Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Ngek...



"Gw ingat..." kata Key menatap Rey.


"Iya, lo ingat apa?" Rey mengira kalau Key ingat sesuatu tentang masa lalu nya, tapi ternyata.... Dahlah...


"Gw ingat, gw belum buka bingkisan dari Gilang" seru Key.


"Gilang?" Rey mengeryit kan alis nya.


"Iya Gilang, anak bu kos-kosan gw dulu" Key berdiri dan berjalan keluar dari kamar Rey, lalu masuk ke dalam kamar nya tanpa menghiraukan mahluk kampret yang sedang mengintili nya.


Key mengambil paper bag dari gilang yang berada di atas meja belajar. Key duduk di atas ranjang tak lupa denga Rey yang juga mengikuti setiap penggerakan Key, ia penasaran apa isi bingkisan nya sih...


"Wah gila, bagus banget" kata Key dengan senang, matanya berbinar menatap sweater rajut berwarna purple dengan bersulam nama KEYRA ANGELIN di depan nya


"Gw yakin yang nyulam nih nama pasti Gilang, dia kan hobi sama jago nyulam. Gilang itu jago banget nyulam Bos, padahal laki- laki mana baru kelas dua SMA lagi" kata Key memuji Gilang. Rey yang mendengar itu mendengus kesal.


"Liat Bos bagus kan" kata Key mencoba swaeter tersebut dengan berpose imut di depan Rey


"Cih, gitu doang kesenangan, gw juga bisa beliin sweater sama toko-toko nya buat lo" kesal Rey melipat tangan nya di dada.


"ihh, Bos lo kenapa? gw gak minta beliin sweater sama toko-toko nya" Heran Key akan perkataan Rey tadi.


"Tau ah, kesal gw" BRAK... Rey keluar dari kamar Key dengan marah-marah tak jelas.


"huh...Setan apa lagi yang ngerasuki Bos, udah kampret kerasukan mulu lagi" cengo Key melihat tingkah Rey yang semakin kesini semakin stres menurut nya.


•••


"Ck, segitu nya muji cowok depan Bos nya yang tampan ini, emang Gilang itu gimana yak bentukan wajah nya. Halah lagian dia masih bocah SMA, gak ada apa-apanya di banding gw" kata Rey sendirian. Dia duduk di sofa ruang tamu, dengan kepala menyender dan tatapan lurus ke atas menatap langit-langit ruang tamu.


"Kalau sendiri gini, gw pasti mikirin Lin Lin mulu. Tapi by the way semenjak ada tuyul eprit gw jadi jarang mikirin Lin Lin"


Hayo Rey lo itu udah kejebak dalam dua perasaan...


"Dor... Hayo lagi galau yah, regelin lagi nih pasti" kata seseorang menepuk pundak Rey dari belakang.


"Eh, Rendy ngapain lo" Rey terkejut dan menoleh, eh ternyata si Rendy yang datang. Masih ingat kan yah sama Rendy?


"Yaelah pake lupa segala, nih lo nyuruh asisten ganteng lo ini buat beli salad buah"


Di sini Rendy berperan sebagai sahabat sekaligus asisten Rey, untuk membantu Rey meng-handle beberapa usaha milik Rey sendiri. semenjak tinggal sendiri Rey sudah mendirikan berapa minimarket, mall, cafe dan kedai ice cream yang sanagat terkenal di kota nya.


Dan sekarang tuan muda perkasa itu akan merencana kan membangun perusahaan yang juga bergerak di bidang teknologi juga properti. Dan Rey akan memberi nama perusahaan nya dengan REYLIN COMPANY gabungan nama nya dengan Regelin.


"lagian yah Rey, emang salad buah nya untuk siapa, lo kan gak suka sama semua jenis salad-salad gitu" Rendy memposisikan dirinya duduk di sofa sigle.


"Tuh buat pembantu" kata Rey cuek dan kembali sibuk dengan pikirin nya sendiri.


"Pembantu apa pembantu, kok keliatan nya lo peduli banget" goda Rendy.


"Ya emang pembantu, siapa lagi, pacar? Ya enggalah!! Hati gw selamanya buat Regelin" ujar Rey setengah kesal dengan godaan Rendy.


"santai Rey santai. Perasaan lo dari dulu nungguin Regelin mulu, dari umur sembilan taun lo nunggu Regelin, sampai umur lo hampir dua puluh satu tahun Rey. lo kok segila itu sama Regelin" Rendy geleng-geleng melihat tingkah Rey yang gak bisa move on dari Regelin.


Rendy tentu tau semua tentang Rey, mengingat dia sudah bersahabat dengan Rey semenjak kelas 4 SD.


"Terserah gw dong, gw juga kok yang nungguin bukan elo" ketus Rey menatap sekilas ke arah Rendy


"Iya deh terserah lo, ngomong-ngomong pembantu lo siapa?"


"BOS SALAD BUAH NYA UDAH ADA BELOMMM" teriak Key dari lantai dua.


"UDAH, MAKANYA CEPATAN TURUN" teriak Rey balik dari lantai satu.


"tak tak tak"


Terdengar Key menuruni anak tangga dengan riang, tersisa lima belas anak tangga lagi yang akan Key turuni, namun naas Key terpeleset dan jatuh terguling.


"Aaaaa"


Hayo lo...mampus lagi si Key, gatau juga kenapa sih pingsan melulu...


Rey dan Rendy yang melihat kejadian itu segera menghampiri Key yang tergeletak dengan tertengkulup itu.


"tuyul epritt bangun lo, yul yul masih hidup apa ngga sih lo" Rey membalik kan badan Key dan meletakan kepala Key di pangkuan nya.


"lho beneran pingsan lagi ya" dengan segera Rey mengangkat Key.


"oh, jadi si adek kw satya yah, yang jadi pembantu lo" kata Rendy menatap Key.


"Udah ah gak penting itu, mending lo ambilin kunci mobil gw di kamar kita bawa nih tuyul ke rumah sakit" perintah Rey kepada Rendy.


"Siap bos" set... Rendy berlalu menuju kamar Rey dengan jurus lari seribu bayangan.


●●●


..WDR HOSPITAL...


"Nova jadi gimana ke adaanya, tuyul epritt" Kata Rey berdiri dari duduk nya di kursi tunggu. Sedangkan Rendy dia udah meleset pulang dengan sejuta alasan. Its ok masalah Rendy pulang itu gak masalah.


"Tuyul epritt apaan coba, gw lagi memeriksa pembantu bidadari lo, bukan tuyul" Nova mengeryit bingung.


"Iya itu pembantu gw gimana keadaan nya?"


"Gw gak bakal bilang kalo lo gak nyebut nama nya" kata Nova.


"ck bawel banget sih, jadi gimana ke adaan Key" ujar Rey ketus.


"Emm nama nya Key ya" Nova mengangguk-angguk lalu menghela nafas kasar.


"Hah... Sebenar nya gw berat mengambil keputusan ini Rey" kata Nova dengan sendu.


"Memang nya Key kenapa?" kata Rey was-was.


"kepala nya terbentur cukup keras dan tidak bisa sembuh, kecuali jalan satu-satu nya adalah mengamputansi kepala nya" ujar Nova menunduk.


"Hais...bego nya dokter satu ini, lo ga pantes va jadi dokter, noh pantas nya jadi satpam rumah sakit jiwa" geram Rey saat mendengar penuturan Nova.


"hehe" cengir Nova.


"Pergi gak lo va, pergi jangan muncul di hadapan gw, kesal banget gw sama lo sumpah. Pergi sana pergi" Rey melepas sebelah sandal nya dan bersiap melempar ke arah Nova yang sudah ngacir duluan.


"hahaha sorry Rey, keadaanya baik-baik aja kok, lo sudah bisa masuk Rey" teriak Nova dengan tergelak.


"Sialan Nova sialan, gw pecat baru tau rasa" Rey kembali memasang sandal nya dan bersiap untuk masuk melihat Key. Namun...


"Rey" tepuk seseorang di pundak Rey.


"Heum"


**TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡**