
Maureen baru saja hendak beranjak dari duduknya ketika Aluna datang.
"Loh yang,ada apa pagi pagi kesini?"Aluna menghampiri Bagus lalu duduk di sebelahnya.
"Aku telponin kamu berkali kali tapi kamu gak jawab.Aku kirim pesan juga gak ada yang di respon"Bagus sedikit merajuk.
"oh ya?masa sih?"
"iyalah,coba aja liat hape kamu."
"Hape aku di kamar,nanti aku liat deh"
"eemm kayanya aku masuk dulu yaaa,gak enak ganggu kalian"Ujar Maureen.
"eeh mau kemana reen?udah duduk sini aja"Cegah Aluna pada maureen yang hendak beranjak dari duduknya.
"Aku mau cari Arka dulu,mau ngomongin so tiket pulang ke Singapura"
"Kamu udah mau pulang ke singapura reen?"Kali ini Bagus yang bertanya.
Aluna melirik Bagus sekilas dan Bagus menyadari hal itu,Bagus pun tersenyum kikuk takut Aluna akan kembali marah padanya.
"iyaaa,dokter ga ngijinin aku lama lama di sini,soalnya aku masih dalam tahap recovery"Maureen menjelaskan.
"oh.cepet sembuh yaa"Bagus mencoba berbicara sedatar mungkin mencegah Aluna kembali cemburu padanya.
"Ka Arka ada di taman belakang sama Mamah kayanya"Ujar Aluna memberitahu Maureen.
"Yaudah aku susulin Arka dulu yaa sekalian nanti aku suruh Bi surti buatin Bagus minum"Ujar maureen.Aluna hanya mengangguk sambil tersenyum sedangkan Bagus enggan untuk kembali menanggapi.
Maureen pun beranjak dari duduknya kemudian menuju dapur mencari Bi Surti.Setelah meminta Bi Surti untuk membuatkan minuman untuk Bagus,ia lalu ke taman belakang menemui Arka dan Mamah Nadia.
Di ruang tamu Aluna masih diam tidak berniat untuk memulai pembicaaraan dengan Bagus.Entah kenapa rasanya ia masih malas untuk berbicara dengan Bagus.
"Aku mau ngajak kamu pergi makanya dari pagi aku nelponin dan ngirimin pesan ke kamu tapi gak ada yang di respon sama sekali."Bagus sedikit merajuk
Aluna memutar bola matanya malas.Padahal ia masih malas untuk bertemu Bagus.Aluna masih belum yakin dengan keputusannya dan ia masih butuh waktu untuk menata hatinya.
"Kita ke puncak yu sayang,refreshing biar otak dan tubuh kita fresh lagi"
"Ke puncak?"
Bagus mengangguk sambil tersenyum.
"badan aku masih capek banget,males kemana mana"Rengek Aluna
"nanti di vila kan kamu bisa istirahat sepuasnya"Bujuk Bagus.
"tapi besok kan aku sekolah"
"Bukannya udah selesai semesteran?"
"iya sih,tapi kan masih harus masuk"
"Ayolah,kita butuh refreshing dan quality time"Bagus kembali mencoba membujuk Aluna.
"kita berangkat kapan?"Tanya Aluna pada akhirnya.
"Sekarang kalo bisa"
"yaudah aku siap siap dulu.kamu mau nunggu sini apa gimana?"
"aku pulang dulu aja,mau siap siap juga."Bagus mengecup kening Aluna singkat kemudian beranjak pergi.
Aluna masih terduduk dalam diam di atas sofa.ia masih bingung bagaimana ia harus bersikap. sejujurnya masih ada rasa kesal dalam hati Aluna karena sikap Bagus kemarin,namun ia juga tidak mau hubungannya kembali berantakan.
"Loh den Bagusnya kemana non?ini bibi bawain minum malah orangnya gak ada?"Bi surti datang dengan nampan di tangan yang berisi jus jeruk dan sepotong kue untuk Bagus.
"Udah pulang.udah minum sendiri aja bi"Jawab Aluna kemudian berlalu meninggalkan Bi Surti.
"Beneran non?"
"iyaa"jawab Aluna sedikit berteriak karena ia sudah berada agak jauh dari tempat bi surti.