
HAPPY READING
◍◍◍
"emm...bagaimana kalo..." belum sempat Nayla menyampaikan usul nya.
pintu kamar Key terbuka dan masuklah sebuah penampakan yang membuat Nayla dan Clara saling pandang.
eemm...penamapakan apa ya kiranya? gendrowo, Sendal bolong, pocong apa tuyul...?
"tuyul emprit se-enaknya ya lo bawa teman, lo kira ini rumah lo. Ingat disini lo itu kerja, kalau mau bebas main-main sama teman mending gak usah kerja" ujar Rey melipat tangan nya di dada.
Jadi penamakan nya adalah si Rey...
"eh... Bos kampret udah datang lo" kaget Key, setaunya Rey baru saja pergi dan kata Rey dia mungkin pulang besok.
"seperti yang lo liat" ujar Rey congak.
"bos katanya lo pulang besok, ga jadi ya?" Key bangun dan menghampiri Rey.
"iya ga jadi, takut lo macam-macam di rumah. Dan ternyata benar"
"ih bos, mereka ini datang mau silaturahmi sama gw, yaudah sekalian gw ajak ngobrol, ngelepas rindu?" jelas Key.
"lagian gw juga ga lagi sibuk bos, boleh dong santai-santai" sambung Key lagi.
"ga bisa gitu lah, lo udah gw ijinin buat kerja sambil kuliah jadi lo ga boleh lagi main-main" kata Rey datar. Key terdiam membenarkan ucapan Rey.
"key kita pulang aja ya, ga enak sama bos lo" Nayla menghampiri Key dan berbisik.
"hm maaf ya" lirih Key menunduk.
"it's ok gak apa-apa, kita masih bisa ketemu di kampus. Bye" Clara berlaru menepuk kecil pundak Key, di ikuti oleh Nayla tanpa berpamitan juga dengan Rey.
Mereka keluar dari kamar Key dan pulang. dengan perasaan sedih karena satu sahabatnya sekarang akan jarang bersama mereka.
"bos lo mending keluar, gw mau istirahat" usir Key pada Rey dari kamar nya.
"enak aja istirahat, tuh cuciin mobil sama motor gw sekarang" perintah Rey mutlak tanpa bisa di bantah-bantah.
"bos gw cape banget, gw istirahar bentar aja ya. Pliss?" mohon Key. pada nyatanya dia memang sedang sangat cape.
"gausah ngebantah, gw gak suka. Cepat sana cuci" Rey menyeret Key menujuu halaman.
Dan apa yang bisa di lakukuan Key?
hmm dia hanya pasrah di seret Rey karena ini memang pekerjaan Key, harus rela dan siap di suruh-suruh terus menerus.
"cepat cuci yang bersih, gw bakal ngawasin lo disini."
"hmm" sahut Key singkat.
Key mulai membersihkan mobil Rey dengan gerakan lambat tak bertenaga.
"cuci yang benar jangan letoy gitu" teriak Rey.
"iya iya, bawel banget sih" kesal Key, ia mulai jengah dengan Rey.
"good"
Beberapa saat kemudia.
Key selesai mencuci mobil Rey. Ia akan bersiap mencuci motor gede milik Rey.
namun ia di serang pusing, penglihatan nya mulai kabur terus semakin kabur dan terakhir dia merasa ada sesuatu yang keluar dari hidung nya.
Setelah nya Key benar-benar tergeletak pingsan.
Rey yang melihat itu, segera berlari kearah Key. Dia panik? Ya tentu saja panik.
Dia segera mengendong Key ala Bridal style dan berteriak memanggil mang Ucup.
"mang, mang ucup, mang cepat kesini"
Mang Ucup yang mendengar panggilan tersebut segera meleset menghampiri Rey.
"lho den, key kenapa?" tanya mang Ucup saat sudah sampai di hadapan Key.
"pingsan. Mang tolong selesaikan cuci motor saya ya, saya mau bawa Key kedalam."
"siap den"
"terimakasih mang"
Rey berlalu membawa Key masuk kedalam kamarnya.
padahal dia sangat sehat tapi momy nya bilang itu adalah hadiah ulang tahun Rey. Epi**c banget kado nya seorang Dokter...
"va cepat kerumah gw, paling lambat 15 menit harus udah sampe" Tut... tanpa menunggu jawaban dari lawan telpon nya diseberang sana, Rey memutuskan panggilan sepihak.
sepuluh menit berlalu, dokter pribadi Rey yang bernama Nova itu tak kunjung datang, membuat Rey mengeram kesal.
"Sial mana sih si Nova, lelet banget" omel Rey. Dan tanpa Rey tau mahluk yang bernama Nova itu sedang nangkring santai di bengkel, menunggu mobilnya di perbaiki, untung saja mogok nya tepat di depan bengkel.
"Rey nungguin gw ga ya? Hahaha sekali-sekali lah buat si Rey platokan itu menunggu" ujar Nova tertawa senang.
•••
"Lo itu dokter, harusnya lo harus cepat-cepat dateng biar yang sekarat gak tambah sekarat" ujar Rey menarik tangan Nova kearah kamar nya.
"gw udah cepat-cepat tapi mobil gw mogok gimana dong, harus nunggu di benerin dulu"
"Lo kan bisa naik taxi online atau ojek online dulu" kesal Rey dengan tatapan tajam nya.
"iya ya, kok gw kepikiran kearah sana, maklum lah dokter pikrian nya cuman tentang obat sama penyakit" ujar Nova menyisir rambutnya kebelakang menggunakan jari.
"tuh cepat periksa, dia mimisan terus pingsan" tunjuk Rey pada Key yang terbaring masih pingsan
"sejak kapan lo ngumpeti bidadari Rey" bukan cepat memperiksa, Nova malah memperhatikan wajah Key.
Matanya tertuju ada hidung Key yang masih sedikit ada bekas darah mimisan.
"Eh bener Rey dia mimisan"
"Yakan dari tadi gw udah bilang bego" uh Rey rasanya sangat gemes dengan tingkah Nova, serasa ingin mencabiknya.
"Hehe" Nova mulai memperiksa Key.
"Gimana ke adaanya?" tanya Rey.
"Dia cuman kecapeen juga kurang istirah, sama mungkin faktor dia berpikir keras tentang masa lalu nya, itu biasa terjadi sama orang yang lupa ingatan dan memcoba mengingat" jelas Nova.
"Terus kenapa masih pingsan?"
"lo kira abis nempelin stetoskop langsung bangkit gitu dari kepingsanan?, ya engga lah" Nova bersiap untuk pulang.
"Hmm, yasudah sana cepat pergi" usir Rey dan naik keranjang king size, berbaring di samping Key.
"Ciee yang mau berduan, emang siapa sih dia?" tanya Nova, dia penasaran akan Rey yang tiba-tiba membawa cewek masuk ke dalam kamarnya.
"Babu gw, pembantu baru maksud nya" jawab Rey singkat.
"Bagus deh biar gw serong kesini buat pdkt" ujar Nova riang.
"Sampaikan salam gw nanti ya" brak... Nova berlalu dari kamar Rey dan pulang.
"Sialan si playboy kodok" Rey menatap Key dari samping.
Sebenarnya dia kalut. Antara ada perasaan senang bersama gadis ini tapi ada juga sebuah cinta besar di hatinya untuk perempuan yang bernama Rengelin.
"jadi tuyul eprit mengalami amnesia, tapi saat gw nyebut nama Regelin dia jadi banyak diam kayak ada yang di pikirin gitu, apa jangan-jangan dulu dia tau Regelin?"
"Gw harus mencari tahu tentang ini" tekad Rey.
"Em atau jangan-jangan tuyul eprit sebenar nya regelin?" Rey menebak asal.
"ah, engga-engga. Modelan Regelin itu lemah lebut gak seperti nih tuyul eprit si bar-bar"
Setelah puas mengoceh sendirian akhirnya Rey terbang ke alam mimpi. Sebuah ilusi yang kadang membuat kita bahagia dan sedih.
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡