
HAPPY READING
●●●
"Bang bengong aja lo dari tadi, mikirin apa" tepuk Ragen pada pundak Arsyaka yang duduk termenung di pinggir kolam.
"Abang bingung harus nyari elin di mana lagi" ujar Arsyaka yang tatapan nya masih termengu ke air kolam.
"sama Regan juga gitu Bang, Regan capek nyari Elin selama bertahun-tahun ini tapi gak ada hasil"
"tapi ngomong-ngomong soal Key, lo gak curiga gak sih bang kalo dia itu..."
"jangan ngarang Reg, abang gak mau kecewa lagi" ujar Arsyaka menatap sekilas ke arah Regan.
"tapi Bang, Key itu punya tanda lahir persis seperti punya Elin" kata Regan menatap Arsyaka.
"lo serius, kenapa baru bilang sama Abang? Terus darimana lo ngeliat?" Cerca Arsyaka, terdapat senyum samar di wajah nya.
"Regan ngeliat waktu pertama ngampus, kebetulan Regan duduk di belakang Key, kelihat dah tuh tanda lahir di tengkuk nya" jelas Regan.
"jadi mau di lanjutin gak pencarian nya" Lanjut Regan dengan menaikan sebelah alisnya.
"oke, kita lanjut penyelidikan nya" kata Arsyaka dengan merangkul bahu Regan yang duduk di samping nya.
"Owh...kalian ternyata benar tuan muda samudra, pantesan gw ngerasa familiar banget sama kalian. Lama gak ketemu apa kabar..." kata seseorang dari belakang Regan dan Arsyaka.
"lo... Kenapa lo bisa masuk kesini dan tau darimana?" tanya Arsyaka tajam.
"mudah banget bagi gw buat cari tau, lagian satpam di depan ngijinin gw masuk"
"Rey ngapain lo kesini" ujar Regan.
Ternyata seseorang itu adalah Rey.
Rey berjalan dan duduk di sebelah kanan Arsyaka.
"enggak ngapa-ngapain" jawab Rey.
"Reg lo ngapain ngetutup edintitas lo sebagai tuan muda kedua dari keluarga samudra?" tanya Rey pada Regan.
"Gak kenapa-napa, gw cuman gak mau cari ribet dengan edintitas asli gw, ini aja gw masiih di gandrungin cewek-cewek"
"Hmm"
Setelah nya tiga pria tampan itu hanya saling terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Bang Arsya, gw boleh kan manggil lo Abang di luar jam kampus?" tanya Rey menoleh ke arah Arsyaka. Dan hanya di angguki oleh Arsyaka.
"Bang Arsya, ngapain lo jadi dosen, setau Rey... Bang Arsya udah jadi Ceo di SAMUDRA COMPANY?" heran Rey pada Arsyaka.
"Rey setelah lama gak saling komonikasi dan ketemu, lo melupakan sifat keras kepala Abang gw ya" timpal Regan.
"bang Arsya ngotot mau jadi dosen buat nyari-nyari elin, siapa tau ada kesumpel di kampus milik lo, masalah perusahaan emang bang Arsya Ceo nya tapi malah Dady yang ngerjain semua"
"Dady bilang ia setuju sama Arsya yang nyamar jadi dosen buat nyari elin. Lo tau kan kita semua sangat kehilangan elin, momy gw aja jadi irit bicara setelah hilang nya elin beberapa belas tahun yang lalu" jelas Regan panjang lebar.
sedangkan Arsyaka hanya diam, dia sangat tidak suka banyak bicara jadi dia membiarkan saja Regan yang menjelaskan.
"hmm" Rey mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.
"lo salah bang nyari elin di kampus gw, sebelum lo, gw udah cek semua tentang data-data Maba maupun wajah nya, tapi gak ada" Rey menatap kosong ke arah air kolam, persis hatinya yang kosong setelah di tinggal Regelin.
"pencarian Bang Arsya, sama pencarian Rey selama ini tidak ada membuah kan hasil, kadang Regan pikir, apa Elin benar-benar masih hidup tau sudah meninggal" kata Regan yang mampu membuat Amarah Rey mengobar.
"LO GAK USAH NGOMONG KALAU ELIN ITU MASIH HIDUP ATAU ENGGAK, LO GAK BERHAK LO BUKAN TUHAN... SELAMA GW GAK NGELIAT JASAD ELIN, GW TETAP ANGGAP LIN LIN GW MASIH HIDUP" Bentak Rey, dia berdiri dari duduk nya dan akan berjalan pergi...
"Rey lo masih belum bisa move on dari adik gw selama ini, tapi perlakuan lo untuk Key kemarin maksudnya apa?" tanya Arsyaka tajam.
Rey berhenti dan terdiam. Sejenak ia bernafas lelah. Lelah dengan perasaan yang benar-benar sedang mempermainkan nya.
"Lo tenang aja bang, sampai kapanpun hati gw tetap milik REGELIN PUTRI SAMUDRA" ucap Rey dengan lantang, dia berbalik dan kembali duduk di sebelah Arsyaka.
Atas ucapan yang di kata Rey tadi, di sini sudah jelas bahwa ELIN, LIN LIN adalah satu orang yang sama dengan REGELIN PUTRI SAMUDRA. putri bungsu dari keluarga Samudra yang hilang sebelas tahun silam. Adik dari ARSYAKA PUTRA SAMUDRA dan kembaran dari REGANI PUTRA SAMUDRA nama asli Regan.
Wow...fakta...
"bang Arsya sendiri jatuh cinta pada pandangan pertama kan sama Key, gw tau kok bang dari tatapan mata Abang, udah ngaku aja bang" ujar Rey meyenggol bahu Arsyaka.
"Iya" jawab Arsyaka tanpa mengelak atau beretele-tele, memang nyatanya ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Key.
"Lo serius bang, jangan bercanda deh bang" Regan kelabakan sendiri dengan pengakuan Abang tampan nya ini.
"Regan lo tau kan, abang selalu ngomong serius" kata Arsyaka.
"Bang lo tau kan kita bakal nyelidiki Key, kalo terbukti Key itu ternyata benar elin gimana dengan hati lo bang?" kata Regan dengan kesal.
"Tenang Reg, abang yakin Key itu bukan Regelin, so abang masuk duluan ya" setelah mengucapkan itu Arsyaka berlalu masuk.
"hah..., terus mana Key, Rey?"
"Di rumah lagi tidur, dia abis pingsan"
"Pingsan kenapa?" Regan mengeryitkan alis nya.
"Kecapean, kurang istirahat terus juga gara-gara terlalu di paksakan berpikir keras tentang masalalu nya. lo tau kan Key itu Amnesia" jelas Rey.
"abis gw nyebut nama Regelin dia jadi banyak diam, dia kayak berpikir keras gitu" sambung Rey lagi.
"Nah gw makin yakin kalau Key itu elin" Ujar Regan dengan tersenyum.
"Beda Reg, sifat Key sama Lin Lin gw, jauh beda. Gw juga setuju sama bang Arsya, kalo Key itu bukan Lin lin gw"
"Yaudah gw pulang yah, kasian Key sendirian" Rey beranjak pergi meninggal kan Regan sendirian di pinggir kolam.
"Kenapa gak ada yang yakin, kalau Key itu Elin, apa memang benar-benar bukan yah?" gumam Regan sendirian.
•••
"bos...gw mau makan salad buah" rengek Key yang masih terbaring di ranjang king size Rey.
"Ya terus apa hubungan nya dengan gw coba?" kata Rey ketus. Tatapan nya sibuk dengan laptop yang di atas pangkuannya itu.
"Ya lo beliin lah bos, ini gw pingsan juga gara-gara lo memporak porandakan rumah lo sendiri" kata Key dengan tersenyum miring.
"Ck, merepotkan" Rey mengambil hp nya dan menghubungi seseorang.
"tuh tunggu, udah gw beliin, sabar aja nunggu nya jangan banyak omong" ujar Rey cuek dan kembali sibuk dengan laptop nya.
"iya-iya, oh ya bos ngomong-ngomong ceritain dong sedikit tentang Regelin" ujar Key turun dari ranjang dan menuju sofa dan duduk di sebelah Rey.
"Buat apa"
"Ya pengen tau aja"
"Gw males ceritaain nya, gak bakal ada pengaruh nya juganyeritaain sama lo" ketus Rey tanpa melihat ke arah Key.
"gw penasaran bos sama yang namanya Regelin" ujar Key lagi.
"Lo gausah kepo urusan gw" Kata Rey tajam.
"Hem" Key menundukan pandangan nya, hari ini pikirannya benar-benar kacau. Dari berawal dengan bertemu Arsya sampai dengan nama Regelin yang membuat nya benar-benar kacau.
Key kembali mengingat-ingat keras siapa Arsyaka dan siapa Regelin? lalu ada hubungan apa dengan dirinya? Namun bukan nya ingat, Key malah kembali mendapatkan sakit luar biasa di kepala nya.
"Akh" Key menjerit dan berjongkok menjabak rambutnya yang membuat Rey kaget.
"Tuyul eprit lo kenapa" kata Rey khawatir dan ikut berjongkok...
"bos gw...gw"
"iya lo kenapa"
"Gw ingat..." kata Key menatap Rey.
**TBC
●●●
Like, komen, favorite & vote^^
•••
ITS STORY REY & KEY
Lich♡**