
HAPPY READING
☺︎☺︎☺︎
"Hati gw sakit" kata Key bergumam sendiri di balkon kamar, membiarkan angin malam menerpa dan menyentuh kulitnya.
"sekuat-kuat nya gw menguatkan hati! Gw tetap manusia biasa yang merasakan sakit saat di maki tidak ber-sensor begitu" ujar Key lagi memukul-mukul pelan dadanya.
"kapan yah gw bisa ngerasain, menjalani hari-hari gw tanpa beban di hati!?"
"apa gw lupain aja yah tentang siapa kedua orang tua gw? Gw buka lembaran baru, selama ini gw tinggal bersama Bibik Leni kehidupan kami cukup bahagia. Jadi masah yang lalu gak usah gw kepoin" Key ber-tengadah menatap bintang malam yang berkelap-kelip jauh di sana.
"gw capek, gw capek banget. Gw bukan orang setabah itu yang bisa mengahadapi apapun dengan ikhlas dan tanpa mengeluh, sekali lagi gw hanya manusia biasa yang banyak kekurangan" akhirnya bulir air mata kepedihan Key pun keluar.
"hiks hiks hiks, harus nya gw gak nangis, gw gak boleh nangis, mungkin di luar sana banyak yang lebih jauh menyedihkan dari gw, gw gak boleh nangis. Gw boleh mengeluh, gw boleh sakit, tapi gw gak boleh nangis. T-tapi... Hiks hiks gw gak kuat" Key semakin kuat memukul-mukul dadanya, ia berharap dengan begitu bisa mengurangi rasa sakitnya.
Sungguh perkataan nyokap Clara, menusuk hatinya dengan dalam saat dia di katakan Anak haram.
"lo bisa nangis juga ya!?" kata Rey dari belakang Key.
"yaiyalah gw juga manusia" jawab Key tanpa melihat ke arah Rey.
"sini lo bisa nangis sepuasnya, gw kasih sandaran" Rey memeluk Key, dan membenamkan kepala Key di dada bidanya nya.
"Bos lo apaan sih, lepasin gw" Key memberontak.
"udah jangak sok deh lo"
"Hiks, gw bukan anak haram, gw punya orang tua, gw bukan anak haram kan, iyakan!? Hiks hiks"
"ya mana gw tau, gw juga baru kenal lo" kata Rey mengusap-usap rambut Key.
"gw bakal berubah, gw bakal jadi orang mandiri, gw gak ingin nyusahin orang lagi. Hiks hiks"
"terserah lo sih, itu hidup lo" sahut Rey menimpali.
Key terus mengoceh mencurahkan isi hatinya yang terus di timpali oleh Rey.
"heum rambut lo wangi juga yah?!!" ujar Rey menghirup aroma rambut Key.
"huft... Bos niatan lo itu apaan sih, bukan nya biarin gw bicara selega hati gw, lo malah nimpalin mulu. Buat gw kesal tau gak" Key melepaskan diri dari pelukan Rey.
"lo ni ya, udah gw kasih sandaran bukan nya bilang makasih malah marah-marah, gak liat nih baju gw basah gegara lo" ujar Rey menunjuk kaos putih polos nya basah gara-gara terkena air mata Key.
"udahlah gw gak mau cari ribut sama lo" Rey berjalan masuk menuju ranjang Key dan berbaring.
"eh bos ngapain lo tiduran di situ" kata Key mendekati Rey.
"coba lo baring di sebelah gw" perintah Rey dan menarik tangan Key untuk berbaring di sebelah nya.
"lo apa-apaan sih bos!!"
"diam, gw gak bakal ngapa-ngappain lo kok"
Akhir nya Rey dan Key berbaring bersama dalam diam, sampai Rey membuka suara.
"lo mau dengar cerita gw gak?"
"boleh juga" jawab Key menatap Rey dari samping.
"lo tau?!! Gw jatuh cinta sama Regelin itu sejak usia gw delapan tahun. Kalau di pikir-pikir itu bukan jatuh cinta sesungguh nya. Masa iya bocah delapan tahun udah ngerasain cinta" Rey tersenyum menatap lurus ke langit-langit kamar Key.
"walau pun dulu gw bocah. Tapi gw yakin, gw benar cinta sama Regelin. Sama kayak di alami orang dewasa. Lucu ya?!! Regelin emang benar-benar buat gw tergila-gila" Rey terus tersenyum saat menyebut nama yang sangat di rindukan nya itu.
"haha, lo kecil-kecil pikiranya udah bukan bocah lagi ya, Bos" ujar Key tertawa.
"iya, gw dari kecil udah di didik dengan keras, sampai bisa ngerasain jatuh cinta sama bocah yang lebih bocah dari gw"
"tapi Regelin itu beruntung banget yah bos! walaupun dia tidak tahu di mana, tapi keluarga nya tidak pantang menyerah untuk mencari, dia pasti putri yang berharga banget! Udah itu dia juga beruntung di cintai sama bos dengan tulus" ujar Key dengan tersenyum getir, andai dia seperti itu! Tapi cepat-cepat pikiran itu ia tepis, karena setiap manusia memiliki catatan takdir yang berbeda.
"wah sialan tuh cewe, bisa-bisa nya buat cinta bos terbagi, pasti nanti Regelin kecawa bos" kata Key dengan menatap Rey balik.
"ngomong-ngomong siapa sih tuh cewe, bos?" tanya Key, namun tidak tanggapi oleh Rey
Rey mendekatkan wajah nya pada wajah Key.
"b..bos l..lo mau ngapain, sana jauh-jauh dari gw" dorong Key dan bangkit dari berbaring nya.
"Key sini dulu" Rey menarik Key dan mengukung nya.
"bos lepasin gw, lo apa-apaan sih" Key berusaha memberontak, melepaskan diri.
"Key diam" Rey memiringkan kepalanya, dia mendekatkan bibirnya pada bibir Key.
"bos, jangan. Bos awas lo y~"
"CUP" Akhirnya bibir Rey dan Key bersatu.
"Emphh" Key memukul-mukul dada Rey, yang malah asik mel*mat bibir nya.
"Hah hah, manis" kata Rey menjilat bibir Key.
"BRUK"
Key menendang perut Rey, dan mendorong nya.
"bos sialan lo, kurang ajar, berengsek. Enak lo ya ngambil ciuman pertama gw" maki Keyb dengan sengit.
"Itu juga ciuman pertama gw tau" kata Rey meringis.
"Auhh, sakit... Perut gw sakit lo tendang. Lo mau gw pecat melakukan kekerasa pada bos sendiri" kata Rey memegang perutnya, wajahnya ia buat semiris mungkin.
"Lo juga majikan kurang ajar yang melecehkan pembantunya" Key beralih, menjaga jarak dari Rey.
"Tolong gw, perut gw sakit banget, ahh sakitt. To..long gw" Rey berkata lirih dan pingsan.
"Bos, bos lo pingsan, bos bangun kalo mati sekarang gajih gw gimana?!!" ujar Key mendekati Rey dan menguncang-guncang tubuh Rey. Namun tidak ada respon dari Rey.
"Bos maaf-in gw, sakit banget ya tendangan gw. Gw pangilin dokter dulu deh" Key ingin beranjak tapi tangan nya tiba-tiba di tahan oleh Rey.
"Gak usah, usap perut gw, nanti sakit nya bakal hilang" kata Rey.
Tanpa pikir panjang Key menyingkap baju Rey dan mengelus pelan. Muka Key sudah semerah tomat, bagaimana pun dia baru pertama kali ini menyentuh perut laki-laki apalagi six pack.
"tuyul eprit tangan lo kegantelan yah pengen pegang perut six pack gw" kata Rey jahil.
"Bos lo ngerjain gw, dasar sialan" tangan Key bersiap ingin menonjok tampang tanpa dosa yang di pasang Rey. Namun lagi-lagi ia kalah cepat, tangan nya keburu di tarik oleh Rey dan menindih Rey.
"Bos lo emang kampret"
"Key" kata Rey lembut, menghujami Key dengan tatapan sayu nya.
"Sial bos ganteng banget, gw karungin boleh gak sih" batin Key mangamati setiap inci wajah Rey.
"Lo gak mau tau siapa cewe yang bagi cinta gw untuk Regelin?!" kata Rey memegang pipi Key.
"Siapa?!"
"Itu elo"
TBC
●●●
★ITS STORY REY & KEY★
Dukung author yuk♡