Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Kepo...(revisi)



HAPPY READING


◍◍◍


saat pagi menjelang, malam pun tak ada tampak .


Saat cahaya menyeruak di sana kita bisa melihat gelap itu benar-benar tidak ada.


Sekilas-sekilas gelap itu pasti akan datang, tapi tenang saja tuhan sudah menyiapkan cahaya lagi untuk akan kita nikmati.


..meaning glance..


✤original from lich✤


◍◍◍


"Hoam..."


"tumben gw bangun pagi, hmm ini membingungkan. Baiklah mari kita coba bertanya pada semut yang bergoyang" ujar Key dengan menguling-guling kan badan nya di ranjang.


"Udah ah, mending gw mandi terus bikin sarapan" Key berjalan menuju kamar madi di dekat dapur.


Selesai mandi Key kembali menuju kamarnya untuk bersiap.


Setelahnya Key menuju dapur untuk membuat sarapan yang menunya adalah sebuah nasi goreng ala Keyra.


"what!!, ga salah tumben lo mau masak pagi-pagi biasanya juga ogah mana molor melulu" ujar Nayla dari belakang Key.


"Mumpung mood gw baik" sahut Key dengan lincah mengaduk nasi goreng nya.


"Yes, bagus deh. hari ini gw tenang ga teriak-teriak" kata Nayla menepuk pundak Key dan duduk santai di bangku meja makan.


"Iya pagi ini lo ga teriak-teriak tapi ga tau nanti siang, sore, malam" celetuk Clara, mencicipi nasi goreng yang di buat Key langsung dari wajan dan berlalu duduk di samping nayla.


"tergantung kalian sih, kalau ga mancing gw buat teriak, mulut gw juga ga nafsu teriak" ujar Nayla menaik turun kan alisnya.


"mana ada kita mancing lo, emang lo ikan" sahut Clara dengan tersenyum.


"bukan itu maksud gw...agh...udahlah ga penting" Nayla melipat tangan nya di perut.


"Hehe"


"Key udah belum nasi goreng nya, perut gw udah benjol kayak nya ini, gegara di demo bapak-ibu cacing, anak-anak cacing, beserta keluar besar cacingnya" keluh Clara tidak sabaran.


"Bentar lagi. coba lo serang cacing nya balik, pukul perut lo biar pada diem" seru Key menyahuti keluhan Clara.


Dengan aneh nya, Clara menuruti saran Key.


"lah yang ada jadi tambah sakit perut gw" ketus Clara.


"b*go nya lo nurutin saran key" kata Nayla dengan terkekeh.


"Udah diem kalau masih berkicau, ni nasi goreng gw jual" ujar Key meletakan tiga porsi nasi goreng.


"Emang laku" ejek Clara.


"Laku ga laku yang penting ada kata jualnya."


"Makan makan ga usah pada ngomong mulu, ketingalan bis baru tau rasa" tengah Nayla dan mulai makan.


"Iya"


。。。


UNIVERSTAS PERKASA


''pada kenapa tuh cewe-cewe pada desak desakan gitu?'' kata Nayla sambil merhatiin parkiran yang penuh di gerombongi para perempuan yang berteriak histeris.


''iya, pada kenapa ya?'' tanya Clara juga.


''kalian ga usah basa basi deh, langsung aja liat, gw tau kok bahwa jiwa kepo lo pada meronta-ronta'' ucap Key berlalu.


''Key mau kemana?'' teriak Clara.


''kelas'' teriak balik Key.


''ga mau liat lo'' teriak Nayla juga.


Nah si Nayla udah teriak aja...


''Ga mau, ga penting'' teriak Key lagi lalu kembali berjalan.


''Kuy nay kita usul keyra'' ajak Clara.


''Usul ke mana bambank'' kata Nayla


''nay nay acara ga ngerti segala''


''yaudah buruan susul keyra'' setelah berkata begitu lalu Clara pergi ninggalain Nayla.


''Tinggalin aja gw terosss'' Nayla berjalan menyusul Key dan Clar.


...the parkiran...


''Ya gini nih nasib kalo jadi cowo ganteng, harus siap lahir batin untuk di gerombongin sama fans'' sombong Vano, sambil memasang kacamata hitam nya.


''Hedeh..muka kek pantat nona angsa aja songong'' sahut teman nya yang bernama Satya.


''Iri bilang teman'' kata Vano menyoraki Satya.


''Udalah kenapa pada berdebat sih. tau aja kalian ini semua masih gantengan gw'' ucap Rendy yang pd nya ga ketulungan.


well pd itu emang di perlukan...maybe?


''pohon pala lo, ya~~'' Belum sempat Rendy menyelesaikan kalimat nya, tiba saja ada yang memotong.


''Pilih perdebatan yang lebih bermutu'' dan datang lah sang bos sekalian sahabat Vano, Satya dan Rendy yang selalu menampilkan aura dingin di depan umum.


''Rey rey, galak banget lo, cepat tua baru tua'' ucap Satya mengeleng--gelengkan kepalanya.


''sat elo ngelantur ya ngomong dari tadi'' sahut Rendy.


''dah lah ngamuk tu bos baru tau'' ucap Vano menengahi.


''Gw duluan, enek banget di gerombongin para cewe genit ini" ucap Rey pergi berlalu.


Nama nya adalah REYVARO ALEXAN PERKASA tuan muda dari keluarga perkasa.


pewaris tunggal perusahan besar "WDR' PERKASA" yang bergerak di bidang teknologi terbesar di kota nya bahkan sangat terkenal sampai ke negara negara luar.


keluarga perkasa juga memiliki beberapa usaha lain yang bergerak di bidang kuliner, perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit dan beberapa sekolah juga universitas.


''tungguin kita woi'' teriak Satya, namun tak di gubris oleh Rey.


uhhh...kasianya..


''Yaudah kita, susun strategis dulu'' ujar Vano.


''Strategis apa cok?'' tanya Rendy.


''Strategis untuk menyusul ke pergian rey'' jawab Vano dramatis.


''Bacot ah kebanyakan drama lo, tinggal susul aja kenapa, kayak rey lagi pergi ke mars aja heboh banget'' kata Rendy menengahi dan berlalu menyusul Rey.


''Yah di tinggal. yaudah ayo kita juga susul mereka'' kata Satya menggandeng tangan Vano.


''Yooo'' sahut Vano.


.....Back to three cebar..(kelas)...


''Kenapa sih cewe-cewe pada heboh, engga kek kemeren aman, damai, tentram sentosa" oceh Clara yang penuh rasa kepingin tau.


''Terserah mereka ajalah...gw mah bodo amat'' sahut Nayla santai, padahal percayalah jiwa kepo nya sudah mau pergi jalan-jalan.


"gw tau kalau kalian itu sebenarnya kepo" kata Key.


"Iya gw kepo banget" ujar Nayla dan Clara.


"bila kepo nya udah ga bisa di tahan, silahkan melihat kearah kerumunan cewe itu lalu bertanyalah ada apa gerangan yang sebenarnya, MRS.Key yakin mereka tau pasal atas kehebohan hari ini" Ujar key dengan tegasnya, sok kayak giimana gitu ekspresi nya.


"yeah..., bener juga lo, yuk kita kesana" dengan semangat Clara ingin melangkah kan kaki nya menuju sekerumunan cewe yang sedang berbincang-bincang.


Namun gerakan nya terhenti oleh sebuah dehaman.


"Ehem"


Dengan terpaksa Clara menghentikan tindakan nya dan berlalu duduk bersama Key dan Nayla.


"silahkan semuanya duduk" kata wanita paruh baya dengan tegasnya. Beliau adalah Ariyanti mardo, dosen killer di universitas perkasa dengan level legenda.


seluruh nya pun duduk diam tidak berkutik.


Walaupun mahasiswa baru di universitas itu, mereka tau siapa dosen killer nya dan tentu saja info itu di dapat dari cuap-cuap dari senior.


"Baiklah selama ibu mengajar, jangan sesekali ribut atau berbicara tanpa ibu suruh" kata bu Yanti.


"Baik bu."


Selama pembelajaran tidak ada yang berani ribut yang membuat kebisingan.


"Bu" tiba-tiba key mengangkat tangan nya.


"Iya" lirik bu yanti tajam kepada Key.


"hehe, tidak ada apa-apa kok bu" cengir Key tanpa dosa.


Semua melirik ke arah Key menduga-duga apa kiranya yang akan terjadi pada Key.


Nayla dan Clara juga meruntuki sahabatnya yang terlalu pemberani ini.


"kamu" tunjuk bu Yanti pada Key.


"Saya ya bu" kata Key juga ikut menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, cepat kesini" kata bu Yanti dengan nada geram.


Hayo lho, apa yang akan terjadi pada Key...?


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡