Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Reylin the cafe



HAPPY READING


●●●


"Key, kemarin lo kenapa gak masuk, kita khawatir banget. Selesai kuliah kita mampir ke rumah Rey tapi sepi senyap gak ada orang" kata Clara dengan memasukan Bakwan undang ke dalam mulut nya.


"Gw habis jatuh dari tangga, terus pingsan sampai pagi" Key hanya mengaduk-aduk mie ayam, sejak kemarin keluar dari rumah sakit, selera makanya hilang entah kemana.


"lo serius Key, kenapa gak ada yang ngabarin kita" kata Nayla dan Clara dengan terkejut.


Oh...ini kah jawaban rasa gelisah mereka kemarin.


"Entah" Key hanya mengangkat bahu nya acuh.


"Gusy gw duluan yah mau ke perpustakaan" Key beranjak dari duduk nya.


"Eh tapi mie ayam lo belum habis loh Key" kata Clara heran, kenapa tiba-tiba sahabatnya ini mengabaikan makanan yang sudah tersaji di depan mata nya.


"gw gak selera, udah deh gw duluan yah, bye" Key berlalu pergi dari kantin.


"Nay, tumben Key gak selera makan"


"iya, Key juga jadi sering diam, ada apa yah?" bingung Nayla dengan perubahan Key yang tidak seperti biasanya.


•••


Key diam termenung di depan buku yang telah ia ambil acak di rak buku perpustakaan.


entah apa yang Key pikirkan sehingga tidak menyadari keberadaan seseorang yang duduk di samping nya.


"ngelamun aja"


"Eh, Sejak kapan pak Arsya ada di sini" Key tergelak kaget saat mendapati salah satu Dosgan duduk si samping nya.


"lumayan" jawab Arsyaka singkat.


"heum"


Setelah nya Key dan Arsyaka hanya saling terdiam.


"apa kamu memiliki foto mu saat kecil?" tanya Arsyaka menatap Key dari samping.


"Dulu ada sih Pak, cuman SD CARD tempat saya menyimpan foto nya, saya lupa naruh di mana"


"hem begitu yah. apa kamu ada waktu malam ini?" tanya Arsyaka.


"Eh, memang nya kenapa Pak?" tanya Key balik.


"Tidak, saya hanya ingin mengajak jalan-jalan, jam delapan malam"


"Emm" Key berpikir sejenak.


"Boleh, saya sudah lama tidak berjalan-jalan" kata Key dengan tersenyum lebar.


"Baik, ini nomer saya, kamu bisa menggunakan untuk mengirim lokasi rumah mu" kata Arsyaka menyerahkan secarik kertas yang berisi kan nomer telepon nya.


"baik Pak, tapi saya tidak janji bisa keluar malam ini" kata Key dengan mengabil kertas itu dan meyimpan nya ke dalam tas.


"Tidak masalah, kabari saja kalau kamu tidak jadi pergi"


"Hem, iya Pak"


"baiklah saya duluan" Arsyaka bangkit dari duduk nya dan berlalu keluar Perpustakaan.


"ih pak Arsya kenapa ngajakin gw keluar yah?" kata Key tersenyum senyum sendiri.


"Lumayan malam ini jalan sama cowok ganteng, apalagi pak Arsya beuh ganteng mantul, hahaha" kata Key dengan keluar dari perpustakaan.


。。。


"emm tinggal pakai lipstick dikit..., yes sempurna" Key sudah selesai bersiap-siap untuk pergi dengan Arsyaka, tinggal share alamat rumah, ting selesai.


Eit...dia lupa untuk meminta ijin pergi kepada Bos kampret nya. Key menuruni tangga dengan riang dan menghampiri Rey yang berada di ruang tamu.


?


"Bos gw ijin pergi yah" pamit Key berdiri di hadapan Rey yang sedang sibuk dengan laptop nya.


Rey mendongak menatap Key dari atas sampai bawah.


Key terlihat sangat menawan dengan dress simple berwarna putih, di lapasi cardingan panjang berwarna hitam dan sepatu kets putih, serta tas selempang kecil tersampir manis di pundak nya.


Rambut panjang nya di biarkan terurai dengan lipstick tipis berwarna cery.


"mau pergi kemana lo?" tanya Rey menutup laptop nya.


"Mau pergi jalan-jalan" jawab Key.


"Sama siapa?"


"Sama Pak Arsyaka" kata Key dengan tersenyum malu-malu.


Rey yang mendengarkan itu sedikit tidak suka.


"Bang Arsya PDKT nya gercep juga ya" batin Rey.


"Bilang sama Pak Arsya kalo lo gak jadi" perintah Rey.


"Loh kenapa Bos?"


"Bos lo bilang tadi mau makan di luar sama teman-teman lo" kata Key kesal.


"sayangnya gw berubah pikiran" ujar Rey tersenyum miring.


"Bos lo...dasar sialan" geram Key.


Key mengabil hp nya dan mengirim pesan untuk Arsyaka bahwa dia tidak jadi jalan-jalan. Lalu dengan kasar Key memasukan hp nya ke dalam tas.


"Puas lo Bos puas"


"Oh tentu puas" kata Rey dengan wajah yang sangat menyebal kan.


"lo jahat banget sama gw Bos. Lo bilang tadi gw udah boleh istirahat dan tugas gw selesai semua" Kata Key dengan cemberut.


"Ya gw bilang kan buat istirahat, bukan untuk keluyuran"


"Tapi kan Bos..., hiks hiks emang gak boleh banget ya gw keluar selain pergi kuliah" Key duduk di sofa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Cuman sekali ini kok Bos, ini kan udah masuk waktu bebas gw, hiks" Key menutup wajah nya dengan telapak tangan.


Rey yang melihat itu menjadi tidak tega, ia jadi merasa bersalah.


"yaudah ayo kita keluar jalan-jalan" ajak Rey meraih tangan Key.


"maksudya?"


"Lo boleh keluar, tapi sama gw"


"serius lo Bos" Kata Key.


"Iya serius"


"Yaudah ayok" dengan riang Key mengandeng Rey.


•••


"Kita mau kemana Bos?" tanya Key melirik sekilas pada Rey yang sedang menyetir.


"lo mau nya kemana?" tanya Rey balik.


"Em, nonton bioskop boleh juga" usul Key


"Gak gw gamau, alay ah" tolak Rey.


"alay apa nya coba Bos, tapi engga seru juga sih cuman nonton doang" Key berpikir keras kemana tujuan yang pas kalau jalan sama Bos kampret nya.


"Aha...kita ke pasar malam yuk Bos naik bianglala berdua, terus selfi, posting di sosmed dengan caption romantis biar gw kelihatan gak jomblo" kata Key dengan tersenyum senang.


"Enak aja, gw gak mau ketempat begituaan" tolak Rey lagi yang membuat senyum Key luntur seketika.


"Yah teeus kemana Bos, lo gak asik banget. Kalo gw jalan sama Pak Arsya pasti gak gini, terus melaju tanpa arah" Key melipat tangan nya di atas perut dan melihat ke arah luar jendela.


"Gw liat ada cafe baru yang di buka, kita kesana aja, lagian kita juga sama-sama belum makan" kata Rey melirik sekilas Key yang sedang ngambek.


"Yaudah kita ke sana"


•••


"wah cafe nya bagus Bos, tapi nama cafe nya unik yah" kata Key di depan cafe yang bernama Reylin the cafe.


"Reylin itu gabungan dua nama orang" ujar Rey.


"Masa iya sih, dari mana Bos tau?"


"Kepo ah lo, yuk buruan masuk gw udah laper" Rey mengandeng Key masuk, di lihat mereka seperti sepasang kekasih namun nyata nya hanya seorang Bos dan Pembantu.


Rey dan Key di layani dengan istimewah dari yang lain, entah apa alasan nya sungguh Key tidak tahu. Dia sedang lapar dan selera makan nya sudah kembali setelah main kabur-kaburan. Jadi dia asik menikmati hidangan di depan nya tanpa memperhatikan orang-orang.


"Tuyul eprit ganas banget lo makan, kalem dikit kenapa sih" kata Rey menegur Key yang cara makanya terlalu brutal menurut Rey.


"iya-iya" akhir nya Key pun makan dengan sedikit kalem.


Key maupun Rey sama-sama terdiam menikmati makanan masing-masing.


"Key" tepuk seseorang di pundak Key...


Hayo...siapa tuh?


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡