Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Pasar



HAPPY READING


●●●


Sontak Regan dan Arsyaka menatap Rey tajam.


Yang membuat Rey mengerutkan dahi nya.


"Lho kok pada liatin gw kek gitu?" kata Rey. namun tidak ada yang menyahuti nya, membuat Rey berdecak kesal.


"Apa sudah baikan?" tanya Arsyaka berdiri di samping Key.


"Sudah sangat baik kok pak" jawab Key dengan tersenyum ceria


"Apa sebelum nya kamu pernah, melibatkan saya dalam masalalu mu?" tanya Arsyaka lagi dengan spontan karena dorongan oleh rasa penasaranya yang teraamat.


"Em...bapak seperti orang yang saya kenal cuman saya tidak tau ada apa hubungan bapak sama saya dulu. semua serasa sangat samar" jawab Key dengan menatap Arsyaka.


"DEG"


Regan dan Arsyaka saling bertukar pandang dengan tatapan tak terbaca. begitupun Nayla dan clara mereka menerka-nerka ada apa Key dengan Arsyaka dulu.


apa jangan-jangan Arsyaka kakak Key.


Tapi tidak mungkin karena selama ini Key hanya mengeluh kesah tentang keinginan nya untuk bertemu kedua orang tuanya.


Dan Key mengatakan sedikit pun tak pernah tarlintas potongan-potongan ingatan tentang ia memiliki kakak atau adik.


Sedang kan Rey menatap wajah Arsyaka dan regan lama, ia seperti mengenal dekat ke dua orang itu...


"Hemm, apa kamu mempunyai orang tua?" tanya Arsyaka. Dengan cepat Key menggeleng.


"tidak saya di asuh bibi saya sejak umur tujuh tahun, saya tidak tau kemana orang tua saya. dari awal bibi mengasuh, saya sudah mengalami Amnesia dan tidak ingat sama sekali wajah kedua orang tua saya" jelas Key dengan menunduk.


"deg"


Sekali lagi jantung Arsyaka dan Regan menegang mendengar perkataan Key.


Diam-diam Rey melihat itu semua menjadi penasaran dengan Arsyaka dan Regan, ia tau pasti ada sesuatu di balik semua ini dan di setiap peertanyaan Arsyaka...


"tuyul eprit lo ada jam gak abis ini?" tanya Rey.


"Ada" jawab Key, Regan, Nayla dan Clara bersamaan.


"Ya sudah, tolong izinin tuyul eprit ya, mau gw bawa pulang dulu" kata Rey dengan tiba-tiba mengendong Key ala Bridal. Key yang terkejut reflek mengalungkan tangan nya di leher Rey.


"lho gak bisa gitu dong, bos turuni gw " Key memberontak.


"Bisa gw pemilik kampus ini" kata Rey tetap mengendong.


"hah" Key melotot karena baru mendengar fakta tersebut.


"Apa,kaget kan...nurutin gw atau" Rey menggantung perkataanya..


"Beasiswa lo terancam karena terlambat tadi, bukan kah murid beasiswa harus teladan apalagi lo maba disini, hm" Rey melanjutkan perkataan nya dengan berbisik.


Key mendelik dan kembali mengalung kan tangan nya di leher Rey.


"Yaudah cepat bawa gw pulang" kata Key enggan.


"pak Arsya, Nay, Clar, Regan gw pamit pulang ya sama bos kampret, by" kata Key pada empat manusia yang saling terdiam itu.


"Iya. awas lo Rey ngapain-ngapain sahabat gw, abis lo di tangan gw" kata Nanyla mengepalkan tinju nya ke atas.


"Ck, iya bacot banget sih, segitu takut nya kalian ya ngelihat Key sakit atau sedih" ujar Rey ketus.


"Iyalah, Key itu bintang di hati kita, dia juga ibarat batu jamrud yang langka dan berharga bagi kita" sahut Clara dengan mengebu-ngebu.


"Sialan batu jamrud" kata Key tajam.


"gimana dong, gw ngagep sahabat kalian ini tuyul, karena jebol cemilan gw dia curi" kata Rey datar.


"Ngap"


Key tiba-tiba mengigit dada bidang Rey dengan keras


"Auh"rintih Rey


"iya gw tuyul nya dan elo ba*i ngepet nya, cepetan kata nya mau pulang" kata Key kesal, karena dari tadi Rey tidak bergerak dari tempat nya yang kata nya ingin membawa ia pulang.


"iya-iya bentar, ih tuyul eprit gw pemarah banget sih" kata Rey dan cabut membawa Key pulang meninggalkan empat mahluk yang menyaksi kan interaksi Rey dan Key.


。。。


"Bruk"


Rey membanting badan Key di atas sofa ruang tamu.


"Auhh, gila lo bos, ikhlas gak sih gendongin gw" ringis Key.


"Dibantuin bukan nya bilang makasih, malah bilang gila" sindir Rey tajam.


"Gw berencana berterimakasih sih, cuman Ending nya aja menyakitkan jadi gw batalin deh" kata Key berdiri di hadapan Rey dan meletakan tangan nya di pundak Rey.


"ck, apaa sih gausah pegang-pegang gw" tepis Rey pada tangan Key.


"gw males temanin lo, belanja aja sendiri" kata Rey mengambil dompet nya dan mengeluarkan sebuah Black card.


"Hah, masa iya cuman belanja bahan-bahan dapur pakai black card" kata Key dan dengan cepat menyambar black card dari tangan Rey.


"Hm, cepetan pergi sana"


"Bos anterin gw, plis" Key menampilkan raut memohon nya.


"Gak mau, masa iya bos jalan sama babu"


"Cih, awas aja lo bos. nih gw minta uang cess aja, gw mau belanja di pasar" Key menyodorkan lagi black card ke arah Rey.


"pasar yaa" Rey nampak memikirkan sesuatu.


"iya gw lebih suka belanja bahan-bahan dapur di pasar"


"Kalau ke pasar gw ikut" Rey membuang tas nya ke sembarang arah dan menarik tangan Key menuju mobil nya.


"Eeeh, pelan-pelan Rey, gadis cantik ini terombang-abing" teriak Key.


•••


"uwah pasar" ucap Rrey dengan nada yang udik, seperti baru melihat pasar.


"Bos udik banget lo" kata Key meninggal kan Rey.


"berani sekali babu ninggalin bos nya" gerutu Rey dan berjalan di samping Key.


Key berbelanja kesana kemari di temani Rey di samping nya, yang juga membawa beberapa keresek di tangan nya akibat perintah Key.


"Neng Key udah lama gak belanja di pasar, sekali belanja kesini lagi udah bawa gandengan" kata ibu-ibu penjual sayur mayur menggoda Key.


"gimana bu ganteng gak pacar saya" kata Key tiba -tiba. tangan nya berusaha merangkul Rey


"Ganteng banget malah, kalau udah gak mau, kabarin ibu ya neng, biar ibu pinang buat Sisil anak ibu" goda ibu penjula lagi dengan memperhatikan Rey dari atas sampe bawah.


Sedang kan Rey hanya diam dengan muka datar nya.


"Buah cery buah kedondong


Cari sendiri dong" ujar Key yang di sambut kekehan oleh Rey.


"Bos lo ketawa?"


"Nggak nangis. yaudah cepetan bayar " Rey sudah merasa risih dengan tatapan-tatapan orang pada nya. Karena penampilan dan wajah nya yang paling menojol.


"bos lo yang bayar, duit nya sama bos kan"


"ini" Rey menyodorkan uang merah bergambar bapak proklamator pada ibu-ibu tadi.


"Kelebihan den" kata ibu tersebut terkejut.


"gak apa-apa, ambil aja bu sisa nya" kata Rey dan menyeret Key ke arah mobil nya.


"Bos kenapa sih? tadi senang sekarang kek di kejar setan" omel Key merasa tangan nya sakit di tarik tarik oleh Rey.


"Ga liat apa semua orang natap gw kayak zombie gitu" Rey bergedik.


"Niat nya ikut ke pasar cuman mau ngiget kenangan dulu sama dia, kok sekarang gw ke pasar jadi horor sih" kata Rey masuk ke dalam mobil nya setelah meletakan belanjaan di jok mobil.


"Dia siapa bos?" Jiwa kepo Key memberontak.


"Regelin" jawab Rey dan menjalan kan mobil nya.


"Deg"


"Rangelin, gw ngerasa nama itu familiar, tapi siapa" batin Key dan berdiam sepanjang perjalan pulang.


karena ia merasa kepala nya kembali terasa sakit, akibat sebuah nama yang di sebut Rey tadi...


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡