
Apa kamu bersedia memakai cincin ini dan mengikat janji kalo kita akan terus menjalani hari hari kita sampai nanti kita sama sama sukses dan siap untuk menikah tanpa ada siapapun lagi di antara kita?Apa kamu bersedia untuk bertunangan sama aku dan menunggu aku sampai aku bisa membawa kamu ke pelaminan dan menemani kamu sampai kita tua nanti?"Ujar Bagus dengan mantap.
Aluna kembali menatap kedua orangtua mereka.Kedua orang tua mereka kompak mengangguk sambil tersenyum.
Kini Aluna sudah kembali menatap Bagus.Terlihat cowok ganteng itu sedikit berkeringat di dahinya padahal di ruangan ini full Ac.Mungkin itu terjadi kerena Bagus terlalu gugup.
"aku..aku..."Aluna tergagap dan secara tidaj sadar air mata yang sesari tadi ia tahan pun menetes jatuh.
"jangan nangis sayang,aku sakit kalo liat air mata kamu menetes.kalo kamu emang gak mau jawab sekarang gapapa.Aku bakal nunggu"
"aku...aku mau tunangan sama kamu"Jawab Aluna dengan air mata yang semakin deras membanjiri pipinya.
mendengar jawaban Aluna,Bagua langsung bangkit lalu memeluknya.Aluna membenamkan mukanya di dada Bagus sambil terus terisak.Bagus berkali kali mencium pucuk kepala Aluna.Setetes air mata pun mengalir dari matanya.
Ke dua orang tua mereka pun mendekat lalu memeluk mereka bergantian.
"Nah sekarang kalian pasang cincin itu ke jari manis pasangan kalian"Ujar Mamah nadia.
Bagus pun mengambil satu cincin yang berukuran lebih kecil dan menyematkan nya di jari manis Aluna,begitu pun Aluna yang mengambil cincin berukuran lebih besar dan menyematkan nya pada Bagus.
Bagus berkali kali menciumi tangan Aluna yang terdapat cincin pertunangan mereka dengan tak henti hentinya berkata terimakasih pada Aluna.
"Para undangan,terimakasih sudah hadir sekaligus menjadi saksi pertunangan Bagus dan Aluna.semoga mereka bisa saling menjaga cinta mereka satu sama lain dan berakhir di pelaminan"Doa Mamah Nadia.
Satu persatu tamu pun pamit begitu pula ke dua orang tua Bagus yang terpaksa harus kembali ke rumah lebih cepat karena besok mereka harus keluar kota pagi pagi sekali.
sekarang tinggal Bagus dan Aluna yang sedang duduk di ruang tamu,Mamah dan Papah sudah kembali ke kamar untuk berganti pakaian.
"Sayang,makasih buat kesempatan yang kamu kasih.aku janji ini yang terakhir kali nya aku bikin kamu sedih"Ujar Bagus sambil terus mencium tangan Aluna.
"Aku nggak nyangka kamu bisa kaya tadi"Aluna masih sedikit tidak percaya akan apa yang terjadi di acara ulang tahunnya tadi.
"Jadi Mamah sama Papah tau kamu mau ngasih cincin ke aku?"Ujar aluna kaget.
"ya jelas tau lah,nggak mungkin tiba tiba aku berani ngajak tunangan kalo nggak ijin dulu."
"terus gimana respon mamah dan papah waktu pertama kali kamu bilang mau ngajak aku tunangan?"Aluna penasaran
"Sebenernya awalnya Mamah ngga ngijinin karena mamah tau masalah kita dan kamu juga yang masih sekolah,tapi berkat papah akhirnya mamah setuju"Bagus tersenyum
"Oh jadi papah yang usahain bukan kamu?"
"Bukan gitu sayang,justru karena papah ngeliat usaha aku dia jadi mau bantuin buat bujuk mamah.aku baru tau kalo ternyata ngebujuk mamah itu lebih susah di banding bujuk kamu"cerita Bagus.
"iyalah,mamah emang orangnya lebih keras dari aku.tapi itu semua karena dia sayang banget sama anaknya"
"iya aku tau.sayang,udah malem,aku pulang dulu yaa.kamu juga istirahat,pasti capek kan?"
Aluna hanya mengangguk.
Kemudian Bagus mencium keningnya,lalu ke dua pipinya sampai pada bibir Aluna Bagus mengecupnya berkali kali kemudian kecupan itu berubah menjadi lumatan.Aluna membalas lumatan yang di berikan Bagus pada bibirnya.Lidah Bagus menyeruak masuk mengabsen setiap sudut mulut Aluna.Lidah mereka pun saling berkelit.
Bagus berkali kali menyedot bibir Aluna sampai bibir itu terlihat bengkak dan sangat basah.Terakhir Bagus memberikan kecupan kembali di bibir Aluna.
"Terimakasih sayang,aku pamit"Ujar bagus kemudian beranjak pergi.
Aluna hanya tersenyum sambil memegang bibirnya.
"Hayo abis ngapain....."
*********