
HAPPY READING
◍◍◍
UNIVERSITAS PERKASA
..Kantin..
"jadi apa penjelasan lo key?" kata Nayla.
"penjelasan apaan sih"
"penjelasan kenapa lo nulis surat yang isi nya gitu, terus muncul tiba-tiba" Clara berucap dengan begitu anggun.
"mual gw dengar lo ngomong gitu clar" Key pura-pura muntah begitu pun denga Nayla.
"edan kalian" Clara menoyor kepala ke dua sahabat nya itu.
"jadi gimana key...?
"oke gw ceritaiin. Gw itu pengen keluar jalan-jalan, sebelum itu gw ke supermarket dulu buat ngemil sambil jalan, nah terus saat gw keluar dari supermarket gw ketemu bang satya.
Gw di ajak bang sat makan-makan di pinggir jalan, nah gw seneng banget..." Key menjeda penjelasan nya sejenak.
"setelah makan-makan gw ngajak bang sat beli es cream, habis itu gw pulang dan ngerasa ngantuk banget jadi gw ketiduran sampe pagi tanpa sepengetahun kalian dan tentang surat yang gw tulis, ya ga ada maksud apa-apa sih hehe, cuman sesajen buat pamitan soal nya kalian pada tidur"
"gw kira lo pergi jauh dan ninggalin kita" kata Clara sendu
"ya engga lah"
"oh iya abis ini kita ga ada jam lagi kan?" tanya Key.
"ga ada, hari ini jadwal kita cuman satu" jawab Nayla.
"oke baiklah...kira-" ucapa Key terhenti dengan tepukan di pundak nya.
"eh bang Satya sama siapa?" tanya Clara
"yaelah dek lo ga liat apa orang segede ini berjejar di samping gw" kata Satya menujuk para teman-teman nya yang tak lain dan tak bukan adalah Vano, Rendy dan Rey yang tidak ada entah kemana es itu berjalan.
"basa-basi nya bang, gitu aja engga ngerti" ucap Key dengan mata nya yang terlihat melirik kesana kemari.
"nyari apa lo key?" kata Nayla dengan mulut penuh siomay.
"nyari teman bang satya.."
"lah ini teman-teman abang ada di sini dek" Satya duduk di samping Key di ikuti Vano dan Rendy yang duduk di samping Nayla, Clara.
"bukan bang, teman abang yang ikut kita makan-makan kemarin"
"ohhh...rey" tebak Vano dan Rendy yang dari tadi hanya diam.
"iya itu si cowo so ganteng."
"enak aja gw emang ganteng..." sahut seseorang di belakang Key yang tak lain adalah Rey sendiri.
"nah tuh pd banget dia" Key berdiri menghadap Rey.
"apa lo!!"
"lo yang apa"
"oh iya gw dengar ada yang lagi nyariin gw, siapa sih sat?" Rey tersenyum mengejek ke arah Key.
"jangan-jangan orang yang nyariin gw diam-diam suka sama gw"
Key yang merasa tidak terima dengan perkataan Rey, menjewer telinga Rey denga berkata.
"heh dengar ya...gw nyariin lo bukan karena suka sama lo"
"auuhh...lepasin woy, sakit" jerit Rey dan balik menjewer telinga Key.
sungguh Satya, Vano maupun Rendy melongo melihat tingkah Rey yang tak biasa ini, momen sangat langka pikir mereka.
bentar lagi ini akan berhenti menjadi momen langka...
sedang kan Nayla dan Clara tak karuan melihat kelakuan Key yang terlalu berani kepada tuan muda perkasa ini.
Mereka tentu saja tau tentang tuan muda perkasa, karena Nayla dan Clara adalah seorang anak pembisnis yang cukup terkemuka.
Satu fakta mulai terungkap ya...
Rey berhasil bebas dari jeweran Key begitu pun sebalik nya.
Rey menyeret Key ke sebuah ruangan khusus untuk si anak pemilik universitas ini, siapa lagi kalau bukan Rey.
Nayla dan Clara ingin mengejar namun di hadang oleh Vano, Rendy dan Satya.
◦◦◦
"ngapain lo bawa gw kesini..." kata Key garang.
"ngapain ya..emm" rmRey memasang wajah yang tampak berpikir keras, membuat Key gemas...
"aauuu" Key terduduk lemes memegang perut nya, Rey yang melihat itu menjadi terkejut.
"hei...kenapa lo" Rey ikut berjongkok di hadapan Key yang sedang meringis.
"s..a..sa..ki..t" kata Key terbata.
"apa yang sakit?"
"pe..ru..t gw sa..kit"
"hah..kenapa jadi sakit?" tampaknya Rey mulai bawel.
"gw ga bisa abis makan langsung di seret..., perut gw jadi sakit banget" jelas Key yang memegang erat perut nya.
.
"aduh gw tadi nyeret lo ya?, masa iya sih ada yang begituaan" kata Rey panik.
Key yang melihat itu tertawa senang di dalam hati.
"yaadalah ini contoh nya gw!"
"yaudah gimana caranya biar sembuh?" mendadak Rey menjadi perhatian kepada orang yang baru di kenalnya.
biasa nya juga si es dari pluto ini jangan kan bertanya, melirik pun malas.
Uhh tanda apa ini sebenarnya?
"yaudah gw beliin, tapi lo ikut. Gw engga tau bentuk obat nya seperti apa"
"baiklah" jawab Key dengan lesu.
Padahal di dalam hati nya ia bersorak senang untuk tidak capek-capek beralasaan agar Rey membawa nya.
ada yang tau apa sebenarnya rencana key?
"ayo"
Rey memapah Key.
saat mereka berjalan di koridor berpapasan lah dengan Nayla dan Clara dan ada juga si curut Regan yang ingin menuju perpustakaan guna ingin menambah pengetahuan.
"lho key...lo kenapa" kata Nayla dan Clara panik.
"sakit perut "kata rey mewakili Key.
"sakit perut?" beo Nayla dan Clara, dan Regan hanya diam memperhatikan Rey.
"iya...kata nya dia tidak bisa di seret setelah baru saja selesai makan" jawab Rey apaadanya.
memang itu kan yang di bilang Key tadi...
"hah se-" ucapan Clara terhenti saat matanya menangkap sebuah kedipan dari Key dan dia tau apa artinya...?
Hmm ini mencurigakan...
Rey menaikan sebelah alis nya menunggu kelanjutan ucapan Clara.
"mm maksud nya cepat bawa key, sebelum semakin parah" Dorong Clara.
berbeda dengan Clara, Nayla yang sudah tau maksud Key dari awal dan memilih diam.
Sedang kan Regan terus memperhatikan Rey yang kembali berjalan memapah Key
ia berkata dalam hati nya.
"gw ngerasa dia seperti...?"
sampai sebuah suara cempreng milik Nayla membuyarkan tatapan nya.
"oi regan, lo dari tadi natap rey melulu, naksir lo yee."
"enak aja gw masih normal kali" jawab Regan dengan menyentil dahi Nayla.
"siapa tau alasan dan kenyataan nya tidak sinkron" ejek Clara.
"sialan lo"
mereka lalu melanjut kan perjalan menuju perpustakaan..
。。。
..Apotek cahaya..
"lo tunggu di sini aja biar gw sendiri yang beli" kata Key..
"baguslah."
Key segera turun dan berjalan menuju apotek.
sebenar nya ia hanya berpura-pura sakit untuk sesuatu tujuaan.
Apa hayo?
Tak berselang lama Key kembali.
"sudah ya?"
"iya"
"kryuk" perut Key berbunyi...
Yeah ini lah saat yang di tunggu-tunggu Key.
"lo lapar?"
"iya..gw lapar tapi uang gw udah habis gara-gara beli obat" ucap Key dengan tampang memelas.
umm pandai sekali Key bersandiwara...
"yaudah kita makan di restoran flower itu gw yang bayar" Rey menjalankan mobil nya, menuju restoran tersebut.
"yes ini saat nya hahaha..., ya tuhan maaf kan key karena memeras uang es Pluto ini, tapi key janji hanya sekali ini saja" kata Key dari dalam hati.
...
Key makan dengan lahap dengan berbagai menu tersaji di depan nya dan Rey hanya melongo, katanya sakit perut terus makannya kesetanan...
Selesai makan Rey mengantar pulang Key ke habitat asal nya.
Habitat asal Key adalah kost cempaka...
"hei...siapa nama lo?" tanya Key.
"Rey..." jawab Rey singkat.
"rey..." panggil Key.
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡