Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Siapa REGELIN?



HAPPY READING


◍◍◍


"Regelin...? gw ngerasa nama itu familiar, tapi siapa?" batin Key dan berdiam sepanjang perjalanan pulang.


karena ia merasa kepala nya kembali terasa sakit, akibat sebuah nama yang di sebut Rey tadi...


REGELIN...?


。。。


"tuyul eprit kenapa diam aja dari tadi" kata Rey dari belakang Key yang sedang menyusun belanjaan yang ia beli tadi


"engga apa-apa kok, cuman cape aja" kata Key menoleh sekilas dengan tersenyum lembut.


Lho lho Key kok jadi kalem...


Rey flashback pada ulahnya yang memporak-porandakan rumahnya sendiri dan membuat Key bekerja keras dari tadi pagi.


Ia sedikit merasa bersalah, mungkin karena itu Key cape. Eh tapi ingat hanya sedikit, mungkin seujung kaki semut.


"yaudah lo istirahat aja, ini biar gw yang beresin."


"eh gausah, gausah, gw gak mau makan gaji buta"


"emm, baguslah. Gw pergi dulu nanti gw pulang jangan lupa makanan harus sudah siap ya" kata Rey beranjak pergi dengan memutar-mutar kunci mobil nya.


"Damn!.., gw kira bos kampret beneran ikhlas nyuruh gw istirahat, shhh" Key menatap kepergian Rey dengan sangat geram.


"em masak apa ya gw buat bos" Key berpikir dengan mengetuk-ngetukan jari lentiknya. Sekiranya makanan apa yang cocok buat bos kampret nya itu.


"haha" Key tertawa ngeri saat sudah mendapatkan ide masakan yang cocok untuk bosnya.


◦◦◦


Rey tersenyum malu-malu saat melihat menu masakan di hadapanya.


Pasalnya saat dia melihat masakan sayur bening, tempe goreng dan ikan asin itu, ia teringat masa indahnya bersama dia.


Dimana momen saat Rey dan dia berebut dan saling merajuk hanya karena tempe dan ikan asin.


Dia yang di maksud mungkin, Regelin...


Sedangkan Key terperangah tak percaya melihat reaksi Rey.


Dia kira Rey yang notabe nya sebagai anak orang kaya tidak suka dengan menu seperti itu, tapi ternyata...huh berbanding balik.


Bisa Key tebak bahwa itu adalah salah satu makanan ter-favorite Rey, terlihat dari binar matanya di saat menatap makanan tersebut.


"bos lo suka gak, sama masakan nya?"


"suka banget. Terimakasi ya" kata Rey dengan tersenyum dan pipinya yang memerah.


"haha, sama-sama, itu sudah tugas saya bos" Key tertawa sumbang dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Melihat Rey tersenyum dengan semu merah di pipinya, membuat Key lucu sendiri. Ia menebak-nebak setan apa kiranya yang telah merasuki bos kampret nya ini.


uhh Key berani nya kau...


Rey makan dengan lahap. Ia menghabis kan semua tanpa sisa.


Tapi ngomong-ngomong gelas, piring sama sendok nya tidak ikut di lahap ya...


。。。


..Kos-kosan cempaka..


"sepi ya nay, gaada key" kata Clara yang duduk santai di teres depan dengan Nayla.


Kos-kosan cempaka jenis kosan yang berjejer tidak bertingkat.


"iya sepi banget, apa kita susul aja yuk, jalan-jalan liat tempat kerja Key" ajak Nayla dengan berbinar.


nyatanya walaupun sangat baru berpisah, terasa sekali bahwa mereka sudah merindukan Key.


"lo tau rumah rey?"


"gw tau rumah utamanya tapi gw dengar rey udah lama tinggal sendiri"


"yah gimana ya. Eumm...kita tanya bang sat aja, gimana?"


"bener juga lo, tapi gw ga punya nomor nya?"


"gw punya" ujar Clara semangat. Ia mengambil hp nya dan mencari nomor Satya.


Call..


"halo bang sat..."


"..."


"clar mau tanya"


"..."


"alamat rumah teman abang yang namanya rey dimana?"


"..."


"rumah rey sendiri"


"..."


"oke, makasi bang sat"


"..."


"nanti clar jelesin, byee"


Tut tut


"ada ga?


"ada, yaudah kita siap-siap"


◦◦◦


"key...key kita datang nih, bukain dong" teriak Nayla dn Clara di depan pagar rumah Rey.


mang Ucup yang mendengar teriakan itu, segera membuka pintu pagar.


"mba nyariin key ya?"


"Iya pak, boleh kita masuk gak" kata Nayla.


"Oh mari mba mari, masuk aja mba lewat pintu nanti di dalam panggil aja key nya" kata mang Ucup mempersilahkan.


"Yaiyalah pak lewat pintu masa iya lewat fentelasi" ujar Clara bercanda.


"Hehe, mba ini bisa aja. Ayo mba saya antar sampe pintu"


kata mang Ucup menggiring Nayla dan Clara.


"nah mba, tunggu aja di ruang tamu biar saya panggilin key di atas" kata mang Ucup menuju kamar Key yang berada di lantai dua.


"Iya pak"


"Nay ada yang aneh gak sih?, key kan cuman pembantu kamar nya kok ada di lantai dua ya" heran Clara.


"bagus dong clar, kita ga perlu khawatir key tidur nya gaenak" ujar Nayla senang.


"Benar lo Nay, alhamdulillah key dapat tidur nyenyak karena kamar nya nyaman."


"Hua...nay, clar kalian datang..." teriak Key dari tangga dan berlari benghambur menerjang Nayla dan Calra.


"Kesepian tau gaada lo" ujar Nayla melirik keseliling.


"nyariin apa lo nay?" tanya Clara.


"Key bos lo ga bakalan marah kan kita main kesini"


"ga bakalan, gw jamin deh. Les't go kamar gw" Key berdiri dari duduk nya di ikuti Nayla, Clara.


"Eh tunggu key" Cegah Clara.


"Apa?" Key dan Nayla mengangkat sebelah alisnya.


"itu..." Clara mengkode dengan lirikan matanya yang tertuju ke dapur dan tentu saja Key dan Nayla paham akan kode itu.


Biasalah sahabat itu memang seperti punya ikatan batin...


indah nya persahabatan...


"tenang clar di dalam kamar gw udah banyak nyetok, hihhi" Key tertawa senang...


"Wah berani lo ya key" ujar Nayla menepuk-nepuk pundak Key begitupun Clara.


"berani. tapi gaapa-apa sih, bos gw ga masalahin" jelas Key, yang mana semua cemilan Rey dari dapur pindah ke dalam kamar Key, tentu saja Rey tau tentang itu.


Dan tenang saja tunggu aksi pembalasan Rey di tanggal gajihan Key...


Kira-kira apa bentuk pembalasan nya...ya?


"yaudah kalau gitu les't go kamar baru lo".


Thre.cebar itu pun menaiki tanggadengan berseda gurau.


"uwah bagus banget kamar lo key, gasalah nih?" kata Clara terperangah melihat penampakan kamar Key yang kategori nya sangat mewah untuk ukuran kamar seorang pembantu.


"gasalah pilih lo kerja disini" ujar Nayla juga meneliti kamar baru Key.


Kalau lebih ia lihat, kamar Key yang disini lebih mawah daripada kamar nya di rumah utama.


ah...ia lupa ini kan rumah tuan muda perkasa, tentu saja semua nya mewah.


"key yang di sebalah kamar lo, kamar siapa?" tanya Clara dan merebahkan badan nya di ranjang king size Key di ikuti Nayla.


"Kamarnya bos kampret" jawab Key membuka laci meja belajar yang ada di situ dan ternyata menjadi tempat penyetokan cemilan.


"What..., jadi bersebelahan gitu" heboh Clara bangkit dari rebahan nya dan Nayla diam saja karena ia sudah mengira itu kamar Rey.


"iya, biar apa? Biar dia enak katanya manggil gw buat ngebabu" kata Key menghampiri kedua sahabatnya itu dengan membawa cemilan penuh di pelukan nya dan meletakan nya di hadapan Nayla dan Clara


"Hahaha ada-ada aja" Nayla mulai mencomot satu cemilan.


"em serunya ngapain ya gusy" kata Clara mengamvil snack yang berbahan dasar ubi.


"emm...bagaimana kalo..." belim sempat Nayla menyampaikan usul nya.


pintu kamar Key terbuka dan masuklah sebuah penampakan yang membuat Nayla dan Clara saling pandang.


Hmm...penamapakan apa ya kiranya? gendrowo, Sendal bolong, pocong apa tuyul...?


*TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡*