
Di dalam mobil...
Aluna hanya diam sambil meremat rok sekolahnya.Perasaannya tidak karuan.Jantungnya berdetak kencang seperti orang habis lari marathon.
"Lun.."
"Aluna.."panggil Bagus
"iya sayang...eh saya maksudnya"pipi Aluna pun langsung bersemu merah.
"Aduh bego banget sih gw,malu-maluin aja"batin Aluna
"hahahaa...jangan gugup gitu dong Lun,kaya sama siapa aja"
"eh iya ka"
"rumah kamu dimana? "
"ngapain kk nanyain rumah saya?kk mau main ke rumah saya?"
"Yaampun Aluna hahahaa"Bagus tidak bisa menahan tawanya lagi
"saya kan mau anterin kamu ke rumah,gimana caranya bisa sampe ke rumah kamu kalo saya gatau alamat kamu?"
"astaga!"Aluna menepok jidatnya dan tersenyum malu. bisa - bisanya dia sebegitu bodohnya.
"Rumah saya di jalan X no. 123 ka"
"loh? masa kamu tinggal disana?"
"iya,kenapa ka?"Aluna tidak mengerti akan respon Bagus.
"Rumah saya jga di daerah sana Lun.cuma beda 1 blok.Saya di jl. XI no. 5"jelas Bagus
"waaah ternyata rumah kita deket yaa ka"
"Kalo gitu gimana kalo mulai besok kita bareng aja ke sekolahnya?"
"eh..gausah ka,nanti malah ngerepotin"Luna dengan sungkan menolak (padahal mah dalam hati girang banget tuh hahahaa)
"ngga lah Lun.Lagian saya juga BT tiap hari jalan sekolah sendiri"
"Kita udah sampe nih Lun"
tidak terasa mereka sudah sampe di depan rumah Luna.
"makasih ya kaa,udah nganterin aku pulang"
"iya sama - sama. santai aja"
"mau mampir dulu ka?"tanya Aluna basa basi.
"gausah Lun,lain kali aja"
Luna pun keluar dari mobil tersebut,tapi baru beberapa langkah Bagus memanggilnya.
"Lun.."
Aluna pun menolah,sebelum sempat mejawab Bagus sudah berkata lagi.
"Besok saya jemput kamu jam 06.20 yaa.kita berangkat bareng.bye"Bagus menjalankan mobilnya meninggalkan Luna yg masih membuka mulutnya hendak menjawab.
Luna masih diam melamun di depan gerbang rumahnya.
"Aluna,udah pulang bukannya masuk ko malah bengong depan gerbang?awas nanti kesambet loohh"goda mamah nadia
"iisshh mamah apaan sih"Aluna merajuk lalu berlali masuk ke rumah.
"Assalamu'alikum"Aluna mengucapkan salam sambil berjalan masuk.
"Wa'alaikumsalam"jawab sang kk dr meja makan.
"apaan sih lo pulang-pulang meluk gw,bau tau keringet lo!"gerutu Arka
"iihh kk apaan sih,ini kan bentuk rasa terima kasih aku"
"Terimakasih apaan?lagian sok imut banget sih lo pake aku akuan segala.kesambet ya lo?"Arka bingung.
"Tuh kan mamah bilang juga apa,jangan bengong depan gerbang.beneran kesambet kan"ujar mamah nadia yg baru datang ke meja makan.
"apaan sih mamah sama ka Arka,seneng banget ngeledekin Luna.udah ah Luna mau ke kamar aja."Aluma merajuk lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Arka dan mamah nadia yang tertawa melihat kelakuan si bungsu.
Sesampainya di kamar Aluna langsung merebahkan diri di kasur empuk miliknya.Matanya fokus melihat langit-langit kamarnya yang penuh stiker bintang.
"apa ini mimpi?"batinnya mengingat kejadian sepulang sekolah tadi.
"kalo emang ini mimpi aku gamau bangun!"ujar Luna sambil berguling di atas kasur
"ah iya,Astrid harus tau!Dia pasti heboh denger cerita ini"Luna tersenyum sambil menekan kontak Astrid di hape nya.
"halo..."sapa Astrid di ujung sana.
"Trid..."
"iyaaa,kenapa?tumben lo nelpon gw,biasanya gw chat juga balesnya setahun"gerutu Astrid
"gw mau cerita.."
"yailah gw kira ada apaan.Mau cerita apaan lo?"
Luna pun menceritakan semua yang terjadi sepulang sekolah tadi.Mulai dari pertemuannya dengan Bagus,sampai Bagus yang menawarkan untuk berangkat bareng setiap harinya.
"WHAT!?gilaaa!ini gilaaa!"teriak Astrid di Ujung telpon.
suara teriakannya begitu nyaring hingga Luna harus menjauhkan speaker hape dr telinganya demi menjaga kesehatan.
"terus sekarang lo lagi guling - guling ke girangan kan?hahahaa"goda Astrid.
Di goda seperti itu tentu saja membuat pipi Luna merona ke merahan.
"Diihh ngga,apaan sih lo lebay banget"Luna mencoba menyangkal.
"hahahaa..gausah bohong.I know you so well sis..."
"Udah ah,gw cuma pengen cerita itu doang.nanti kalo gw ngga cerita elo kepo lagi.."
"Sialan lo,sembarangan!siapa juga yg kepo.Yaudah gw juga mau mandi dulu,sampai ketemu di sekolah besok yaaa.jangan kelewatan seneng lo nanti ga bisa tidur hahahaa"goda Astrid lalu mematikan sambungan telponnya
"Sialan nih Astrid ngeledekin gw mulu.Nyesel gw nelpon dia"gerutu Luna.
ia pun kembali memdlandangi langit-langit kamarnya sambil membayangkan apa yang akan terjadi besok.Seutas senyum pun muncul di wajah cantiknya.
"aahh ka Bagus..."lirih Aluna
ia tidak sabar menunggu hari esok tiba.
***
*kadang cinta datang tanpa kita sadari
masuk secara perlahan tanpa kita mengerti
sampai saat cinta telah tertanam begitu dalam,kita baru merasa hadirnya cinta
mencintai memang indah...
tapi jauh lebih indah saat di cintai...
dan lebih sempurna kalo kita di cintai orang yang kita cintai...
*nnda*_*