
HAPPY READING
◍◍◍
''Heh...jadi lo...''
''Iya...gw pemilik rumah ini'' Rey berkata dengan penuh kemenangan
''Aduhh gimana nih yaa, masa iya gw harus kerja di rumah ni cowo rese'' Key membatin.
''gw tanya gaji nyaa berapa dulu deh''
''emm...rey boleh nanya? gajih jadi pembantu di sini berapa?'' Key bertanya dengan muka polos nya.
''hmm...5 jt per bulan"
''Wah''
''kalo gw lepas nih pekerjaan kan sayang banget..gaji nya juga lumayan gede. susah lagi nyari kerjaan cuman pakai ijazah sma'' Key berperang dengan batin nya
''Baiklah..kata bi sum gw udah di terima kerja di sini'' kata Key.
''Hmm... jadi lo boleh kerja mulai hari ini''
''Hari ini? ga salah... gw belum siap-siap lho'' protes Key
''Bukan urusan gw'' jawab acuh Rey.
''besok aja kenapa sih'' protes Key lagi.
''Gw tuan nya di sini''
''Gw pamitan juga belum, besok aja deh mending''
''Ga bisa''
''yaudah lo antar gw buat beres-beres, gimana?"
''Ogah lah... masa iya majikan harus ngater-nganter pembantu nya'' tolak Rey.
''Ga apa sekali-kali, hitung-hitung sedekah lah'' bujuk Key.
''lo kok maksa banget, emang lo siapa..hah'' Rey berbicara dengan nada tinggi.
Key mengerut kan kening nya mendengar bentakan Rey.
''Gini amat ya jadi orang susah, apalagi numpang kerja di rumah orang'' Batin Key menangis.
Sabar Key, hidup memang harus di jalani dengan banyak bersabar...
Key menunduk kan kepala nya dan kembali membatin.
''Tapi... harus nya gw tau diri, gw hanya pembantu di sini. Pembantu baru lagi, memang gw kali ya yang bodoh maksa-maksa tuan rumah...memang ga tau diri gw''
''Eh den rey udah pulang''kata bi Sum dengan membawa nampan berisi air dan be-berapa cemilan.
''nak key silah kan di minum dan di makan...'' bi Sum mempersilahkan.
Key kembali mendongak dan tersenyum menyahut omongan bi Sum.
''Iya bi''
''Yaudah den, nak key bibi pamit dulu ya'' bi Sum pergi meninggal Key dan Rey yang saling diam stelah cencok mereka tadi.
''yaudah gw pulang dulu mau beres-beres. Setelah selesai gw langsung balik lagi'' Key berpamitan pada Rey, tanpa menyentuh makanan dan minuman yang di sediakan Key berlalu keluar.
''Hei tunggu'' panggilan Rey menghentikan langkah Key yang sudah berada di ambang pintu dan berbalik.
''Ada apa?''
''mengapa tidak di minum dan di makan'' tunjuk Rey pada makanan yang telah di sediakan oleh bi Sum tadi.
''hmm...nanti aja, gw mau cepat-cepat... nanti setelah balik ke sini gw bakal cicipin kok''
''ayo gw antar'' Rey berdiri menghampiri Key.
''Ga usah'' tolak Key
''Ayo gw anter'' paksa Rey
"Ga usah rey... udah telat gw udah mesan taxi online''
''Batalin aja... cepet gw anter''
''gw bilang ga usah ya gausah, lo ini gimana sih tadi gw minta anter lo nolak sampe bentak-bentak, nah sekarang maksa-maksa mau anter gw"
"heran gw sama lo, kok jadi labil banget'' gantian Key yang berbicara dengan nada tinggi pada Rey.
lho kok jadi gantian gini? Jodoh atau apa sih
Key berlari meninggal kan Rey yang mata nya melotot menatap Key. Ia segera naik taxi online yang sudah datang.
''tuh cewe galak amat, ga ada takut-takut nya sama gw'' gumam Rey.
。。。
''serius lo mau kerja? jadi cerita nya lo ga tinggal bareng kita lagi, terus kita ke sepian dong tanpa lo'' kata Clara yang memeluk erat Key.
''Iya key... tega bener lo ninggalin kita... ga seru lho kalau lo pergi'' Nayla juga ikut memeluk erat Key.
''Oy sadar, secara ga langsung kalian membunuh gw dengan perlahan'' kata Key dengan terengah-engah.
''Hah maksud lo?'' tanya Clara dan Nayla bersamaan.
''Kalian meluk gw terlalu erat'' teriak Key.
Clara dan Nayla terkekeh lalu melepaskan pelukan mereka.
''gw juga ga mau pergi dari kalian, tapi mau gimana lagi kalau gw hanya berdiam diri dan hanya melakukan satu titik jalan, hidup gw bakal jadi datar-datar aja"
"Gw bukan orang yang berada, kalau gw hanya diam menikmati masa kuliah gw dan terus-terus biarin bibi leni kerja keras sendirian, gw ngerasa diri gw ga ada gunanya"
"gw kuliah gak 24 jam kan? sekarang gw bakal manfaatin waktu yang tersisa sehabis kuliah buat kerja, gimana kalian dukung keputusan gw ga?" kata Key dengan semangat dan panjang lebar, ia berharap kedua sahabatnya ini mendukung keputusan nya.
"Key kalau masalah itu lo ga perlu capek kerja, kita bisa bantu masalah biaya lo disini, untuk uang kost lo juga ga usah bayar, biar kita yang bayar. Pokoknya lo tinggal nikmati waktu kuliah lo, temanin kita disini" ujar Clara dengan mengengam tangan Key dan di angguki Nayla.
"Clar benar key, kita bersedia lo repotin"
Sebenar nya dari dulu ia tidak berniat sama sekali untuk terus merepotkan kedua sahabatnya, tapi dulu ia bisa apa? ia tidak tahu apa-apa dulu, selain menerima semua bantuan yang di berikan kedua sahabatnya.
Namun saat ini..., fine pikiran nya telah terbuka dia akan mandiri, iya mandiri untuk tidak merepotkan kedua sahabatnya, bibi leni dan orang-orang di sekitar nya, kecuali orang itu yang terus ia repotkan...haha?.
Kecuali orang itu...? siapa?
''Kalian pernah dengar kan kata ''tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan , perjuangan juga tidak ada tanpa pengorbanan'' nah mulai hari ini gw akan berjuang dengan penuh keyakinan dan semangat'' Key mengatakan itu dengan tersenyum lebar.
''Key gw terharu dengar omongan lo mulai sekarang gw juga bakal dukung lo'' Nayla menepuk bahu Key.
Ia merasa bangga memiliki sahabat seperti Key begitu pun Clara ia sudah terisak dan kembali memeluk Key.
Sekali lagi mereka berpelukan persis seperti teletubis.
''Walau pun berat ngelepas lo..., tapi gw rela agar tidak mematahkan semangat lo key"
"yaudah gw mau pamitan sama bu kos juga gilang" Key beranjak dari duduk nya.
"Ikut"
°°°
"lo pamitan kemana key" teriak Gilang terkejut saat Key mengatakan ingin berpamitan.
"Gilang kau sangat tidak sopan memanggil key dengan KEY saja, dia lebih tua darimu" tegur ibu kos selaku nyokap Gilang yang bernama Sarah susanti atau biasa di panggil ibu kos atau ibu Sarah.
"Cuman beda satu tahun juga" dengus Gilang.
"Tapi tetap saja key lebih tua dari mu"
"Iya-iya terserah mama, mama memang selalu benar" ujar Gilang malas.
"Oh tentu"
"Jadi nak key kenapa mau pamitan, emang mau pergi kemana?" tanya ibu kos atau ibu Sarah.
"Key mau kerja, mulai hari key udah mulai bekerja tapi cuman jadi pembantu sih, hehe"
"Dimana?" Tanya Gilang.
"Ga tau" jawab Key singkat dan mendapat tatapan horor Gilang.
"Yaudah tunggu gw mau ngasih sesuatu" Gilang sedikit berlari kecil menuju kamar nya.
Tak berapa lama kemudian Gilang kembalinda memberi sebuah paper bag kepada Key.
"Nih, nanti aja di bukanya saat sendiri" pesan Gilang.
apa sih isinya...?
"Emm... Makasih"
"Gilang buat kita ga ada" Nayla dan Clara akhirnya membuka suara, saat dari tadi tidak mendapatkan dialog.
"Nanti" tangan kedua tangan Gilang ia letakan di atas kepala Nayla dan Clara.
。。。
Three cebar sekarang berada di meja makan dengan menyantap mie instan. Makanan yang sering di temukan di toko-toko, warung dll, jangan lupa makan jenis instan itu juga sering di temukan di dapur anak kost.
''Yaelah...kek mau pergi ke medan perang aja gw...di kampus juga kita bakalan ketemu lagi'' ujar Key.
''Ya tapi kan cuman bentar'' sahut Nayla
''gw bakal usahain buat sering-sering main ke sini, kalian juga boleh main ke tempat kerja gw''
''Emang majikan lo siapa?'' tanya Nayla dan Clara yang sebenar nya belum mengetahui bentukan majikan Key.
''Itu teman bang sat, siapa nama nya emm..rey, iya rey nama nya'' jawab Key.
''Rey.., reyvaro alexan perkasa maksud lo?'' Clara maupun Nayla terkejut.
''Ia kali gatau juga gw nama panjang nya yang penting biasa di panggil rey dan teman nya bang sat''
''OMG....hebat lo kerja di tempat tuan muda perkasa'' riuh Clara.
''Hebat apa nya cuman jadi pembantu doang, tapi lumayan lah gaji nya'' tutur Key.
''hmm...sapa tau lama-kelamaan lo jadi istri tuan muda perkasa, jadi nona muda dong'' goda Nayla.
''Gw ga berani berharap seperti itu nay''
''Yeee peyang... lo berani ngahalu habis-habisa buat oppa-oppa korea nan jauh di sana. Masa ini udah di depan mata ga berani... rey itu kaya, ganteng juga mirip oppa korea kurang apa coba'' Kata Clara menimpali.
''Kurang suka'' sahut acuh Key
''Yakk... jujur amat jawaban lo... nanti lama-lama juga suka''
''Liat nanti, jodoh di tangan tuhan soal nya'' Key sudah selesai memakan mie nya...
''Gusy... gw pamit pergi yaa'' Key meraih koper yang sudah di isi oleh barang-barang nya.
''Ga bisa esok aja apa'' Clara dan Nayla kembali menjadi murung.
''Ga bisa... tuan rumah nya ngotot hari ini juga..''
''Yaudah gusy gw pergi taxi online nya udah datang, bye'' Key mengecup pipi Nayla dan Clara, ia berjalan keluar dengan di iringi lambaian Nayla dan Clara...
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡