
"Ka Bagus?"Lirih aluna saat ia sudah tiba di sebelah Bagus
Bagus langsung menoleh kaget mendapati aluna dengan air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya memandang dirinya dengan kecewa.
"Sayang?"Bagus hendak memegang tangan Aluna dan menyuruhnya duduk namun Aluna menepisnya.
"ternyata bener yaa ka,padahal aku sengaja diemin kakak dan berusaha nyari tau sendiri karena aku berusaha percaya sama kakak.Tapi ternyata emang seperti ini kenyataannya"Tangis Aluna akhirnya pecah
Kimmy malah tersenyum melihat tangisan Aluna.Ia merasa menang dan rencana nya telah sukses.
"Sayang,gak kaya gitu ceritanya.Aku nemuin Kimmy untuk minta penjelasan buat semuanya"Bagus mencoba menjelaskan.
"dengan cara bisik - bisik mesra kaya tadi?"sindir Aluna.
"bukan begitu sayang,tadi tuh...."Belum selesai Bagus berbicara Aluna sudah memotongnya.
"Diam!! "Bentak aluna.ia sudah tidak peduli akan jadi perhatian seluruh pengunjung cafe.ia sudah sangat muak.
"Dan Kamu!"Tunjuk Aluna pada kimmy yang hanya di balas dengan senyum mengejek oleh Kimmy.
"Kamu pasti sengaja kan nyuruh aku kesini biar bisa liat sendiri kalo kalian berdua mesra-mesraan begini?"Tunjuk Aluna pada Bagus dan kimmy bergantian.
"apa maksud kamu?kamu mau negasin ke aku kalo ka Bagus sekarang pacar kamu gitu?"Kimmy masih enggan untuk menjawab Aluna.Ia masih tersenyum mengejek pada Aluna.
"Kamu sengaja gitu?kamu tenang aja aku gak bakal peduli sama kamu dan pacar kamu lagi karena mulai detik ini aku sama dia gak ada hubungan apa-apa lagi.jadi gak perlu kamu susah - susah ngelakuin hal kaya gini lagi"Setelah selesai bicara Aluna langsung bergegas meninggalkan bagus dan Kimmy.
Bagus yang mendengar kata-kata Aluna pun langsung terkejut.Namun sesaat kemudian ia sadar dan mencoba mengejar Aluna.sebelum beranjak Bagus sempat menatap Kimmy dengan marah.
"Inget urusan kita belum selesai.lo harus jelasin ke gw maksud semua ini."Bagus lalu pergi dan mengejar Aluna meninggal kan Kimmy yang saat ini tengah bahagia karena dua rencana yang ia susun dengan Dinar berjalan lancar.
Aluna bergegas menunu mobilnya.Hari ini Aluna memang menyetir sendiri tanpa supir.karena supir sedang menemani papahnya menengok proyek di Bandung.
Aluna masuk dan duduk di depan kemudi namun ia tidak langsung menjalankan mobilnya,ia menyandarkan kepalanya di atas kedua tangannya yang menggenggam kemudi.Ia menangis.menumpahkan segala amarah dan rasa sesak di dadanya.
Biarlah ia menangis saat ini agar hatinya lega.ia terus terisak hingga tidak menyadari kalau Bagus berdiri disebelah mobilnya dan sejak tadi mengetuk jendela di samping Aluna tersebut.Aluna terlalu larut dalam tangisannya di tambah rintik hujan menemani kegundahan hatinya.
Bagus berdiri sudah sekitar 5 menit di samping mobil Aluna.Bajunya juga mulai basah terkena rintik air hujan namun Bagus enggan beranjak dari sana.
Ia takut kalau ia beranjak,ia akan benar-benar kehilangan Aluna.Bagus sangat mengenal Aluna.Maka ia lebih memilih kehujanan daripada harus melepas Aluna.
Mungkin berlebihan kalau di bilang Bagus sangat mencintai Aluna.Di usia mereka yang masih labil kata cinta memiliki makna yang sedikit absurd.
Tapi satu yang Bagus yakini kalau saat ini ia tidak sanggup untuk kehilangan Aluna.Ia terlalu nyaman dengan gadis itu di setiap waktunya.
*****