Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Pingsan Ⅱ



HAPPY READING


●●●


"Rey" tepuk seseorang di pundak Rey.


"Heum"


"eh momy ngapain di sini" kaget Rey saat mendapati baginda momy nya ada di rumah sakit.


"ya terserah momy lah, harus nya momy yang nanya kamu ngapain di sini?" ujar Momy Rey yang bernama Eriska yola perkasa.


"aduh Kenapa momy pakai ada di sini segala sih" batin Rey.


"Rey jawab momy, jangan bengong aja"


"ah iya mom, itu pembantu Rey jatuh dari tangga" ehem...Rey berbicara dengan nada datar dan dingin pada momy nya.


Karena bagaimanapun sang baginda Momy nya yang menyebabkan ia keluar dari rumah utama.


"Bi sum yah yang jatuh dari tangga?" kaget Momy Eriska.


"bukan, ini pambantu Rey yang baru" jawab Rey seadanya tanpa menjelaskan mendetail tentang pembantu baru yaitu Key.


"kenapa gak bilang kalau kamu mempekerjakan pembantu baru" kata Momy Eriska dengan nada kesal.


"untuk apa Rey bilang, yang gajih juga uang Rey sendiri" ujar Rey ketus tanpa melihat kearah Momy Eriska.


Uhh gak sopan lo Rey...


"iya tau, tapi harusnya tetap aja ijin gitu"


"Mom semenjak Rey keluar dari rumah utama, semenjak itu Rey bertanggung jawab atas hidup Rey sendiri" Rey menekan setiap perkataan nya.


Hati-hati Rey kualat...


"Rey~~"


"udah deh Mom, Mom pulang aja. Rey lagi malas debat sama Momy" ujar Rey dan masuk ke dalam ruangan Key.


"Rey rey kapan keras kepalanya itu hilang" kata Momy Eriska dan beranjak pergi dari situ.


。。。


..THE KOS-KOSAN CEMPAKA...


"Nay kok perasaan gw gaenak yah dari tadi" gelisah Clara.


"sama gw juga Clar, terus pikiran gw kearah Key mulu"


"apa jangan-jangan Key lagi bahaya" tebak Clara.


"Clar ngaco ah lo, positive thinking aja Clar, siapa tau perasaan kita ini hanya karena rindu sama Key gitu. Lagian nih yah kalau Key ada apa-apa pasti ada yang hubungin"


"lo benar Nay, tapi semoga aja kan Key gak kenapa-napa"


"iya, mending kita masak buat makan malam"


"yaudah yuk"


Nayla dan clara beranjak dari duduk dan berjalan menuju dapur. Dengan perasaan gelisah yang terus menuju kearah Key.


Gak tau aja Nayla dan Clara kalo sahabat nya di sana ngek nagkring di rumah sakit.


。。。


"tuyul eprit pingsan nya kenapa lama banget, dari menjelang sore sampai malam kok gak sadar-sadar yah"


"kata Nova baik-baik aja, ya kali baik-baik aja kayak orang koma" oceh Rey sendirian sambil memain-mainkan jari Key.


"panggil Nova aja kali yah" Rey meronggoh kantong celana nya mencari hp milik nya dan memanggil Nova.


•••


"ada apa Rey?" tanya Nova.


"tuyul eprit kenapa gak sadar-sadar, kata lo kan gak kenapa-kenapa"


"iya asli nya emang gak kenapa-kenapa, koma juga engga, mungkin dia emang belum bangun" ujar Nova yang kembali meperiksa keadaan Key.


"hm, terus gimana ini?" tanta Rey untuk tidakan apa selanjutnya.


"lo mau dia tetap di rawat apa langsung bawa pulang" kata Nova.


"ya di rawat aja lah, orang dia kayak antara mati dan hidup gitu"


"yee berdosa banget omongan lo" toyor Nova.


"Nova..." kata Rey tajam.


"maaf Rey maaf, peace" Nova mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


"iya-iya sana lo pergi, muak liat muka lo" usir Rey dengan bahasa pedas ala mulut Rey.


"ck, habis manis sepah di buang" ujar Nova dan berlalu pergi. Hiks untuk apa ia bertahan kalau sudah di usir.


Nasib yang malang Nova.


。。。


Pagi menjelang malam pun tiada terlihat.


Tapi hingga saat ini seorang yamg bernama Keyra itu belum juga bangun dari pingsan nya dari sore kemarin jatuh hingga pagi ini. Entah itu pantas untuk di sebut pingsan atau apa? Yang terpenting dia sedang benar-benar pingsan tidak tidur atau koma atau pun sakaratulmaut.


Lah terus apa dong...?, ngaco deh...


"Hoam..." Rey merengakan tangan nya ke atas, Rey baru sadar bahwa dia tertidur di kursi sambil menggengam tangan Key. ah...bodohnya dia melakukan hal itu, kalau ada orang yang melihat bisa salah paham, seolah-olah Rey begitu menyayangi Key. No no no yang dia sayangi hanya Regelin elin lin-lin...


"Eh tunggu, Tuyul eprit sudah sadar apa belum? Emm mungkin dia tidur" kata Rey mendekat kan wajah nya ke depan wajah Key.


"ngomong-ngomong udah pagi yah?" tanya Rey sendiri.


"Bukan masih malam, tau aja udah pagi pakai tanya sendiri lagi" jawab Nova dari belakang Rey.


"eh ngapain lo di sini" Kaget Rey.


"liat keadaan Key" Nova berjalan kearah Key yang terbaring tanpa pengerakan.


"Gak usah di lihat saya sudah sadar dok" kata Key lemah.


"tuyul eprit sudah sadar, ada yang sakit gak terus lo butuh apa" cerca Rey, hati nya sedikit tergeliitik senang melihat tuyul eprit nya sudah sadar.


"emm air, gw haus bos" kata Key memegang kerongkongan nya dan mencoba duduk bersandar di bantu oleh Nova.


dengan sigap Rey mengambil air putih yang sudah tersedia di atas nakas.


"Nih" Rey menyodorkan air putih dengan cepat Key mengambilnya dan meminum dengan rakus.


"Yasudah Rey gw keluar yah, Key udah gak kenapa-napa" Nova berpamitan kepada Rey tapi senyum manis nya ia arahkan kepada Key.


Dasar playboy kodok dari venus...


"Hus hus sana cepat pergi, siapa juga yang nyuruh lo keini"


"Sabar Va, dia orang nya emang agak oleng otak nya" lirih Nova dan berlalu keluar.


"lo mau apalagi Key?" tanya Rey.


"gw mau makan, gw laper" kata Key dengan menunduk.


"mau makan apa?" tanya Rey lagi.


"terserah"


"hm, yaudah gw beliin dulu" Rey mengusap sekilas rambut Key dan berlalu keluar untuk membelikan Key makanan.


sepeningalan Rey, Key kembali merebahkan dirinya. Pikiran nya sedamg kacau balau berlarian kemana-mana. Sungguh saat ini dia sedang lelah dan lapar yang lebih mendomasi dirinya.


Tak berapa lama lemudian Rey datang dengan membawa satu kantong bungkus makanan.


Dengan cekatan Rey menyandarkan Key dan ingin menyuapi Key makan.


"bos gw bisa makan sendiri" kata Key menolak suapan dari Rey.


"udah biar gw aja" kata Rey yang tetap kekeh.


"hm, terserah lo bos" Key membuka mulutnya dan menerima setiap suapan yang di berikan Rey.


"bos maaf udah ngerepotiin lo" ujar Key lirih dengan menunduk.


"baguslah kalo sadar" ujar Rey ketus.


"maaf" ujar Key menunduk.


"Udahlah" Rey kembali menyuapi Key sampai habis.


"Bos gw pengen pulang, pengen kuliah" kata Key yang baru teringat tentang kuliah nya.


"Lo gak usah kuliah hari ini"


"Tapi beasiswa gw gimana, mana mahasiswa baru lagi gw bos"


"Gak bakal, beasiswa lo tetap aman tenang aja"


"iya, lo gak kuliah bos?" tanya Key yang melihat Rey tetap stay aja.


"Enggak, gw males lagian tuh kampus milik gw" kata Rey songong.


"Iya orang kaya mah bebas" Key kembali berbaring dengan pandangan lurus keatas.


Sejak bangun dari pingsan terpanjang yang pernah ia alami, secercah ingtan ia dapatkan, sebuah potongan ingatan yang membuat hatinya berkecamuk.


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡