Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Bubur Ayam terbaru



HAPPY READING


☺︎☺︎☺︎


"itu elo"


Key terdiam seribu bahasa, membatu dan berpikir itu hanya semata perkataan candaan yang di buat oleh Rey.


"haha Bos, Bos, lo bercanda-nya kelewatan deh, ini masalah hati lho Bos" Key tertawa di buat-buat dan bangun dari atas tubuh Rey.


"gw ngomong serius malah di anggep bercanda" ujar Rey yang juga ikut bangun.


Key kembali terdiam, dia menatap Rey nanar.


"bos jangan buat perasaan gw gak enak deh" kata Key.


"terserah lo, pada dasarnya emang itu kenyataannya mau gimana!!" kata Rey.


"udah deh, gak usah di pikirin. Perasaan gw juga belum pasti, lo baru bisa ngambil separo hati gw, saparo nya masih buat Regelin. Udah tengah malam mending tidur gih" ucap Rey dan berlalu keluar dari kamar Key.


"hah ada apa lagi ini" Key menghembuskan nafas kasar dan berbaring bersiap untuk tidur.


•••


"tuyul eprit bangun!! bikinin gw sarapan gw laper" teriak Rey dari luar kamar Key.


"Tuyul eprit, woiii" teriak Rey lagi.


"eh pintunya gak di kunci" Rey masuk menyelonong begitu saja.


"yul, tuyul bangun" kata Rey membangunkan Key yang masih tertidur.


"tuyul eprit bangun, gak bangun gw potong ya gaji lo" ancam Rey, mengoyang-goyangkan tubuh Key.


"tunggu-tunggu badan tuyul eprit kenapa panas begini" Rey panik saat tangannya merasakan suhu tubuh Key yang panas.


"perasaan tadi malam baik-baik aja, kenapa tiba-tiba jadi demam?!"


Akhirnya Rey memutuskan untuk memanggil dokter.


•••


"dia kenapa Va?"


"cuman demam biasa" jawab Nova setelah selesai memeriksa Key yang masih dalam keadaan tidur.


"yaudah sana pulang lo" usir Rey.


"belum juga gw kasih obat" kata Nova memberikan obat untuk Key.


"Sini!! Cepat pergi sana, pergi" Rey mendorong paksa Nova keluar.


"kebiasaan lo Rey, habis manis sepah di buang" gerutu Nova dan pergi.


"Tuyul eprit, kalo tidur tambah cantik tapi di liat-liat lagi wajahnya rada-rada mirip Regan!!" ujar Rey berjongkok di samping ranjang.


Matanya menyorot ke arah bibir merah Key yang terlihat sedikit pucat.


wajah Rey memaju mendekat, semakin maju dan maju,,,


"Cup"


"ya Allah cium orang diam-diam gak dosakan yah?!!" kata Rey setelah melepaskan kecupan singkatnya.


Ya gak dosa, cuman bukam muhrim, belum halal woi!!


"bos gw laper" lirih Key yang membuka matanya perlahan.


"lo udah bangun?!"


"heum" Key bangun dan bersandar di bantu oleh Rey.


"lo minum dulu" Rey dengan sigap menyerahkan segelas air putih di atas nakas.


"makasih bos"


"ok, gw bikin makan dulu ya. Lo tunggu di sini" kata Rey yang di angguki Key.


Rey berjalan turun ke arah dapur, bukan segera memasak tetapi sedang mondar-mandir berlatih menjadi sterika.


"gw masak apa ya, yang cocok buat orang sakit" Rey tampak berpikir keras.


"oh iya, gw cari di internet aja"


Akhirnya Rey memutuskan untuk memasak bubur ayam, dengan melihat tutorial di Youtube. Entahlah apakah beerhasil untuk sekali percobaan? Mengingat dia sama sekali tidak bisa memasak.


•••


"gw turun aja deh mending, sebelum rumah ini kebakaran, kan sayang kalau sampe kebakar, mending di jual" Key pun turun dengan sempyongan karena badannya yang masih lemes tidak bertenaga.


•••


"hah apa-apaan ini" Key menganga tidak percaya, tak kala matanya menatap dapur yang tidak dapat di katakan baik-baik saja. Bahkan nasi pun tertempel di dinding.


"bos katakan!! Apa maksudnya coba sampai nasi tertempel di dinding dapur dengan sangat banyak begini" kata Key garang.


"oh itu aku kesel karena selalu gagal membikin bubur, yasudah ku lempar saja nasinya" jawab Rey dengan tampang tanpa dosa.


"arghh bos lo itu yaaaa, sudah sana biar gw aja yang masak sendiri" Key mendorong Rey untuk menyingkir.


"tunggu-tunggu lo lagi sakit, kenapa malah turun!!"


"gw udah hampir selesai, lo duduk aja tungguin gue" Rey mengendong Key dan mendudukan di kursi meja makan.


"tapi bos gw masih bisa masak" protes Key.


"udah diam aja lo" Rey pun langsung lanjut memasak.


Beberapa saat kemudian,,,


"tada... Makanannya sudah jadi, silahkan di nikmati" kata Rey menghidangkan satu mangkok bubur.


"ini, kenapa menjadi warna hijau begini?" Key sungguh heran, bahan apa yang di pakai Rey sehingga bubur yang harusnya berwarna putih menjadi hijau.


"gw bosan ngelihat warna putih, setiap bubur selalu berwarna putih, jadi gw tambahkan pewarna warna hijau" kata Rey dengan polos.


"APA!!"


"bos bagaimana gw bisa makan dari warnanya saja sudah di tebak bagaimana lezat rasanya" kata Key dengan penuh penekanan.


"kalo lezat mengapa tidak langsung di makan!?"


"bos bagaimas kalo bos saja yang mencoba!"


"gw udah nyoba, tapi rasanya tidak seperti bubur kebanyakan, rasanya lebih asin dan pahit" kata Rey lagi dengan polos.


"akh, bos gw pengen berhenti kerja sama lo" Key mengacak-ngacak rambutnya yang memang sudah acak-acakan.


"memangnya kenapa?" tanya Rey heran.


"ting tong ting tong"


"bos mending lo buka pintu, siapa tuh yang datang" kata Key dengan nada memerintah, dan dengan patuh Rey menuruti petintah Key.


"kalian kenapa kesini?!" kata Rey tidak suka dengan kehadiran empat mahluk yang menatap nya tajam.


"emang masalah buat lo, sahabat gw sakit, ya gw jengukin lah" ketus Nayla dan Clara yang kurang suka dengan Rey.


"yaudah masuk, cari Key di dapur" Rey memberi jakwn untuk Nayla dan Clara masuk, namun tidak untuk dua orang yang juga ikut masuk.


"regan sama Bang Arsya juga ngapain kesini!?"


"Ya mau jengukin Key lah" Regan masuk nyelonong.


"Lo bang?"


"rindu sama calon pacar" jawab Arsyaka yang membuat mulut Rey menganga.


"benarkah itu bang Arsya?" pikir Rey.


...


"REY" teriak empat tamu Rey menggema, ssat melihat ke adaan dapur, masakan Rey dan cerita Key.


"Apa?" tanya Rey dengan tampang polos.


"Lo mau bikin sahabat gw wafat" Nayla berjalan ke arah Rey dan menjewer telinga Rey


"lo mau bikin lidah sahabat gw rusak" Clara juga ikut menjewer telinga sebelah Rey.


"bego lo Rey, bisa-bisanya lo pakai pewarna buat masak bubur" Regan mengapit leher Rey.


Sedangkan Arsyaka sedang membuat bubur baru untuk Key dan mendapatkan tatapan kagum dari Key.


"hei kalian apa kan anak saya!!?"


●●●


TBC