
Rey mengandeng Key dan ingin melangkah, tapi perkataan Regan membuat nya berhenti...
"gw gak yakin, kalau hati lo memang masih benar-benar buat Elin seutuh nya!!"
"lo gak usah sok tau, itu urusan gw" kata Rey ketus dan segera keluar dari cafe nya itu.
•••
"Bos setelah ini mau kemana?" tanya Key yang duduk di samping Rey yang sedang menyetir.
"pulang" jawab Rey ketus.
"oh, makasih makanan nya tadi bos"
"hm"
Setelah nya mereka hanya terdiam sepanjang jalan. Melihat Bos kampret nya yang seperti sedang kesal dan memasang muka datar nan dingin, membuat Key enggan untuk bicara atau cari masalah.
"udah sampai, cepat turun, masuk kamar lalu tidur. Ingat langsung istirahat nanti sakit atau pingsan lagi" kata Rey keluar dari mobil nya di ikuti Key.
"Bos lo nghawatirin gwa!?" kata Key.
"jangan halu lo, gw cuman gak mau repot ngurus lo, apalagi gak ada Bibik Sum" Ketus Rey dan berlalu masuk meninggalkan Key sendiri.
"bos kenapa sih, padahal perasaan gw gak bikin masalah. Apa karena gw banyak makan tadi ya!!" Key bicara sendiri.
"aaa udah ah, dia kan Bos kampret ngapain di urusin, suka-suka dia lah" Key juga berlalu masuk dan langsung meluncur ke kamar dan tidur.
●●●
"kring kring kring"
Suara alarm menggema di seluruh ruangan kamar yang di tempati Key.
Namun seorang yang bernama lengkap Keyra Anggelin itu tak menghiraukan jam yang dapat mengeluarkan suara tersebut.
Key terus bergulung, bergulung ddan "Bruk" kejadian jatuh itupun terjadi.
"auh,,, pagi-pagi udah apes aja, entah siang sampai malam kejadian apes apa lagi yang terjadi" Key bangun dan melirik ke arah jam yang masih berbunyi.
"masih pagi banget, mending gw tidur lagi aja mumpung jam kuliah gw masuk agak siang" Key kembali rebahan.
"eh tapi enggak-enggak, mending gw beres-beres terus masak, jadi nanti gw pergi kuliah udah gak ada beban" Key kembali bangun dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Lalu berlalu turun kebawah.
•••
"Bos lo udah mau pergi" kata Key yang sedang manata sarapan pagi.
"iya, gw sarapan di luar" kata Rey dan berlalu pergi mengunakan mobil sport hitamnya.
"Loh, ini gw masak banyak buat apaan coba" gerutu Key menatap jengkel ke arah foto Rey yang tergantung di dinding di dekat situ.
"Gw jadiin bekal aja kali ya!! nanti di panasin buat makan siang lumayan gak beli" akhirnya Key menemukan ide berlian itu.
。。。
"Key ada waktu gak, abis ini kita main, ngumpul di rumah gilang" ajak Clara yang sedang mengeluarkan buku nya.
"Gimana ya, emm ok deh, tapi gw gak langsung bareng kalian yah. Gw mau pulang dulu bentar nanti gw nyusul" kata Key mengeluarkan tiga buah kotak bekal.
"done" ujar Nayla dan Clara bersamaan.
"Kalian mau gak? Tadi pagi gw masak banyak" ujar Key menunjuk kotak bekal.
"Lho, gw sama Clar juga bawa bekal" ujar Nayla mengeluarkan kotak bekal nya di ikuti oleh Clara.
"Lah terus buat siapa?" kata Key.
"Lo kasih aja ke-orang" saran Clara.
"Emang mereka mau? Gw rasa enggak deh"
"lo kasih sama Regan aja atau Pak Arsya itung-itung ucapan makasih karena udah gendong ngebawa lo ke UKS kemarin" kata Nayla juga menyarankan.
"Heum, benar juga lo" Key memutuskan untuk memberi satu kotak bekal untuk Arsyaka dan dua nya biarlah untuknya, dia pasrah makan dua buah kotak bekal.
"Siang" sapa Arsyaka masuk.
"siang"
Tanpa basa-basi lagi Arsyaka memulai sesi pelajaran, sebelum tadi sempat menatap Key yang sedang menaruh tiga kotak bekalnya kedalam laci.
Semua fokus kedepan mendengarkan penjelasan Arsyaka, apalagi para siswa perempuan mata mereka tambah pelotat-peloton kedepan, bukan pada pembelajaran tapi lebih manatap ketampanan Arsyaka yang memang benar-benar melelehkan. Namun sayang Arsyaka terlalu dingin.
..skip time..
"Pembelajaran cukup sampai disini, kalian boleh keluar" ujar Arsyaka mebereskan buku-buku.
"Baik pak"
"ehem, Pak Arsya udah makan blom" kata Key menghampiri Arsyaka yang ingin beranjak.
"ini saya punya bekal lebih, buat Pak Arsya sebagai ucapan terimakasih" kata Key menyodorkan satu kotak bekal.
Tanpa pertanyaan atau pertimbangan apa pun Arsyaka menerima bekal dari Key dengan persaan senang yang ia sembunyikan.
"Terimakasih" ujar Arsyaka.
"Ciee, yang di kasih bekal" terdengar suara Regan dari arah pintu, sepertinya Regan baru saja masuk.
"Baru datang?!! cepat ikut keruangan saya" ujar Arsyaka menatap tajam ke arah Regan.
"Ba..baik Pak" ujar Regan, ciut juga dia saat Abang tampannya menatap dia seperti itu.
"Key saya duluan" kata Arsyaka berlalu keluar di iringi Regan yang sedang mendadah-dadah pada Three Cebar.
"so kita makan di mana nih?" tanya Clara
"Kantin aja seru, beli minum sekalian di sana." usul Nayla yang di angguki oleh Key dan Clara.
"Ayo" Three Cebar pun beranjak pergi menuju kantin.
•••
"halo, boleh saya ikut makan, numpang duduk maksudnya!!?" sapa seseorang pada Three Cebar yang sedang asik menyatap bekal masing-masing.
"Oh, Pak Rio. Silahkan pak silahkan" ucap Nayla.
"Terimakasih. Wah pada bawa bekal yah? Asik banget keliatan nya?" kata Pak Rio ramah dan duduk di depan Key.
Masih ingat kan yah sama Dosgan yang satu ini...
"Biasa Pak mandiri gitu, irit-irit uang" sahut Key.
"Hahaha" Pak Rio mulai memakan makanannya.
"btw, Pak Rio murah hati banget yah, mau makan di kantin para siswa" ujar Clara.
"mau berbaur aja, caper gitu"
"Yee Pantesan udah tua gak punya gebetan, keseringan caper, jadi playboy" ucap Key tanpa dosa.
"Krik krik krik"
"ehem, lupakan aja ucapan Key Pak Rio. Tapi ngomong-ngomong hubungan Pak Arsya sama Regan apa yah, kok keliatan dekat" ujar Nayla mengalihkan pembicaraan.
"Saudara" sahut Key.
"Darimana lo tau?!!" kata Nayla dan Clar terkejut.
"Ada deh" ujar Key mengerlingkan matanya, sedang kan Pak Rio yang melihat itu menjadi malu dan beranjak pergi tanpa permisi dengan senyam-senyum.
"Idih kesambet apa Pak Rio" ujar Three Cebar serentak.
"Udah lupain itu. Disini Pak Arsya kan Tuan muda pertama di keluarga Samudra yang sebanding dengan keluarga Perkasa, jadi Regan yah kembaran Putri semata wayang keluarga Samudra yang hilang itu, iyakan Nay?!!" kata Clara yang menghentikan aksi makan Key.
"he'em cerita nya memang gitu sih, gara-gara Nona muda yang hilang belasan tahun yang lalu, keluarga Samudra jadi menutup diri dari publik" kata Nayla juga.
"dari cerita nyokap gw, Nona muda keluarga Samudra itu yang mengakibatkan kematiaan bokap gw. Gw gak dendam sama Keluarga Samudra, tapi gw dendam sama Nona muda yang hilang itu. Moga ajakan gak ketemu sampai kapanpun" sungut Clara dengan kesal. Membuat Key dan Nayla saling pandang, mereka baru tau pasal ini.
DEG!! Hati Key menjadi gelisah saat mendengar perkataan Clara barusan. Ada apa dengan dirinya?
。。。
..Kediaman Rey..
"Bos gw udah beresin semua rumah, gw mau ijin bentar keluar" ujar Key yang sudah siap untuk pergi main ke kosan nya dulu.
"Kemana?" tanya Rey yang fokus pada layar hp nya.
"Ketempat kos gw dulu"
"Yaudah sana pergi" usir Rey ketus.
"yaudah, bye bos" Key sedikit berlari kecil menuju gerbang, yang sudah ada Ojek online menunggu.
•••
"Nay, Clar gw sampai" teriak Key di depan pintu kos yang pernah ia tingalin itu.
"cklek" pintu terbuka.
"PLAK"
"auhh"
●●●
TBC