
"Buat apa kamu kesini?"Ujar Aluna dengan nada dingin.
"ko kamu ngomongnya gitu?"
"udahlah ka,ga perlu berpura pura lagi di depan aku.aku udah muak banget"Ujar Aluna sambil menahan tangisnya.
Bagus sedikit tersentak dengan perkataan Aluna.
"Sayang,jangan ngomong begitu"Bagus berusaha menenangkan Aluna.
"udahlah Bagus antara,kamu ga usah sok manis di depan saya.sekarang kamu keluar dari kamar saya!saya gak mau ngeliat kamu!mulai saat ini kita gaada hubungan apa apa"bentak Aluna
"Sayang,kamu apa apain sih?jangan ngomong begitu ah"
"saya nggak bercanda!udah cukup semua nya.saya capek cuma jadi pelarian kamu.saya capek cuma jadi bayangan!"Ujar Aluna dengan nada tinggi.
"tapi gak..."Belum selesai Bagus bicara namun Aluna sudah memotongnya
"Keluar saya bilang!saya gak mau liat muka kamu yang penuh topeng itu!"teriak Aluna
Arka dan Maureen yang mendengar suara adiknya langsung mendatangi kamar Aluna.
"Kenapa teriak teriak sih dek?"Tanya Arka begitu sampai di kamar Aluna.Di lihatnya Aluna dengan air mata yang masih berurai dan Bagus yang berdiri tidak jauh dari aluna.
Maureen yang berada di samping Arka hanya menatap bingung Bagus dan Aluna.ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.
"Ka,tolong suruh dia keluar"Pinta aluna pada kakaknya.
"Sayang jangan begini"Bujuk Bagus.
"Ka,suruh dia keluar sekarang"Bentak Aluna
Arka yang mengerti kemudian mengangguk pada Aluna dan menghampiri Bagus.
"Gus,mendingan lo keluar dulu ya.biarin Aluna sendiri"Kata Arka
"Tapi ka,gw belom selesai ngomong sama Luna"Ujar Bagus memelas.
Akhirnya Bagus menurut dan keluar dari kamar Aluna.Arka dan Maureen juga meninggalkan Aluna seorang diri di kamar.
"sebenernya ada apa sih?aku bingung sama sikap Aluna dari tadi"Tanya Maureen.
"Nanti aku jelasin"Ujar Arka.
Bagus dan Arka pun duduk di ruang tamu sedangkan Maureen memilih merebahkan tubuhnya sambil menonton televisi.
"Ka tolongin gw,lo harus bujuk ade lo biar mau ngomong sama gw"Ujar Bagus frustasi
"gw gak tau kenapa Aluna sampe ngamuk kaya tadi,tapi yang pasti gw gak bisa bantu apa apa.lo sendiri tau kan gimana aluna?"
"ini emang salah gw ka.udah kesekian kalinya gw nyakitin Aluna.Gw sayang sama Aluna tapi gw juga gak bisa bohong kalo gw masih ada rasa sama Maureen,biarpun gw tau itu gak mungkin"Bagus mengusap kasar wajahnya.
"emang ini salah elo,elo yang labil!gak bisa ambil keputusan.kalo Aluna sampe kaya gini ya karena emang elo udah kelewatan"Ujar Arka dengan nada dingin.
"Lo jangan tambah mojokin gw dong ka.gw udah pusing gimana cara ngadepin ade lo,jangan lo tambah tambahin lagi dong"Bagus kesal mendengar kata kata Arka yang sesungguhnya merupakan sebuah kebenaran.
"Emang ada yang salah sama omongan gw?kalo elo gak labil dan bisa ambil keputusan,semua nggak bakal jadi begini.baru liat Maureen semenit aja udah gpyah lo"
"Udahlah gw gak mau ngeladenin elo.mendingan gw pulang nenangin pikiran.besok pas birthday party nya Aluna gw kesini lagi"Ujar Bagus sambil beranjak dari duduknya.
"Gw rasa mending elo gak usah dateng dulu deh besok"
Bagus berhenti melangkah begitu mendengar ucapan Arka.
"Maksud lo apa sih ka?lo mau bikin gw sama luna bener bener putus?"Bagus menatap sengit ke arah Arka.
"Kalo lo dateng di acara besok itu bakal bikin mood Aluna jadi jelek.lo gak mau kan dia nggak bahagia di hari ulang tahunnya?"
Sejenak Bagus berfikir.
"Gak taulah,liat aja besok"Bagus berlalu meninggalkan Arka.
*****