
"aku sayang sama ka arka,karena ka arka itu kk aku"Jelas Aluna
"What!?"Ujar Bagus setengah berteriak karena kaget.
"kenapa?ko kamu kaget begitu sih?"Tanya Aluna memancing Bagus.
"hhmm gak,ga ada apa - apa.Aku cuma ngga nyangka aja ternyata kamu ade nya Arka"
"Kamu kenal ka Arka dimana?"
"Arka temen sekolah aku di sekolah yang lama"
"Berarti kamu kenal Maureen juga dong?"Aluna kembali mencoba memancing Bagus.
Deeeggg..
jantung Bagus berdetak lebih cepat saat mendengar nama gadis itu.
"Kamu ga kenal Maureen?"Aluna mencoba mengulang pertanyaannya.
sebenarnya ada sedikit rasa tidak nyaman di hati Aluna melihat perubahan raut wajah Bagus saat mendengar Aluna menyebut nama Maureen.
"kenal"Jawab Bagus singkat.
"Oh ya kamu tau ga kalo Maureen sakit?"
tiba - tiba Bagus menginjak remnya dan Aluna di buat sedikit terpental ke depan karenanya.
"iiihh kamu apaan sih,kebiasaan deh suka nge rem mendadak gitu"Aluna mengerucutkan bibirnya.
"Maaf sayang ku ngga sengaja,tadi kamu bilang Maureen sakit,sakit apa?"Bagus mengelus lembut kening Aluna.
"Gatau sakit apa,tapi kayanya parah sih.Maureen udah 3 bulan di rawat di singapura"
Bagus terdiam memikirkan omongan Aluna.Aluna pun memperhatikan raut wajah kekasihnya tersebut.Aluna berfikir bahwa Bagus masih memiliki perasaan terhadap Maureen.Aluna memang bodoh,sengaja memancing kekasihnya untuk melihat isi hatinya.Tapi Aluna hanya ingin melihat kebenaran walaupun akhirnya hatinya sakit melihat ekspresi yang di tunjukan kekasihnya saat membahas tentang Maureen.
"Sayang,kamu kenapa?"Aluna mencoba menegur Bagus.
"hah?oh aku gapapa"Baguspun tersadar dari lamunannya.
"hhmm Lun,hari ini kita gajadi keluar yaa.kita balik ke rumah kamu aja"
Aluna sedikit kecewa dengan keputusan Bagus,tapi ia pikir akan lebih baik mereka kembali ke rumah di banding dengan melanjitkan pergi dengan suasana yang sudah tidak enak seperti sekarang.Karena masing-masing dari mereka memiliki pikiran yang bercabang.
"hhmm...okelah"Kata Aluna sambil membuang nafas kasar
mereka pun memutar balik dan kembali menuju rumah Aluna.
"Aku ambilin minum dulu yaa kaa"Ujar Aluna sambil hendak beranjak menuju dapur namun di tahan oleh Bagus.
"Gausah sayang,kamu bisa tolong panggilin kakak kamu aja gak?aku mau ngomong sama dia"Ujar Bagus
Aluna mengangguk kemudian berlalu menuju kamar Arka.Di kamar,Arka sedang sibuk dengan laptopnya.
"Ka Arka"Sapa Aluna
"hhmmm"
"Ka Arka"
"Apa sih de"Ujar Arka tanpa menoleh ke adik tersayangnya.
"Ada ka Bagus di bawah"
"terus? "Arka tidak bergeming dan tetap fokus ke laptopnya
"katanya ada yang mau di omongin sama kakak"Lanjut Aluna
Arka diam lalu menatap Aluna.
"Emang dia udah tau gw kk lo?"
Aluna mengangguk.
"Okelah,coba kita liat dia mau ngomong apa"Arka bangkit lalu menuju ke ruang tamu di ikuti Aluna di belakangnya.
di ruang tamu Bagus terlihat tengah duduk dengan tidak tenang.Aluna berhenti sebelum sampai di ruang tamu,sedangkan Arka menghampiri Bagus.
"Gus.."Sapa Arka
Bagus mendongakan kepalanya lalu tersenyum miring pada Arka.Arka lalu memposisikan dirinya duduk tidak jauh dari Bagus.Aluna menunggu di tempat yang tidak terlalu jauh jadi masih bisa mendengar apa yang di bicarakan ke dua pria tersebut.
Lama tidak ada yang mulai berbicara hingga akhirnya Arka jengah dan mencoba memulai pembicaraan mereka.
"Jadi apa yang mau lo omongin?"Tanya Arka to the point.
"Gw mau tau soal Maureen"
deegg...
Aluna merasa sedikit nyeri di hatinya saat Bagus menyatakan keingintahuannya pada wanita yang menjadi alasan pertengkaran kekasihnya dan juga kakak nya tersebut
*****