
HAPPY READING
◍◍◍
"Rey..." panggil Key.
"hmm"
"bego juga ya lo, karena udah masuk dalam tipuan gw, makasih makanan nya" terang Key dengan tersenyum.
"ckitt"
Rey me-rem mobil nya secara mendadak mendengar penuturan Key.
"jadi..."
"iya, balas dendam gw...hahaha" Key tertawa senang.
"kau..." Rey geram dan mencubit pipi Key gemes.
"auuu..lepasin" teriak Key.
"tidak sebelum lo minta maaf"
"tidak mau, ayolah lepaskan pipi gw yang imut ini dan apakah tangan lo itu gatal ingin menyentuh pipi ini" kata Key dengan mengedipkan sebelah mata nya.
Rey yang melihat itu bergedik dan segera menancap gas.
mengantar Key pulang, karena jadwal Key maupun Rey hanya satu, hari ini.
jadi mereka terlihat santai saja tidak balik ke kampus.
''di mana rumah lo?" tanya Rey.
''Jalan saja, gw bakal tunjukin peta-peta nya."
"hmm"
◦◦◦
Rey dan key sudah sampai di kosan cempaka.
"jadi lo tinggal di kost-kosan?''
''Seperti yang di lihat'' jawab Key acuh.
''Yaudah makasih ya ray'' kata Key turun dari mobil.
''Nama gw bukan ray tapi REY"
"lah bodo amat, terserah gw lah"
dan...
"BLAM" pintu mobil di tutup Key dengan keras.
''Astafirullah, itu cewe jenis apa sih.
Kok gitu amat modelan nya, ngeri gw'' Rey melaju kan mobil nya keluar dari lingkungan kost-kosan cempaka itu.
。。。
''Lah kok nayla dan clara pada ga ada? ah iya mungkin merek masih di kampus'' Key berbicara sendiri.
''Berarti gw sendirian dong... takut atau ga sih ya gw tinggal sendirian?''
''Ya engga lah, keyra gitu'' berbicara sendiri menjawab pun sendiri.
ini yang namanya mandiri terlalu berlebihan...
''Mending gw cari kerja aja kali ya?kasian bibi nyari uang buat ongkos hidup gw di sini, sedangkan gw enak ngabis-ngabisin uang, bibi juga udah tua untuk bekerja sendiri."
''Sudah saat nya gw nyari uang sendiri, meringan kan beban bibi yang rela ngerawat gw selama ini."
Key berjalan mantap ke arah kamar menyiap kan berkas-berkas ijazah terakhirnya.
''apa gw tulis surat aja ya buat clar dan nayla, biar mereka ga khawatir.
lah masa iya terus hp gw apa guna nya coba'' Key mengambil hp nya lalu mengetik sesuatu pesan untuk dua sahabatnya.
Whatshapp
..grup Three cebar..
Key: gusy gw udah di kost tapi gw mau keluar lagi. Mohon ijin ya, byee..
Nayla: iya pergi aja, tapi pulang nya jangan malam-malam (off)
Clara: Key jangan buat masalah ya di sana
Key:sialan lo clar... (off).
percakapan whatshapp end.
Key memasukan hp nya kedalam tas yang tersampir manis di bahu nya dan berjalan keluar dan sangat kebetulan ada ojek yang melintas di depan kosan cempaka.
"pak ojek." panggil Key. Lumayan dia tidak menggunakan kouta nya untuk memesan Gojek.
Ojek itu pun berhenti di depan Key.
"ojek neng?"
"iya"
''Mau kemana neng?'' tanya bang ojek sembari memberikan helm pada Key.
''Ke tempat yang ada lowongan pekerjaan nya pak'' kata key hendak bersiap naik.
''Kebetulan neng tadi saya lewat di gang anggrek tempat orang-orang kaya. Nah di salah satu rumah itu ada yang lagi nyari pembantu'' ucap bang ojek melaju kan motor nya.
''Alhamdulillah keren nih.., yaudah pak antar saya kesana'' ucap Key dengan bersemangat.
Key merasa bahwa alam juga sangat mendukung keputusan nya.
Dan dia bersyukur atas itu kepada sang pencipta. walaupun hanya seorang pembantu dan tidak tahu di terima atau tidak hal yang pertama di ucapkan nya adalah sebuah rasa syukur.
Hei...sob ingat bersyukur atas sebuah nikmat yang di berikan tuhan itu penting..
"Siap neng"
。。。
Key melongo melihat rumah mewah dan elegan terpampang nyata di depan nya. namun sayang nya terlindungi oleh pagar tinggi dengan sebuah spanduk pemberitahuan mencari seorang pembantu tambahan.
Warning!! Tuan dari pemilik rumah ini masih single jadi bisa di kait"
"kocak juga nih spanduk, kalau ikut lomba membuat poster dan sejenis nya bisa menang ini."
Menang darimana nya coba...
Key berjalan menuju pagar dan memanggil pak satpam yang sedang duduk santai .
''Pak helooo..saya Key mau ngelamar jadi pembantu di sini'' teriak Key.
pak satpam terlonjak kaget dan segera membuka pagar tersebut.
''Ohh..mba mau ngelamar jadi pembantu ya? silahkan masuk dulu mba'' pak satpam mempersilah kan Key masuk.
Key manatap kagum isi dalam rumah tersebut.
''bi, bibik, ini ada orang yang ngajuin buat jadi pembantu tambahan'' teriak pak satpam yang di yakini nama nya adalah Ucup yang di panggil mang Ucup.
''Bentar mang'' teriak bibik sum dari dapur.
''Yaudah saya tinggal dulu ya mba. Duduk aja di sofa itu gak apa-apa mba, tidak usah sungkan-sungkan'' kata mang Ucup mempersilah kan.
''makasih pak, ga di suruh saya juga bakal duduk'' cengir Key dan duduk dengan nyaman di sofa empuk yang mungkin harga nya sangat fantastis.
''Bisa aja mba ini, oh iya panggil aja saya mang ucup, mba''
''panggil saja saya key, mang'' ujar Key sopan.
''Baik mba Key, saya tinggal dulu ya, nanti ada bi sum yang akan menyeleksi'' ujar mang Ucup berlaru pergi.
''Lah pakai seleksi juga, kayak mau audisi nyanyi aja''
Tak lama muncul lah seorang wanita paruh baya yaitu ialah bi Sum.
''Apakah mbak ini yang ingin melamar jadi pembantu di sini" tanya bi Sum pada Key.
''Iya bu, perkenal kan nama saya keyra angelin panggil saja key'' Key berdiri dan mengulurkan tangan nya pada bi Sum.
Bi sum menyambut uluran tangan Key dengan tersenyum
''Ah iya..saya bi sum, art di rumah ini''
''Emm..jadi apakah key di terima jadi pembantu di sini bi?''
''Tunggu sebentar'' kata bi Sum dan meneliti Key dari atas sampai bawah, lalu menganguk-anguk.
''nak key bisa memasak dan membersihkan rumah ga?''
''Bisa bik tapi key masih kuliah apakah boleh bekerja sambil kuliah?''
''Bisa saja kok nak key, aden jarang juga berada di rumah."
''Benarkah..dan apakah artinya Key di terima jadi pembantu di sini?'' tanya key sekali lagi dengan berbinar.
''Iya...mulai besok nak Key sudah boleh bekerja."
Key mendengar penuturan bik sum menjadi sangat senang dan kembali mengucapkan syukur.
ia tak peduli walau hanya harus jadi oembantu, yang penting halal dan cukup untuk biaya hidup nya.
''Nak key tunggu bentar ya disini...bibi mau nyiapain minuman sama cemilan untuk nak key."
Key yang mendengar kata cemilan menjadi tambah senang.
''Baik bi''
Bi Sum lalu berjalan ke arah dapur meninggal kan Key di ruang tamu.
lalu terdengar suara pintu di buka dan muncul lah seorang pria tampan.
Key yang sedang sibuk memain kan hp nya tidak menoleh.
pria yang membuka pintu tersebut menatap ke arah Key.
karena ruang tamu dan pintu utama sedikit berdekatan jadi ia bisa melihat seorang perempuan yang sedang duduk memainkan hp.
Pria tersebut berjalan mendekati dan duduk di depan Key
''Siapa lo'' kata pria tersebut.
Key yang merasa suara itu tidak asing di telinga nya mendongak...
''Eh lo...ngapain di sini, mau ngelamar jadi pembantu juga?'' ucap Key pada pria tersebut.
''tid~" ucapan pria itu terpotong oleh omongan Key.
''Ga, ga bisa gw udah duluan ngalamar di sini jadi lo ga boleh'' larang Key.
Ada ga sih pembantu laki-laki...?
Pria tersebut membuang nafas kasar...Lalu berkata.
''jadi lo yang bakalan jadi pembantu baru di sini?''
''Iya'' jawab Key sedikit heran lalu ia bertanya.
''Emang lo mau apa di sini?''
''mau tidur, makan, mandi dan lain-lain lah karena ini rumah gw'' jawab pria itu tersenyum miring.
''Heh...jadi lo?"
TBC
●●●
Siapapun yang membaca jangan lupa...
◦like, komen
◦favorite kan vote juga.
Saya sangat berterimakasih atas itu.
。。。
✿ITS STORY REY & KEY✿
Salam author Lich♡