It's About Love

It's About Love
part 11



Setelah mandi dan berganti pakaian Arka kembali ke ruang tamu,tapi ia tidak melihat kehadiran Bagus disana.Hanya ada Aluna yang sedang sibuk dengan posel pintarnya.


"Pacar lo kemana dek?"Tanya Arka sambil duduk di samping Aluna.


"Baru aja pulang,mau istirahat.capek abis ujian katanya"


"Dek,gw mau ngomong sama elo"


"ngomong aja sih"kata Aluna sambil tetap menatap ponsel pintarnya.


"Dek,gw serius"Ujar Arka sedikit kesal.


"oke,oke.Sekarang mau ngomong apa?"Aluna meletakan ponselnya di atas meja.


"soal Bagus..."


Aluna hanya diam tidak berniat mennyela kata-kata kakaknya.ia menunggu hingga Arka melanjutkan omongangannya.


"Lo tau kalo Bagus murid pindahan di sekolah elo?"


Aluna mengangguk.


"Dia duli satu sekolah sama gw dan Maureen"


terlihat raut terkejut dari wajah Aluna.


"Oh ya?terus ?"Aluna sedikit penasaran kemana arah pembicaraan Arka.


"gw sama dia sahabat baik.deket banget"Arka terdiam sebentar lalu melanjutkan kembali kata-katanya.


"Sampe sekitar tujuh bulan yang lalu...."


*flashback on*


"Arka,gw lagi suka sama seorang cewek.menurut lo gimana?"


"ya mau gimana lagi?ya lo tembak lah gus.gw juga mau nembak cewek nih.tapi elo jangan kaget ya nanti kalo tau siapa cewekmya hehehee "Jawab Arka pada pria yang ternyata adalah Bagus tersebut.


Arka dan Bagus melanjutkan permainan basket mereka hingga terdengar suara seorang gadis memanggil mereka.


"Arka!!! Bagus!!!"Ujar gadis yang ternyata adalah Maureen tersebut sambil membawa dua botol minuman.


Arka dan Bagus tersenyum lalu menghampiri Maureen.


"reen,ke tengah lapangan yuk bentar"Ajak Arka.


"Ngapain?panas ah.enakan disini adem"Bantah maureen.


"Bentar aja.gw janji ko ga bakalan lama"Bujuk Arka.


"Ngapain sih ka emangnya?"tanya Bagus yang agak bingung dengan sikap Arka.


Arka hanya tersenyum sambil menarik tangan Maureen ke tengah lapangan.Bagus mengikuti di belakangnya.


Sampai di tengah lapangan Arka meminta Maureen menbalikan badan dan ternya sudah terdapat sebuah spanduk.Maureen yang melihat spanduk tersebut kaget dan menutup mulutnya kemudian memandang Arka yang entah sejak kapan telah memegang sebuket bunga di tangannya.


"Maureen,gw gatau elo suka atau ngga gw kaya gini,tapi gw cuma pengen elo tau kalo gw sayang sama elo.Gw pengen selalu ada buat elo,selalu ngejaga elo,tertawa bersama dan menangis bersama.Mungkin elo kaget ngeliat semua ini,tapi gw gabisa bertahan lebih lama buat nutupin perasaan gw buat elo.dari kelas XI gw udah mulai sayang sama elo,tapi gw takut elo gapunya perasaan yang sama kaya gw.tapi hari ini gw beraniin diri buat ngungkapin semua ke elo.Gw akan terima apapun jawaban dari elo.So,Maureen Will you be my girlfriend?"ujar Arka sambil memberikan buket bunga di tangannya pada Maureen.


Sejenak Maureen diam,tapi tidak lama ia mengambil buket bunga tersebut dan sambil tersenyum dia berkata...


"yaaa,aku mau ka.Aku mau jadi pacar kamu.Aku mau menangis dan tertawa sama kamu.Aku mau kamu selalu ngejaga aku"


Arka yang senang dengan jawaban Maureen langsung memeluk gadis itu.tapi tidak lama kemudian Bagus yang berada tidak jauh dari mereka melempar botol air minum yang tadi di berikan Maureen dengan kasar.mukanya terlihat merah menahan amarah lalu pergi begitu saja meninggalkan Arka dan Maureen.


Arka dan Maureen yang kebingungan langsung mengejar Bagus.tapi Maureen tertinggal karena ia tidak dapat berjalan secepat kedua cowok tersebut.


"Gus elo kenapa?"Tanya Arka saat berhasil menyusul Bagus


"Gw kenapa hah?gw kenapa?dasar breng**k lo ka!"Bentak Bagus marah


Arka semakin tidak mengerti dan Maureen yang baru saja sampai pun kebingungan dengan sikap Bagus.


"Lo pura-pura dukung gw sama cewek yang gw suka tapi nyatanya lo malah nembak dia Bang**t!!!"Bentak Bagus lalu melayangkan satu pukulan ke Arah perut Arka.Arka yang tidak siap menerima pukulan tersebut terhuyung kebelakang sedangkan Maureen yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Arka dan memeluknya.


"Bagus!Lo apa-apaan sih!?Lo ga sadar?ini Arka,sahabat elo! Kenapa elo mukul dia!?"Jerit Maureen menahan tangis


"Maureen maafin gw,tapi gw gak bisa nahan emosi gw.Arka emang pantes dapet itu.Dia udah ngambil apa yang harusnya jadi milik gw."Ujar Bagus sambil mengacak rambutnya frustasi


"Apa sih maksud lo gus?Apa yang udah gw ambil dari elo!?"Kata Arka sambil kembali mendekati Bagus


"Maureen!Maureen yang udah elo ambil Bang**t!!"Ujar Bagus sambil kembali memukul Arka.


Arka hanya diam.Dia berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi pada Bagus.


"Gus,gw bener-bener gatau kalo cewek yang elo maksud itu Maureen."