
tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.mereka mulai makan sambil sesekali bercanda dan tertawa riang seperti sepasang kekasih,sampai tiba-tiba...
byuurrrr
Aluna basah karena seseorang menyiramnya.
Aluna kaget dan bingung,lalu berbalik untuk melihat siapa yang sudah berani menyiramnya.ternyata seorang wanita dengan rambut sebahu yang telah menyiramnya.
Aluna baru mau membuka mulutnya untuk mempertanyakan kenapa dirinya disiram tetapi kemudian...
Plaaakk
sebuah tamparan mendarat manis di pipinya yang mulus.Aluna tanpa sadar mengeluarkan air mata menahan perih akibat tamparan tersebut.
"FINNY!!!apa-apaan sih lo!?"ujar Bagus seraya bangkit dari bangkunya dan menghampiri Aluna yang duduk di depannya.
Bagus langsung memeluk tubuh Aluna yang basah.
"Kamu gapapa Lun?"Tanya Bagus
Aluna tidak menjawab,ia hanya terisak dalam pelukan Bagus.
"maksud lo apa? ngapain lo tiba-tiba nyiram dan nampar Luna?!"Bentak Bagus pada wanita yang ternyata Finny tersebut.
"Lo masih nanya kenapa?Lo ga mikirin perasaan gw?Lo makan berdua nih bocah sambil ketawa-ketawa,lo pikir gw ga cemburu!?"Ujar Finny setengah berteriak.
keributan mereka tentu menjadi tontonan di kantin tersebut.tapi seolah tak peduli Finny melanjutkan ocehannya.
"Apa sih lebihnya nih anak di banding gw?gaada !jauh di bawah gw!tapi kenapa lo malah deket-deket dia!?"
"Stop Finny!gw gamau ribut disini!lo malu-maluin tau!"Ujar Bagus sambil membawa Aluna dan beranjak pergi.
Aluna masih terisak dalam pelukan Bagus,dia belum dapat mencerna sepenuhnya apa yang telah terjadi barusan.ia masih terlalu kaget.
Ternyata Bagus membawa Aluna ke parkiran dan mengajaknya masuk ke mobil.
"Maaf yaa Lun,gara-gara aku,kamu jadi begini"ujar Bagus sambil memberikan handuk kecil yang selalu di siapkan nya di dalam mobil.
Aluna diam saja sambil menerima handuk tersebut dan mulai mengeringkan rambut dan bajunya.
"kamu ganti pake kaos aku aja yaa?"
"eemm gapapa emang ka?"
"gapapa,aku emang selalu bawa baju ganti dan handuk soalnya kadang pulang sekolah aku suka langsung nge-gym"Kata Bagus menjelaskan sambil memberi kaosnya.
"Kamu ganti di mobil aja,ga bakal keliatan dari luar.Aku ke guru piket dulu sambil ambil tas,abis itu kita balik"Kata Bagus.
Tidak lama kemudian Bagus kembali dengan mambawa tasnya juga tas Aluna.
"Udah selesai?"
"udah ka"Aluna tersenyum hangat.
Secara tidak sadar Bagus memperhatikan Aluna memakai kaosnya yang kebesaran sampai setengah pahanya dan sudah melepaskan rok sekolahnya juga.
Melihat hal tersebut secara tidak sengaja pipi Bagus bersemu merah.
"ehm..ka Bagus liatin apa?"Tegur Aluna.
"hah?eh ngga itu kaosnya kegedean yaa?"Ucap Bagus menyembunyikan perasaannya yang tidak karuan itu.
Bagus kemudian membuka kembali tas yang selalu ia siapkan di mobil dan di taruh di kursi belakang lalu mengambil sebuah jaket dan memberikannya pada Aluna.
"Pake ini ya Lun,biar paha kamu ketutup"Ujarnya malu-malu
Aluna buru-buru mengambil jaket itu kemudian di gunakannya untuk menutup pahanya yang sedikit terbuka.
Rona merah terlihat bersemu di wajah mereka berdua.
"Yaampun Lun apa-apaan sih lo bikin malu aja.nanti ka Bagus mikir lo lagi ngegoda dia lagi"runtuk Aluna dalam hati.
"Yaudah kita jalan yaa"
Aluna mengangguk.
"Lun,kamu mau langsung aku antar ke rumah atau kemana?"
"jangan kerumah kaa,nanti mamah heboh ngeliat aku begini.Anterin aku cari loundry express aja ya kaa,biar baju aku bisa dipake lagi"
"oke"
***
***Guys,makasih buat yang udah sempetin baca,apalagi kalo di likes hahahaa...
di tunggu yaaa coment kalian tentang Bagus dan Aluna.kira-kira kalian mau hubungan mereka gimana sih?
love,
nnda******_