It's About Love

It's About Love
part 39



"Karena acara puncak nya sudah di laksanakan sekarang kami persilahkan hadirin sekalian untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.Semoga berkenan dengan hidangan sederhana kami"Mamah nadia mepersilahkan para tamunya.


"Lun,mamah sama papah nyamperin kolega papah dulu yaa.Kamu biar di temenin Bagus disini"


Aluna hanya mengangguk walaupun sebenarnya hatinya masih enggan untuk berdekatan dengan Bagus saat ini.


"Dek,gw juga ke atas dulu yaa sama Maureen,dia butuh istirahat.dari pagi kan udah sibuk banget ngurus acara ini"Ujar Arka.


"Maaf yaa Lun,aku gak bisa nemenin kamu sampe selesai.Ini nih sih Arka udah kaya dokter pribadi aku aja sekarang,nyuruh istirahat mulu"Maureen mencibir


"Iyaa gapapa ko,udah sana istirahat.gw gak mau lo sakit lagi cuma gara gara gw"


Arka dan Maureen pun meninggalkan Aluna.Satu persatu tamu pun menyalami nya mengucapkan selamat ulang tahun.Kini tinggal Bagus yang berada di dekatnya.


"Lun,aku mau ngomong sama kamu"Ujar Bagus


"gak ada yang perlu di omongin lagi.Aku mau nyapa temen temen aku dulu"Aluna hendak beranjak pergi,namun Bagus dengan cepat menahan tangannya.


"Aku serius Lun.kasih aku waktu sebentar aja"Mohon Bagus.


Aluna hanya menatap malas pada Bagus.Sebenarnya Aluna hanya ingin menghindarinya.Aluna takut hatinya akan gampang goyah kalau terus menerus berdekatan dengan Bagus,apalagi Bagus yang berulang kali memohon padanya.


Aluna kaget ketika tiba tiba Bagus berlutu di hadapannya sambil sebelah tangannya memegang tangan Aluna dan sebelahnya lagi mengeluarkan kotak beludru berwarna merah dari kantongnya.


Bagus membuka kotak tersebut dan ternyata isinya dua buah cincin beda ukuran dengan berlian mungil di tengah masing masing cincing tersebut.


Aluna melebarkan matanya melihat Bagus membuka kotak tersebut,lalu dia melihat ke sekelilingnya.Ternyata ada kedua orangtuanya juga orangtua Bagus sedang tersenyum di depan mereka.Juga para tamu undangan yg juga menatap mereka dengan senyuman.


"Aluna,aku tau kesalahan aku kemarin udah buat kamu bener bener ngerasa lelah,tapi aku gak mau semua berakhir begitu aja"Bagus mulai membuka suara sedangkan Aluna hanya diam memandangnya.


"Aku tau kamu kesel dan marah sama aku,tapi tolong jangan pernah ucapkan kata pisah sama aku"Lanjut Bagus


Mata Aluna kini sudah berkaca kaca menahan tangis.Ia sama sekali tidak mengira Bagus akan berlutut di hadapannya seperti ini.


"sekarang di hadapan kedua orang tua kita dan semua undangan disini aku mau buktiin kalo perasaan aku ke kamu gak main main.delapan bulan yang udah kita lewatin bersama itu gak pernah jadi sebuah permainan bagi aku"


"Aluna Brisia Putri,aku memang belum seberani itu buat ngajakin kamu nikah tapi bukan berarti kalo aku gak berani untuk serius di sama kamu."


"Apa kamu bersedia memakai cincin ini dan mengikat janji kalo kita akan terus menjalani hari hari kita sampai nanti kita sama sama sukses dan siap untuk menikah tanpa ada siapapun lagi di antara kita?Apa kamu bersedia untuk bertunangan sama aku dan menunggu aku sampai aku bisa membawa kamu ke pelaminan dan menemani kamu sampai kita tua nanti?"Ujar Bagus dengan mantap.