yang nyuci piring lagi, ngelap meja dan membereskan dapur.


"Gusy gw duluan ke kamar ya, good night" pamit key setelah selesai dengan pekerjaan nya.


"Yo'i duluan aja, good night too" sahut clara.


Key menuju kamar nya dan masuk.


kosan cempaka merupaka kosan yang cukup elit.


Luas dan terdapat dua buah kamar, serta barang dan perabot-perabot yang sudah lengkap terlihat lebih seperti ke sebuah kontrakan sih.


TBC


●●●


◌Like, komen


◌favorite


◌vote & rate★


pesan author: jangan sungakan-sukan untuk mengeritik kesalahan-kesalahan tanda baca atau apa gitu yang di lakukan oleh author atau alur nya tidak menarik dan cerita nya tidak seru bilang saja kesalahan nya, biar author bisa memperbaiki lagi untuk menjadi yang lebih baik.


。。。


✿ ITS STORY REY & KEY.


Salam author : LICH ♡