Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Bos kampret!



HAPPY READING


◍◍◍


"e..eh kok gitu sih bos, kasiani lah gadis yang cantik jelita ini... " teriak Key dengan nada memelas.


Namun tak di respon oleh Rey.


"sialan!!, Monyet kampret lo" umpat Key


monyet, Be like: "apa salah gw"


"sekali lagi lo ngomongin gw kek gitu... krek" ujar Rey, sambil tangan nya berperaga mengerek lehernya.


"ga takut" sahut Key berjalan menunuju ruang tamu dengan gaya jingkrak-jingkrak bak ahli kunfu.


"Cewe jenis apan tuh, lebih ngeri daripada kuntilak merah" Rey bergedik lalu naik menuju kamar nya.


"bos kampret sialan... gw di suruh tidur di luar ga ada otak emang" Key masih mengumpat Rey rupanya.


"eeh tunggu, kok gw jadi bego ya? masa iya gw nurutin perintah bos kampret? si bos kampret kan ada di dalam kamar... jadi gw bisa diam-diam masuk ke kamar gw" pikiran Key pun berkembang kembali.


"nah iya kok gw dari tadi ribet banget" Key kembali berjalan menuju dapur. Ia berniat mengambil beberapa cemilan yang di lihatnya pada saat memasak tadi.


"nah gini, banyak cemilan hati pun senang" Key berjalan menaiki satu persatu anak tangga.


Dan pada saat anak tangga yang terakhir ingin ia naiki, jalan nya terhadang oleh sebuah tiang listrik ujut nyamuk... eh salah, ujut manusia maksud nya.


"emm... bagus bagus, ternyata wujut asli nya adalah tuyul..., lagi nyuri cemilan ya yul?" sapa tiang listrik yang tak lain dan tak bukan adalah Rey.


"eh bos kampret ngapain di situ?" tanya Key balik. Tanpa ada beban, Key yang sedang memeluk banyak cemilan melewati Rey begitu saja.


"tuyul eprit mau kemana lo, ga liat di sini ada manusia tampan sedang berdiri" kata Rey tegas.


Key berhenti lalu kembali berjalan ke arah Rey dan memegang dahi Bos nya.


"bos kampret gw menobatkan gelar lagi, yaitu bego" lirih Key geleng-geleng kepala.


"lo ga liat apa ini kaki mau nuju kamar" kata Key tiba-tiba garang.


"wadidaw...galak amat dah" kata Rey tersentak kaget.


"terserah gw lah" kata Key buru-buru menuju kamar nya dan memabanting pintu kamar tersebut.


"ngelunjak ni anak, lama-lama dia yang jadi bos nya dan gw babu nya. Ihhh amit-amit" rancau Rey, berpikir hal apa yang akan terjadi kedepan nya.


"awas aja lo besok.." seringai Rey muncul menatap pintu kamar Key yang telah tertutup.


•••


Jam masih menunjuk kan pukul 04.45 pagi.


namun di depan pintu kamar Key sudah terjadi kegaduhan. Siapa lagi kalau bukan Key yang sedang adu mulut dengan bos kampret nya.


''Helooo... masa iya jam segini udah harus kerja sih bos'' keluh Key dengan mata yang masih sedikit tertutup di hiasi oleh belek mata yang masih bertahta rapi di sudut mata nya.


''Iyalah... enak aja lo makan gaji buta'' tutur Rey garang.


''gaji buta apaan, yuadah iya-iya sekarang apa tugas gw" kata Key menyerah.


"lo bisa ngeberisin seluruh ruangan di lantai satu, lalu lanjut ke seluruh ruangan lantai dua, setelahnya lo menyiapkan semua keperluan gw dan memasak" perintah Rey panjang lebar.


"masa iya gitu aja ga tau, harusnya lo sebagai pembantu lebih tau apa tugas lo."


"ish... baiklah" Key berjalan gontai menuruni anak tangga tanpa protes atas semua perintah Rey.


Matanya hampir copot melihat penampakan lantai satu, yang mana banyak tepung berhamburan di setiap tempat dan sampah-sampah betserakan.


serta Pecahan-pecahan telur yang entah berapa jumlah dan paling parah semua barang berpindah tempat dari posisi awal.


Key tentu saja tau siapa pelakunya, kalau bukan Rey...


Key menatap horoh ke arah kamar Rey dan berteriak.


"BOS KAMPRET BIADABBBB..."


Rey yang mendengar teriakan Key... terkekeh bahagia bak siluman yang mendapat mangsa.


。。。


Key sudah selesai membereskan seluruh ruangan lantai satu dengan kinclong. Sampai-sampai semut yang lewat pun tergelincir.


"selesai juga akhir nya.. lanjut lantai dua deh" Key bergumam dan naik ke lantai dua.


"Alhamdulillah, lantai dua gakena angin topan buatan bos kampret" gumam syukur Key melihat kondisi lantai dua tak seperti lantai satu.


Key mulai membereskan setiap ruangan lantai dua, terkecuali kamar Rey.


dengan semangat dan akhir nya selesai...


"huaa... badan gw encok, sendirian ngeberesin rumah segede ini, tapi gak apalah, yang nama nya kerja itu pasti capek. Hitung-hitung latihan jadi rumah ibu tangga, jhehehe" ujar Key berbicara sendirian.


"oke..., lanjut nyiapin keperluan bos" Key berjalan menuju kamar Rey dan mengetok nya.


"tok tok tok'"


"bos bukain gw" panggil Key.


"masuk, pintu nya tidak di kunci" sahut Rey dari dalam.


Tanpa menunggu lama Key pun nyelonong masuk ke kamar Rey.


"siapin air buat gw mandi, lalu beresin kamar gw" jawab Rey tanpa melihat ke arah Key.


"hmm.." Key mulai menyiapkan air untuk Rey mandi.


beberapa saat kemudian.


"air nya udah siap" kata Key dengan keluar dari kamar mandi.


Rey melangkah kan kaki nya masuk ke kamar mandi. Sebelum masuk Key sempat bertanya pada Rey.


"bos ga sekalian gw siapin pakaian nya?"


"gaperlu... takut nya selera lo norak" jawab Rey dengan nada mengejek.


namun kali ini tak di tanggapi oleh Key karna dia lagi malas marah-marah.


Sebelum Rey keluar dari kamar mandi. Key telah selesai membereskan kamar Rey dan bergegas keluar menuju dapur untuk memasak sesuai perintah Rey tadi.


"cklek" pintu kamar mandi terbuka.


"Lho mana si tuyul eprii? bodo amat lah ga peduli gw sama tuh tuyul" celoteh Rey menuju walk in colset nya.


•••


Jam sudah menunjukan pukul 07.58


Di dapur Key sedang sibuk memasak dan teringat sesuatu.


''oh iya...gw baru ingat bibi sum kemana?pulang kemana ya? gw kira bi sum punya kamar sendiri yang di sediakan kayak gw" kata Key dengan mengaduk nasi goreng nya.


setelah beberapa saat... akhir nya sesi masak pun selesai.


Belum selesai Key menata sudah ada yang berteriak di ujung tangga.


"Tuyul eprit buatin gua susu aget ya..."


"Iya" sahut Key malas, Key kembali berjalan ke arah dapur untuk membuat susu untuk Rey.


Lalu kembali ke meja makan yang sudah ada Rey di situ.


"Mana susu gw" kata Rey dengan songong.


"tuh di dada lo, nempel" ujar Key ketus.


"idih mesum lo, ga nyangka lho gw" Rey menyilangkan tangan nya di dada.


"Sialan lo bos. Nih susunya di tangan gw kaga liat apa. Buta emang tu mata" kata Key sinis menatap Rey.


namun di tatap acuh oleh Rey lalu pandangan nya beralih kepada nasi goreng yang di depan nya.


"bisa di makan gak ni nasi goreng?" tanya Rey asal.


"Gw kasih sianida satu kilo... hati-hati langsung mati lo makan nya" jawab asal Key juga.


"Gila" umpat Rey sambil mulai memakan nasi goreng nya.


Hening...


"gw berakat dulu. Jagain rumah gw baik-baik" kata Rey berdiri dari duduk nya saat sudah menyelesaikan sarapan pagi nya.


"Iya... jangan pulang lagi juga gak apa kok" sahut acuh Key dengan mengelus perut nya yang kekenyangan.


"Tuyul eprit gila" Rey keluar dari rumah dan menuju garasi nya. Saat ia ingin menjalan mobil nya, Rey teringat tas nya tertinggal.


''tuyullll... ambilin tas gw ketinggalan di meja makan" teriak kencang Rey.


"Hah apaan lagi si bos itu" keluh Key dengan mengambil kan tas Rey yang memang tertinggal di meja makan.


"Nih" Key menyerahkan tas Rey, pada Rey yang menunggu di dalam mobil.


"bos lo mau ke mana emang?" tanya Key


"Ngampus" jawab Rey dan melajukan mobil nya.


Mendengar kata ngampus membuat Key terperangah dan gelisah. Pasal nya ia ada jadwal pagi yang seharus nya di mulai jam delapan, namun ini bahkan sudah lewat jam delapan.


Key... kembali menegang kala teringat sesuatu yang dapat mengancam masa depan nya...


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡


NOTE: JANGAN TURUTI TINDAKAN KURANG BAIK DAN KATA-KATA YANG KASAR YA. AMBIL SISI BAIK NYA SAJA. OKE!!