It's About Love

It's About Love
part 41



Aluna hanya tersenyum sambil memegang bibirnya.


"Hayo abis ngapain....."


Aluna pun sedikit terlonjak lalu menoleh ke arah suara tersebut.


"apaan sih ka Arka ngagetin aja"Aluna mengerucutkan bibirnya.


"jangan kebanyakan senyum sendirian,nanti yang ada lo bisa gila hahahaa"Arka berlalu sambil meledek adik kesayangannya itu.


"iiihh ka Arka rese"Aluna pun beranjak dari duduknya lalu menuju ke kamar,Ia amat lelah dan ingin istirahat.


"Loh belum tidur reen?"Tanya Aluna saat mendapati Maureen tengah duduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponselnya.


"Aku belum ngantuk tapi arka maksa aku buat istirahat"Ucap Maureen sambil cemberut.


"yaudah kita ngobrol ngobrol aja yuuuk,tapi aku bersih bersih dulu yaa"Aluna lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


sekitar sepuluh menit kemudian Aluna keluar kamar mandi dengan sudah mengenakan piyama tidurnya.


"Sini reen,kita ngobrol sambil tiduran aja kaya dulu"Ajak Aluna sambil menepuk nepuk kasur yang ia duduki.


Maureen pun menurut lalu duduk di sebelah Aluna yang kini sedang sibuk mengenakan maskernya.


"kamu mau maskeran juga?"Tawar Aluna pada Maureen.


"Boleh"


Aluna kemudian memberikan satu sachet masker siap pakai kepada Maureen.setelah mereka mengenakan masker,merekapun merebahkan diri nya berdampingan.


"Jadi gimana kamu sama Bagus?"Maureen memulai obrolan mereka.


"Kalo yang kamu maksud hubungan aku sama dia aku gak tau"


"Loh bukannya tadi kalian udah tunangan?"Maureen sedikit kaget dengan jawaban yang di berikan oleh Aluna.


"gak tau reen.Aku masih bingung"Ujar Aluna lemah.


"Apa yang bikin kamu bingung?kalo kamu emang belum yakin kenapa kamu setuju buat tunangan sama Bagus tadi?"


"Aku gak nolak dia karena gak mau ngecewain orang tua kami reen.Aku gak tega liat Maminya berharap banget tadi sama aku.Aku juga gak bisa bohong kalo aku sayang sama dia"


"nah terus apalagi masalahnya?"


"Jadi sekarang kamu mau nya gimana?"Tanya Maureen gemas


"sementara aku jalanin aja apa yang ada.Aku gak mau berharap ataupun nolak.biar semua mengalir gitu aja.Mudah mudahan aja apa yang dia omongin itu nyata bukan cuma kebohongan"


"well,anything you choose I'll always support you my little sister"


"Makasih yaaa reen,aku seneng kamu pacaran sama ka Arka.Aku jadi ngerasa punya kakak cewek sekarang"Aluna dan Maureen tersenyum manis.


Mereka pun membahas banyak hal,mulai dari sekolah Aluna yang sebentar lagi tamat hingga kesehatan Maureen yang makin baik dari hari ke hari,hingga akhirnya mereka pun tertidur karena kelelahan.


*****


Jam sudah menunjukan pukul 08.00 namun kedua gadis yang kelelahan itu masih belum beranjak dari tidurnya.


Aluna dan maureen masih setia bergelung dalam selimut yang sama.


Ponsel Aluna telah berdering berkali kali namun Aluna tidak juga berniat membuka matanya.


Di tempat lain Bagus memandang kesal pada ponselnya.sudah lebih dari lima kali Bagus menghubungi ponsel Aluna namun tidak juga di jawab.Pesan yang di kirimkan Bagus pun belum ada yang di baca.


Akhirnya setelah mandi dan sarapan Bagus memutuskan untuk menemui Aluna.


sekitar pukul 09.00 Bagus telah berada di rumah Aluna.Dia memencet bel beberapa kali hingga pintu akhirnya di buka.


"Eh Bagus,ayo masuk"


Bagus pun menurut untuk masuk.


"Ayo duduk dulu gus"


Bagus kemudian duduk.


"Mau minum apa gus?nanti aku suruh bibi bikinin"


"gausah reen.bisa tolong panggilin Aluna aja?"


yaaa,ternyata Maureen lah yang telah membukakan pintu untuk Bagus.


"Oh,oke.aku panggilin Aluna dulu yaaa".