It's About Love

It's About Love
part 33



"Maureen ada disini,di kamar aku"Akhirnya Aluna menjawab pertanyaan Bagus meskipun sebenarnya ia tidak ingin menjawabnya namun percuma pikirnya,toh cepat atau lambat Bagus pasti bertemu dengan Maureen.


"Kamu serius?Aku mau ketemu dia"Kata Bagus


"maksud kamu?"Tanya Aluna


"iya,aku pengen ketemu Maureen.aku pengen ngobrol sama dia.udah lama kan aku ga liat dia"


Aluna hanya terdiam.


"Lun?"Panggil Bagus


Aluna mendongak menatap heran pada Bagus.tidak biasanya Bagus memanggil namanya,biasanya Bagus selalu memanggilnya sayang atau panggilan manis lainnya.


Begitu besar pengaruh Maureen,bahkan belum bertemu saja sudah bisa membuat Bagus berubah.Apa lagi yang bisa di harapkannya kalau begini?pikir Aluna.


"Lun?Kamu kenapa?ko diem aja?"Bagus kembali memanggil aluna.Namun Aluna tetap diam tak menjawab.


Bagus yang tidak merasa malakukan kesalahan apapun akhirnya ikut terdiam.Di dalam pikirannya kini di penuhi Maureen.secara tidak sadar ia sudah melukai Aluna dengan sikapnya.


Bagus memang belum bisa melupakan Maureen sepenuhnya,biarpun ini sudah lewat dari satu tahun.Maureen adalah cinta pertamanya yang tidak tergapai dan hadirnya kembali Maureen membuat Bagus sedikit melupakan posisi Aluna disisi dan hatinya.


"Kamu tunggu sini,aku panggilin Mauren biar kamu bisa kangen kangenan sama dia"Ujar Aluna dingin kemudian beranjak untuk menuju kamarnya.


Sesaat Bagus mencerna kata kata Aluna,kemudian ia sadar telah melukai Aluna.Ia pun langsung bangkit mengejar Aluna.


Namun saat sedang mengejar Aluna,ia melihat Maureen turun dari tangga dan hampir terjatuh.Baguspun berlari melewati Aluna kemudian merengkuh tubuh Maureen yang hampir jatuh.


Aluna hanya diam melihat apa yang di lakukan Bagus.kemudian dia melanjutkan jalannya menuju ke kamarnya.


Saat berada di samping Bagus yang masih setengah memeluk Maureen,Aluna berhenti sesaat.


"romantis yaa pake peluk peluk segala.segitu kangennya ya?"Sindir Aluna kemudian berlalu pergi.


Maureen yang merasa tidak enak buru buru menjauhkan tubuhnya dari tubuh Bagus.


Bagus masih terus menatap Maureen hingga tidak terlihat lagi,kemudian ia baru sadar akan apa yang barusan terjadi.


Baguspun lalu menuju kamar Aluna.di ketuknya pintu kamar Aluna beberapa kali serta di panggil nya Aluna berulang ulang namun tidak ada jawaban sama sekali.Bagus pun memutuskan untuk langsung masuk.


Di dalam kamar,di lihatnya Aluna berbaring menyamping mrmbelakanginya.ia pun mendekat.semula Bagus pikir Aluna tertidur,namun saat di perhatikan bahu Aluna naik turun dan terdengar suara isakan meski tidak jelas.


Bagus pun duduk di sebelah Aluna berbaring.


"Sayang..."Panggil Bagus lembut sambil mengelus rambut Aluna.


"Sayang...."Panggilnya kembali.


tidak ada jawaban.Bagus kemudian membalikan badan Aluna perlahan hingga menghadapnya.


Mata Aluna tetap terpejam,namun suara isakannya semakin jelas terdengar dan air mata nya pun terlihat mengalir.


"Sayangggg,ayo buka matanya"bujuk Bagus sambil menghapus air mata Aluna yang mengalir.


bukannya berhenti tangisan Aluna malah terdengar makin kuat.


"Sayangg,please jangan begini"Bujuk Bagus.


Aluna akhirnya membuka matanya dan menatap tajam pada Bagus.


"Sayang,udah yaa jangan nangis lagi"


Aluna masih diam,tapi air matanya tidak berhenti mengalir.


"Sayang,please jangan nangis lagi"Bagus kembali menghapus air mata Aluna dengan jarinya.


"Buat apa kamu kesini?"Tanya Aluna dengan nada dingin.


******