
karena Arka tidak kunjung selesai berbincang dengan Bagus,Maureen memutuskan untuk menemani Aluna di kamarnya.
Maureen mencoba mengetuk pintu kamar Aluna dan memanggilnya.
"Lun,boleh aku masuk?"
"iyaaa,masuk aja reen"
Maureen pun masuk.di lihatnya Aluna yang sedang berbaring dan mengenakan masker.
"Aku fikir kamu tidur"Ujar Maureen membuka obrolan mereka.
"aku nggak ngantuk,jadi mendingan maskeran biar besok muka aku seger dan cerah"
"besok kamu pasti cantik banget deh"Puji Maureen
"Terus sekarang aku gak cantik gitu?"Aluna pura pura cemberut.
"hahahaa yaa nggak lah.adeku ini selalu cantik"Maureen tertawa melihat tingkah aluna yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
Aluna bangkit kemudian membersihkan sisa sisa masker yang tadi ia kenakan.setelah selesai ia duduk di samping Maureen.
"tanyain aja apa yang kamu mau tanyain.aku gapapa"Kata Aluna sambil tersenyum.
"Sebenernya tadi itu ada apa?dan aku baru tau kalo kamu kenal sama Bagus juga"
"Sebenernya bukan cuma kenal sih"Aluna menggantung omongannya.
"terus ?"Tanya Maureen penasaran.
"Aku sama Bagus itu pacaran.Udah 8 bulanan lebih"Aluna menjelaskan dengan tenang.
"hah? kamu serius?"Maureen kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dan Aluna hanya mengangguk mendengar pertanyaan Maureen.
"Aku tau Bagus sama ka Arka sempet berantem karena kamu"Ujar Aluna
"Kamu tau soal itu?"Maureen mencoba meyakinkan dan Aluna hanya mengangguk.
"terus? "Tanya Maureen lagi.
"Ka Bagus itu sayang sama kamu reen"Lirih Aluna.
"Tadinya aku fikir aku bisa bantu dia lupain kamu.aku fikir delapan bulan ini udah buat dia bisa ngelepas kamu dan ngasih hatinya secara utuh buat aku.Tapi ternyata aku salah reen.Aku yang terlalu berharap"Aluna kembali terisak.
"Kamu gak salah Lun.Aku yakin Bagus emang udah ngelupain aku"Ujar Maureen sambil mengelus lembut punggung Aluna.
"nggak reen.Dia nggak pernah ngelupain kamu.Aku yakin perasaan dia masih sama ke kamu.Cara dia ngeliat kamu dan cara dia bersikap sama kamu tadi itu udah jadi buktinya reen"lirih Aluna di tengah isakan kecilnya.
"Maafin aku Lun.Aku gak nyangka akan jadi begini"Maureen tertunduk menyesal.
Aluna menyeka air mata yang mengalir dari kedua mata indah nya kemudian memeluk Maureen.
"nggak reen,gaada yang salah di sini.Perasaan itu gak bisa kita paksa dan aku ngerti itu."ujar Aluna sambil melepas pelukannya.
"Aku udah coba buat bertahan selama delapan bulan ini.Aku selalu mencoba buat ngegeser kamu di hati ka Bagus dan jadi satu satunya yang ada di hati dia tapi dia yang milih untuk tetap menempatkan kamu di antara kami"Aluna menghela nafas.
"Aku udah mutusin buat akhirin ini semua.Bukan karena aku egois,aku cuma ngerasa udah gak bisa bertahan.Aku gak nyalahin siapapun,Demi Tuhan gak ada sedikitpun di fikiran aku untuk nyalahin kamu apalagi marah sama kamu"Lanjut Aluna.
"Kamu yakin sama keputusan kamu?"Tanya Maureen.
"Aku gak tau,tapi aku rasa ini yang terbaik.aku gak bisa maksain semuanya.Aku gak mau semakin kecewa dan malah bikin hubungan kita semua jadi gak baik"Kata Aluna sambil tersenyum.
"Aku bangga sama kamu dek"Maureen memeluk Aluna.
"Udah ah pelukan mulu,kaya teletubies aja"Aluna terkekeh.
Maureen tertawa kecil menanggapi gurauan Aluna.
"Yaudah kamu istirahat sana,besok pasti bakal capek deh ngurus pesta ultah kamu"Suruh Maureen.
"siap bos"Aluna berlagak seperti berkata pada atasannya.Maureen kembali tertawa.
"aku ke bawah dulu,nanti aku balik lagi nemenin kamu tidur"
Aluna mengangguk kemudian Maureen meninggalkannya seorang diri.
Aluna mengambil ponselnya.Ada beberapa pesan yang ia sudah tau dari mana pengirimnya.
******