
pukul 10:50 Bagus sudah sampai di cafe tempat ia dan Aluna janji bertemu.Bagus tampak tampan dengan kemeja hitam panjang yang tangannya di gulung sampai siku dan celana jeans.
Tak lupa boneka babi yang telah ia persiapkan juga ia bawa di tambah sebuket bunga lili putih kesukaan Aluna.
tak terasa sudah pukul 11:10,sudah 20 menit Bagus menunggu Aluna namun Aluna belum juga muncul,Bagus memutuskan untuk menghubungi Aluna.Namun baru di dering ke dua Bagus melihat kedatangan Aluna di cafe tersebut,Baguspun memutuskan teleponnya.
"Hai sayang,macet yaa?"Sapa Bagus seraya mencium pipi Aluna,namun Aluna menghindar dan langsung duduk.Bagus pun tersenyum kecut lalu kembali duduk.
"Sayang,selamat tanggal 01 yang ke dua kali yaaa"Ujar Bagus sambil memberikan buket bunga serta boneka babi yang ia bawa pada Aluna.
"makasih"Aluna menjawab singkat lalu mengambil ke dua barang tersebut.Bukan Aluna tidak bahagia atau tersentuh dengan apa yang Bagus lakukan apalagi seminggu ini Bagus tetap berusaha menemui nya walaupun selalu ia tolak,Aluna hanya sedang menguatkan hatinya sendiri.Ia tidak mau kecewa kalau pada kenyataannya ia hanya pelarian dari rasa kecewa bagus terhadap kakaknya juga Maureen.
"Sayang,kamu belum makan yaa?kayanya muka kamu pucet?"Tanya Bagus sambil mengelus lembut tangan Aluna yang ada di atas meja.
Awalnya Aluna berusaha menarik tangannya,namun Bagus menahannya.
"Tolong jangan kaya gini sayang,biarin aku pegang tangan kamu.udah cukup seminggu ini kamu hukum aku gara-gara mulut bodoh aku ini"Ujar Bagus memohon.
Aluna hanya menghela nafas.
"Mau pesen makan dulu atau mau ngomong dulu?"Kata Bagus lagi.
"gausah,nanti aja makannya"Jawab Aluna singkat.
"Oke.tapi kamu minum dulu yaa baru ngomong,tadi aku udah pesenin jus strawberry kesukaan kamu"Bagus menyodorkan segelas jus strawberry pada Aluna
"Langsung aja ka,aku mau kita putus"Ujar Aluna datar tanpa ekspresi,walaupun jauh di dalam hatinya tengah bergemuruh saat kata-kata itu keluar dari mulut nya.
"apa?ngga !aku gak mau putus!"Kata Bagus tegas
"terus kakak mau apa?percuma kita jalanin kalo aku gaada di hati kakak,itu cuma buang-buang waktu"Aluna mencoba menahan tangisnya
"Kamu tuh ngomong apa sih? Aku tuh sayang sama kamu!apa gak cukup semua yang selama dua bulan ini aku lakuin buat buktiin aku sayang sama kamu?"Bagus kembali membantah Aluna.
"Aku tau ka kalo semua itu bukan karena sayang,tapi cuma karena kamu butuh pelarian buat ngelupain Maureen."tidak terasa air mata pun jatuh dari pelupuk mata indah milik Aluna.
"bukan kaya gitu sayang,yang kemarin itu cuma salah paham.maksud aku bukan kaya yang kamu pikirin"Bagus mengusap lembut air mata Aluna.
"terus apa ka?Aluna denger sendiri apa yang kakak bilang kemarin.kk nyuruh ka Arka ngelepas Maureen buat ka Bagus.terus dimana letak ke salah pahamannya ka?"Air mata Aluna kembali mengalir
"aku tau aku salah sayang,tapi tolong jangan nangis begini.Aku sakit liat kamu begini"Bagus kembali menghapus air mata Aluna,Aluna hanya diam sambil terus terisak.
"Jujur aku emang belum bisa ngelupain Maureen sepenuhnya makanya kemarin mulut bodoh sampe salah bicara begitu.Tapi sayang,aku ga pernah bohong sama kamu soal perasaan aku.Aku beneran sayang sama kamu dan aku emang butuh kamu buat bener-bener menghapus Maureen dari hati aku"Bagus mencoba menjelaskan.
"Jadi Aluna,kamu mau kan maafin aku dan terus sayang sama aku?Bantu aku buat sepenuhnya keluar dari masa lalu,bantu aku buat jadiin kamu satu-satunya ratu di hati aku"Lanjut Bagus sambil menatap ke dua mata Aluna yang tidak berhenti mengeluarkan air mata tersebut.Bagus menggenggam ke dua tangan Aluna kemudian menciumi nya secara bergantian.
"Aku sayang sama kamu Lun,jangan hukum aku begini lagi"Bagus mencium kening Aluna dan Aluna hanya diam sambil terisak.
****
follow ig author yaaa @citraatria 😘😘