
HAPPY READING
◍◍◍
..Sampai di rumah rey..
''huh... jadi bentukan apa ya nanti gw setelah bekerja di sini?''
''Belum kerja aja udah keliatan tuh muka bos songong, ingin jadiin gw babu...'' omel Key menyeret koper nya dengan mencak-mencak.
''Assalamualaikum... hello princess keyra datang'' teriak Key di depan pintu masuk rumah Rey.
Bi Sum yang mendengar teriakan Key... bergegas membuka pintu.
Key repot-repot teriak padahal ada bel...
''Nak key udah datang toh... mari Bibi antar ke kamar nak Key''
''Gausah manggil nak key lah bi, panggil key aja'' ucap Key dengan tersenyum .
''Iya iya... yaudah yuk key, sini ikutin bibi'' kata bi Sum mengandeng tangan Key naik menuju lantai dua.
''Nah ini kamar key di sebelah, kamar nya aden rey...'' kata bi Sum membuka pintu kamar.
Key menatap seluruh penjuru kamar. sangat mewah untuk ukuran pembantu sepertinya.
''Lho bi... key kan cuman jadi pembantu di sini? masa iya key tidur di kamar sebagus ini. biasa nya kalau cuman jadi pembantu itu tidur nya di kamar kecil banget yang dalam nya cuman ada tempat tidur dan kasur'' cerocos Key dengan mengitari kamar tersebut.
''ya biar gampang lah gw manggil lo'' kata Rey yang tiba-tiba berada di belakang Key.
''ha... sejak kapan lo di situ...?'' Key terperanjat.
''ga perlu tau, ga penting juga..'' jawab Rey lalu menuju sofa yang berada di kamar itu.
''sekarang tugas lo beresin, kamar gw'' ucap Rey dengan nada memerintah.
''Lha... gw juga baru nyampe, koper aja masih belum gw lepas dari tangan. kok sudah di suruh-suruh aja'' kesal Key menatap Rey sengit.
''Mau di gaji ga?'' tanya Rey dengan mengakat sebelah alis nya.
''huh'' Key menghebuskan nafas nya kasar.
''Baiklah'' Jawab Key malas lalu meletakan koper nya di sembarang tempat.
''Ohh iya, panggil gua tuan rey atau bos rey. jangan rey doang'' Perintah Rey lagi.
''Hmm... Iya tuan rey...'' kata Key patuh.
''Sinting'' lanjut Key di dalam hati.
''good, cepat lakukan'' Rey berdiri dan berjalan berdahulu menuju kamar nya di iringi oleh Key.
Rey membuka pintu nya dan
''WHAT... APA-APAAN INI...'' Teriak Key. Bukan tanpa alasan dia berteriak melihat kamar Rey yang persis sarang babi itu.
''Hei, kenapa lo teriak di samping telinga gw'' keluh Rey mengusap-usap telinga nya.
''lo bilang mengapa hem... tidak lihat kah kamar lo itu kayak kadang babi TUAN'' keta key dengan menekan kata "tuan"
''ya dari itu... gw nyuruh lo buar ngebersih-in"
"di liat dari elo nya, gw rasa lo tipe orang yang suka kebersihan"
"Atau jangan-jangan lo segaja ya berantakin kamar lo dan nyuruh gw bersihin" tebak Key.
Set... Tebakan Key meleset dengan benar...
"Haha... itu lo tau kenapa masih nanya haha" ejek Rey tertawa.
"R-E-Y... TUAN SIALAN LO" Teriakan Key menggema di seluruh rumah itu.
•••
"woi pembantu, siapin gw makan" teriak Rey di depan pintu kamar Key.
"ck... ada apa lagi sih tuan sinting itu" Key bangun dari kasur dan membuka pintu kamar.
"Apalagi?" tanya Key dengan muka garang.
"Selow aja mak" kata Rey.
"mak apa?" Key mengeryit kan alis nya.
"Mak lampir, hahahaha" Rey tertawa terbahak-bahak.
"pletek" Key menjitak kepala Rey.
"Auhh"
"Rasaain emang enak, ga kan, berani-berani lo ngejekin gw"
"Ga gw kasih gaji lo" ancam Rey.
"terserah" respon cuek Key dan berjalan meninggal kan Rey.
•••
"Udah jadi ga sih makanan nya, tuan muda tampan ini sudah sangat kelaparan. Apa lo tega ngeliat tuan muda tampan ini menderita kelaparan di rumah sendiri hanya kerena seorang pembantu yang terkesan sangat lelet'' oceh Rey di samping Key yang sedang memasak.
''Cep~~''
''ngoceh lagi lo, gw tabok pakai nih cobek'' ancam Key yang sedang menating cobek di depan wajah Rey.
''Eee santuy mba santuy'' ucap Rey dengan was-was.
"Duduk sana tungguin di meja makan" perintah Key dengan menujuk lokasi meja makan.
"Oke oke" Rey segera duduk manis di meja makan dengan memperhatikan Key yang sedang memasak.
"Galak amat tuh cewe. Ngalahin mom gw, salah pilih babu kayak nya gw ini" kata Rey.
"Eh... terus ngapain gw tadi nurut perkataan dia, wahh udah ga bener nih gw. Hari ini gw juga udah banyak ngeluarin suara indah gw gara-gara tuh cewe, wehh ga bisa di biarin ini" oceh Rey lagi sendirian.
"Nih makan, awas lo ngehujat masakan gw" kata Key menata oseng kangkung dan opor ayam masakan nya.
"hmm"
"Lah bhuset kok jadi frezer lagi" ujar Key melirik ke arah Rey yang sedang memasang muka dingin.
"ambilin gw" kata Rey menyodor kan piring nya pada Key.
"Ish... emang harus di ambilin segala ya? berasa kayak istri gw" omel Key namun tetap melakukan perintah Rey.
"Diam" ujar Rey datar.
"Apaansih serah gw lah mulut-mulut gw"
"Nih" kata Key menyodor kan piring yang sudah terisi lauk pauk.
Setelah itu Key juga ikut makan, duduk di hadapan Rey.
"Siapa yang nyuruh lo makan? hem.." ucap Rey tajam.
"Ga ada, tapi gw pengen makan" kata Key santai.
"Gw ga ingijinin lo makan" Rey mulai menyuap makanan nya.
"Lah kok gitu, gw juga laper tau" kata Key dengan nada kesel.
"Habis gw makan baru lo makan"
"ga mau ah, bodo amat sama omongan lo" kata Key acuh lalu mulai makan tanpa menghirau kan tatapan tajam Rey.
"Terserah deh" ujar Rey pasrah.
"Oh iya tuan, bi sum mana?" tanya Key tiba-tiba.
"Jangan panggil gw tuan rey, gw rasa ga cocok. panggil gw bos aja"
"Iya-iya bos, bibi sum mana?"
"Pulang" jawab Rey singkat.
"heem..., em enak ga masakan gw bos?"
"ga enak sih, cuman bos lo ini laper, jadi terpaksa memakan'' Rey meledek Key.
"Bos biadab sialan, kalau gak enak gausah di makan" umpat Key pada Rey yang di hadapan nya.
"Oooh berani lo ya ngupat bos sendiri secara tetang-terangan, hmm" Rey memincingkan mata nya menatap Key dingin.
"Berani kok, itu tadi bukti nya"
"sebagai hukuman nya lo gaboleh tidur di kamar. Tidur di ruang tamu aja" Rey berhenti dari makan nya yang memang sudah habis.
"e..eh kok gitu sih bos, kasiani lah gadis yang cantik jelita ini..." teriak Key dengan nada memelas.
Namun tak di respon oleh Rey..
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡