It's About Love

It's About Love
part 09



merekapun mengobrol banyak hal sampai tidak sadar kalau hari telah sore.


Baguspun pamit untung pulang dan Aluna mengantar sampai ke depan.


"Makasih ya sayang kamu udah nerima aku"kata Bagus.


"Sayang?"


"iya,sayang.boleh kan aku manggil nya sayang aja?kamu kan pacar aku sekarang?"Bagus menggenggam kedua tangan Aluna secara bergantian.


Aluna yang di perlakukan demikian pun menjadi gugup.


"bo boleh ko ka"jawab Aluna sambil tersenyum.


"Yaudah,aku pulang dulu yaaa.kamu istirahat sana"Ujar Bagus sambil memasuki mobil.


"Aku jalan yaa sayang"Bagus kemudian melajukan mobilnya sambil sesekali melihat pantulan pacarnya di kaca spion mobilnya.


"Akhirnya hari ini dateng juga.Gw ga bakal sia siain kesempatan ini"Bagus tersenyum,tapi entah mengapa senyum nya terlihat beda dari biasanya.


Aluna masih terdiam di depan gerbang sambil memandang mobil kekasihnya yang semakin menjauh.


"ko aku ngerasa kaya ada sesuatu yaa?hhmm...entahlah,mungkin aku terlalu bahagia hari ini"Aluna lalu memasuki rumah dan langsung ke kamar untuk beristirahat.


Saat tiba makan malam Aluna turun dan sudah mendapati keluarga di meja makan.


"De,kata mamah lo tadi bawa pacar lo ya ke rumah?"Tanya Arka


"iisshh mamah nih yaa"Aluna merajuk


"loh kenapa?kan mamah bener,tadi emang calon menantu mamah dateng kesini.Pake peluk2an di dalem mobil lagi,udah bagus ga di grebek satpam"Ujar mamah Nadia tanpa dosa dan sukses memancing tawa Arka juga Papah.


Aluna hanya cemberut di ledek seperti itu.


"emang siapa pacar lo de?"


"kk kelas luna,anak kelas XII ka"


"Oh satu sekolah.siapa namanya?"Arka kembali bertanya


"Namanya Bagus"


"Bagus!?"Arka terdengar kaget saat nama tersebut keluar dari bibir adik kesayangannya.


"iya,Bagus.emang kenapa ka?"Tanya Aluna menyelidik.


"hah?engga ko,gapapa"jawab Arka.


"semoga bukan dia,nama Bagus di Jakarta ini banyak banget.mungkin cuma kebetulan"ujar Arka dalam hati.


"Udah udah,ngobrolnya nanti lagi.sekarang makan dulu yaa,tuh Bi Surti udah masak banyak"Kata mamah Nadia.


Mereka pun lalu makan dengan tenang,hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berbunyi di atas piring mereka.


Setelah selesai makan,Aluna langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat,Mamah dan papah duduk di ruang keluarga untuk menonton televisi sedangkan Arka juga terlihat duduk di ruang tamu sambil membuka laptopnya.


Arka kemudian menyalakan fitur chat di laptopnya kemudian menekan nama seseorang lalu mencoba menghubunginya.


"Arka?"terdengar suara lirih seorang wanita di ujung sana.


"Maureen,aku swicth ke video call boleh?"Tanya Arka.


"iyaaa"Jawab wanita tersebut.


Arka kemudian merubah panggilannya menjadi video call.Terlihat seorang gadis cantik tengah terbaring di ranjang dengan wajah pucat.rambutnya sangat tipis,hanya tersisa beberapa mungkin.Kantung matanya menghitam menandakan kalau gadis tersebut kurang beristirahat.


"gimana keadaan kamu?"Ujar Arka memulai pembicaraan.


"Aku baik,kamu gausah khawatir.kamu gimana?"


"Aku juga baik.Kamu kapan pulang sayang?"Mata Arka mulai berkaca-kaca


"hey..kamu udah janji loh ga bakal sedih.kalo kamu begini ku ga mau video call sama kamu"Gadis benama Maureen itu pura-pura merajuk.


"Aku ga sedih ko.Aku cuma kangen sama kamu.udah hampir sebulan kita ngga ketemu"Arka berusaha menutupi rasa sedihnya.Melihat wanita yang paling ia sayangi terbaring lemah dengan wajah yang begitu pucat sungguh membuat hatinya merasa tak karuan.


"Sayang,aku di sini lagi berjuang buat kamu.kita harus sama-sama kuat yaa.sebentar lagi kamu ujian,kamu harus lulus dengan nilai terbaik yaa"Ujar Maureen menenangkan kekasih hatinya tersebut,padahal dalam.hatinya juga ia merasa sangat hancur.


"Nanti selesai Ujian,aku bakal nyusul kamu ke singapura.aku bakal bilang sama mamah dan papah buat kuliah disana supaya bisa sering nemenin kamu"


"iya sayang,aku pasti tunggu kamu.Sekarang udah malem,aku mau istirahat dulu yaa.kamu juga istirahat"


"iya sayang,jaga diri baik-baik saat aku gaada di samping kamu.aku sayang banget sama kamu"Ujar Arka sambil terus menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Aku juga sayang banget sama kamu Arka,bye"Maureen lalu mematikan sambungan telepon mereka,menyisakan Arka yang hanya tertunduk tanpa bisa menahan air matanya lagi.


"Sayang..."Mamah nadia mengelus pelan pundak Arka.


Arka mendongak mengadahkan kepalanya melihat ke arah mamahnya,bukannya berhenti menangis Arka malah semakin terisak.


Mamah Nadia lalu memeluk dan mengusap lembut punggung anak kebanggaannya itu.


"Arka,kamu harus percaya ya kalo Maureen akan kuat melawan sakitnya.Kamu ga boleh begini,kalau Maureen tau kamu lemah gini,dia akan tambah sedih dan itu ga bagus untuk pengobatannya disana"Mamah Nadia berusaha menenangkan Arka.


"Arka ga tega liat keadaan Maureen mah.Rambut panjang dan lebat yang selama ini selalu Maureen banggain sudah hilang,Kulit yang selalu terawat kini hanya terlihat pucat pasi.Arka tau Maureen pasti sedih banget.dia paling suka sama rambut dan kulitnya Mah.Maureen selalu tersenyum,dia selalu bilang baik - baik aja.Tapi Arka tau dia ga lagi baik - baik aja mah.Gimana bisa dia baik - baik aja saat penyakit itu terus menggerogoti tubuhnya?saat penyakit itu harus membuat dia kehilangan impiannya?Arka ga bisa lihat dia begitu mah"Arka terus menangis dalam pelukan Mamahnya.


"Mamah tau sayang,Mamah ngerti.Tapi gaada yang bisa kita lakuin sekarang.Kamu cuma bisa bantu nguatin dia dan doain yang terbaik untuk Maureen.Sekarang gimana kamu mau nguatin Maureen kalo kamu aja begini?"


Arka melepas pelukan pada Mamahnya.ia menghapus sisa air mata yang sempat menetes.


"mamah bener.Arka harus kuat.Arka harus belajar yg giat biar lulus dengan nilai yang baik dan bisa kuliah di singapura,jadi Arka bisa nemenin dan ngasih semangat ke Maureen"


"Nah gitu dong,itu baru anak mamah"Mamah Nadia mengecup lembut kening anaknya tersebut.


"Makasih ya mah,mamah selalu bisa ngertiin Arka"


"iya sayang.Sekarang Arka balik ke kamar yaa,istirahat.besok kan masih harus sekolah.Inget 1 bulan lagi ujian dan kamu harus bersiap.Jangan sampe kamu ngecewain Maureen"Ujar Mamah Nadia sambil mengelus rambut anaknya.


"Yaudah Arka balik ke kamar dulu ya mah"Arka pun beranjak membawa laptopnya untuk kembali ke kamar dan beristirahat.


Mamah Nadia terus melihat anaknya yang semakin menjauh.Jauh di lubuk hatinya Mamah Nadia juga merasa sedih dengan apa yang terjadi pada putra kesayangannya.


*****