It's About Love

It's About Love
Part 15



"apa yang lo mau tau soal Maureen?"Arka balik bertanya pada Bagus


"Dia kenapa? apa dia baik-baik aja sekarang?"


"yaa,Maureen baik-baik aja sekarang"Jawab Arka datar


"Lo bohong!!!Aluna bilang Maureen sakit!Kenapa lo ga bisa jaga dia?Lo kan pacarnya,kenapa lo biarin dia sendiri!?"Nada bicara Bagus mulai meninggi


"Maureen emang sakit dan itu ga ada urusannya sama elo dan elo tenang aja,gw pasti jagain dia.Setelah lulus,gw bakal nyususl dia ke singapura"Arka masih mencoba untuk berbicara tanpa melibatkan emosi di dalamnya


"Kalo lo emang ga bisa jaga Maureen mendingan lo lepasin dia,biarin gw yang jagain dia"


"Maksud ka Bagus apa?"Aluna sekarang sudah berdiri mematung di dekat tempat Arka dan Bagus duduk.Tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk mata indahnya.Belum genap dua bulan dia merasakan hari-hari indah bersama orang yang dia sayang tapi kenyataan pahit harus dia terima saat ini.


Bagus kaget melihat Aluna yang berdiri tak jauh darinya dan sedang menghapus kasar air matanya.


"Sayang,ini ga seperti yang kamu pikirkan.bukan begitu maksud aku"Bagus coba menjelaskan sambil mendekat ke arah Aluna.


"Emang kakak bisa tau apa yang aku pikirin?"Ujar Aluna menahan tangis


"Aluna,percaya sama aku..."Belum selesai Bagus bicara tapi Aluna memotongnya.


"Percaya apa?percaya kalo kakak masih sayang sama Maureen dan cuma maenin aku!?"Nada suara Aluna mulai meninggi


"aku udah tau semuanya dari ka Arka dan aku sengaja ngebahas Maureen tadi,tapi aku gak sangka ternyata ka Arka bener.Ka Bagus emang ga tulus sama aku!"Lanjut Aluna sambil terisak lalu berlari menuju kamarnya


Saar Bagus akan mengejarnya,Bagus di tahan oleh Arka


"ka,urusan kita itu gaada hubungannya sama hubungan gw dan Aluna.Gw gak kaya yang elo pikir ka!"Bagus mencoba menjelaskan.


"Udahlah gus,lebih baik lo pulang dan jangan ganggu ade gw lagi.gw gak mau ade gw sedih karena lo"Ujar Arka lalu berjalan menuju kamar Aluna.


"Ka,Arka !gw belom selesai ngomong"Bagus mencoba memanggil Arka,namun Arka tetap tidak bergeming dan melanjutkan jalannya menuju kamar Aluna,menyisakan Bagus dengan wajah frustasinya di ruang tamu


"Kenapa jadi begini sih!?Shit! bukan ini yang gw mau!"Bagus meremat kasar rambut nya kemudian bergegas pergi dari rumah Aluna.


"biar Aluna tenang dulu,baru nanti gw ajak ngomong lagi"pikir Bagus.


Bagus kemudian melajukan mobilnya menjauh dari rumah Aluna.


Di kamar Aluna sedang terisak sambil memeluk boneka kesayangannya.Hadiah yang Bagus berikan saat satu bulan hubungan mereka.


"De,gw masuk yaaa"Ujar Arka,namun Aluna tidak menjawab.Ia tetap terisak di atas kasurnya.


"Udah de,gausah nangis lagi"Arka mencoba menenangkan Adik kesayangannya sambil mengelus pelan punggung adiknya tersebut.


"Aluna nyesel hiks ga percaya sama ka Arka hiks.Harusnya hiks Aluna tau kalo hiks Ka Bagus ga serius sama Aluna hiks"Ujar Aluna sambil menangis


"Aluna emang bodoh hiks.Gampang banget percaya sama dia hiks"Lanjutnya


"nggak sayang,Aluna ngga bodoh.Bagus yang bodoh udah nyia nyiain Aluna"Arka mengusap lembut rambut adiknya yang sekarang sudah menempatkan kepalanya di paha Arka.


*****