It's About Love

It's About Love
Part 07



Di tengah perjalanan akhirnya mereka menemukan sebuah loundry express.


"Pagi mba,saya mau loundry yang paling cepet berapa jam ya?"tanya Aluna pada petugas loundry


"untuk yang paling cepat sekitar 2 jam ka"jawab petugas loundry tersebut.


"yaudah ini tolong baju saya di loundry yang paling cepet yaa"Aluna menyerahkan plastik berisi seragam sekolahnya.


petugas loundry tersebut membuatkan nota dan memberikan nya pada Aluna.setelah menerima nota tersebut Aluna dan Bagus kembali ke dalam mobil.


"Lun,baju kamu kan masih sekitar 2 jam lagi baru bisa di pakai.gimana kalo kita ke mall dulu?nonton atau main game?"tawar Bagus sambil melajukan mobilnya perlahan.


"Boleh ka"


mereka akhirnya menuju salah satu mall di bilangan Jakarta Barat.Mall tersebut cukup sepi karena memang masih siang,banyak orang yang masih menghabiskan waktunya di sekolah atau kantor mereka.


Setelah sampai di mall tersebut,mereka memutuskan untuk menonton sebuah film horor yang di bintangi oleh Titi Kamal.


Selama film berlangsung sesekali Aluna berteriak dan tanpa sadar memeluk Bagus,membuat ke dua orang itu sama-sama canggung dan pipi mereka merona merah.Aluna pada dasarnya memang seorang penakut,jadi jangan heran kalau dia begitu heboh saat menonton film horor.


Setelah film selesai merekapun masuk ke salah satu restoran jepang.


"Kamu mau makan apa Lun?"Tanya Bagus sambil membolak balik menu di hadapannya.


"Aku mau chicken katsu aja,minumnya jus strawberry"


"Mba "panggil Bagus kepada salah seorang pelayan


"Mau pesan apa ka?"tanya pelayan tersebut sambil bersiap mencatat.


"Saya mau ramen 1,chicken katsu 1 terus minumnya orange juice 1,strawberry juice 1"


"Ada lagi yang mau di tambah?"


"Ngga,makasih"Bagus menyerahkan buku menu ke pelayan tersebut.


Setelah menunggu hampir 15 menit akhirnya makanan mereka pun datang.Mereka lalu menyantap makanan dalam diam.Setelah selesai makan mereka langsung kembali menuju laoundry yang sebelumnya mereka datangi.


"Mba,baju saya udah selesai belom?"Tanya Aluna pada petugas loundry sambil menyerahkan nota yang di dapatnya tadi.


"Sebentar yaa ka,saya check dulu"Petugas loundry tersebut masuk ke dalam dan tidak lama keluar lagi dengan membawa seragam Aluna yang sudah bersih dan rapih.


"Ini bajunya ka"


"Makasih ya mba,saya numpang ke toilet boleh?"Tanya Aluna.


"Boleh ka,toiletnya ada di sebelah kanan"Petugas loundry itu kemudian menunjukan dimana letak toilet berada


Di dalam kamar mandi Aluna bergegas mengganti kaos Bagus dengan seragm sekolahnya,kemudian kembali ke depan.


"Ayo ka,aku udah ganti"Ajak Aluna.


merekapun kembali ke mobil lalu Bagus melajukan mobilnya secara perlahan.


"Langsung ke rumah lun?"Tanya Bagus


Aluna lalu melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan sebelah kirinya,menunjukan pukul 13:15.


"iya langsung ke rumah aja ka,ini juga udah jam pulang sekolah"


Bagus hanya mengangguk sambil terus melajukan mobilnya.Sekitar 30 menit kemudian merekapun sampai di rumah Aluna.


"Makasih ya kaa,nanti kaosnya sam jaketnya aku balikin kalo udah selesai di cuci"Ujar Aluna sambil hendak membuka pintu,tapi kemudian di tahan oleh Bagus.


"Ada apa ka?"Aluna duduk kembali ke posisi semula.


"Ada yang mau aku omongin sama kamu"Kata Bagus


"Pertama aku mau minta maaf soal tadi"Lanjutnya


"Gapapa ko ka,itu bukan salah kk.cewek tadi aja yang rese"


"bukan Aluna,dia begitu karena aku"Jelas Bagus


"Dia udah lama banget suka sama aku,bahkan dia sempet beberapa kali ngajak aku pacaran"Lanjutnya


Aluna hanya diam sambil mendengarkan.


"Tapi aku gaada perasaan apa-apa sama dia,berkali-kali aku tolak dia tapi dia ngga ngerti ngerti."


"hhmm..mungkin dia emang beneran sayang sama kk"Aluna akhirnya membukas mulut.


"iya,tapi aku nya ngga"


"Aku udah punya seseorang yang aku sayang"tambah Bagus


DEG...


Aluna sedikit kecewa mendengar perkataan Bagus.


"Kalo gitu kk tunjukin aja ke cewek tadi kalo kk udah punya pacar,siapa tau dia mau nyerah"Aluna mencoba tersenyum getir.


Ini memang salahnya yang terlebih dahulu terbang tinggi tanpa menyiapkan pijakan,salahnya yang berharap tanpa bersiap untuk kecewa,pikir Aluna.


Bagus tersenyum menanggapi perkataan Aluna soal pacar tadi.


"Lun,kamu mau ga jadi pacar aku?Kata Bagus sambil memberikan sebuket bunga yang di ambil dr bangku belakangnya.


"hah??"itulah kata pertama yang keluar dari mulut Aluna.


***