
"Ya Tuhan,kamu cantik banget Lun"Maureen memandang takjub pada Aluna yang kini berdiri di hadapannya.
"apaan sih reen,lebay deh ah"Aluna tersipu malu.
"yey gak usah sok malu malu kucing gitu deh"Ledek Beno
"lo coment sekali lagi transferan gw cancel yaaa"Ancam Aluna bercanda
"aduh beb,jenggong dong.nanti eyke gabisa cepet cepet operasi"Ujar Beno memelas sambil membereskan alat tempurnya yang berantakan.
"hah? operasi?lo sakit apa cong?ko gak cerita cerita?"Tanya Aluna kaget.
"operasi....."Beno tidak melanjutkan perkataannya namun hanya melirik ke bawah.
"Sialan lo!gw kira lo sakit beneran.Setan !"Umpat Aluna setelah mengerti maksud Beno.Beno dan maureen hanya tertawa melihat respon Aluna.
"Udah Udah jangan bercanda lagi.Ayo turun,pasti tamu tamu udah nunggu kamu"Ajak Maureen.
Aluna pun mengangguk.Ia berjalan sambil tangannya di gandeng oleh Maureen dan ujung gaun bagian belakangnya di pegang oleh Beno agar Aluna lebih mudah menuruni tangga.
Mamah nadia yang pertama kali menyadari bahwa Aluna tengah berjalan menuju tempat acarapun tersenyum melihat kecantikan anaknya.
"Nah itu yang ulangtahun udah turun"Ucap Mamah Nadia yang sontak membuat para tamu menengok ke tangga.
Mereka pun terkagum - kagum dengan penampilan Aluna pada malam ini.Aluna terlihat sangat berbeda dari biasanya karena sehari hari Aluna memang tidak pernah berdandan sedikitpun.
Aluna tersenyum manis pada para tamu sampai matanya menangkap satu sosok yang sangat tidak ingin ia lihat malam ini.Aluna menghentikan langkahnya dan memudarkan senyumannya melihat sosok itu.Sosok itu pun tersenyum tulus pada Aluna.
Maureen yang kaget karena Aluna tiba tiba berhenti pun menegurnya.
"Lun,ayo.kenapa berhenti?"
"eh?ayo"Aluna pun membuang muka menatap kearah lain menghindari sosok tersebut kemudian berjalan ke arah keluarganya.
Aluna pun mendekat sambil tersenyum,Maureen mengikuti di belakangnya.
"Oke,berhubung Aluna sudah ada di antara kita mari kita mulai acaranya"Buka Mamah Nadia.
"sebelumnya tante ucapin makasih sama semua yang udah dateng di acara Aluna malam ini dan tante minta doanya untuk Aluna,semoga kedepamnya Aluna menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,selalu ingat dan takut akan Tuhannya serta mendapatkan semua yang terbaik untuk hidupnya.Mari kita berdoa menurut keyakinan dan kepercayaan masing masing"
Semua pun berdoa dengan khitmat.
"berdoa selesai.oke sekarang kita lanjut ke acara puncak.tiup lilin dan pemotongan kue"Ujar Mamah Nadia tersenyum.Ia pun terlihat meoleh ke kanan dan kiri,seperri sedang mencari seseorang sampai kemudian pandangannya terkunci pada satu sosok.
"Bagus!sini temenin Aluna tiup lilin"Panggilnya sambil menyunggingkan senyum.
Bagus hanya tersenyum mengangguk lalu menghampiri Aluna.Sedangkan Aluna membulatkan matanya kaget dengan ulah mamahnya.Mamah Nadia sebenarnya sudah tau permasalahan yang terjadi dengan Aluna dan Bagus.Mamah Nadia sengaja melakukannya untuk kembali mendekatkan Aluna dan Bagus.
"Ayo Luna make a wish dulu"Tegur Mamah Nadia.
Kemudian Aluna pun menutup matanya dan membuat permohonan.
"Tuhan,semoga segala sesuatu akan berjalan baik dan biarkan aku menjalani hari hari ku berjalan damai"Ucap Aluna dalam hati.
Setelah selesai dengan permohonan kemudian Aluna meniup lilin ulang tahunnya kemudian memotong kue.
Potongan pertama ia suapkan pada Mamah dan Papahnya.
"Lun,itu Bagusnya di suapin juga dong"Suruh Mamah Nadia.
Bagus tersenyum mendengar Mamah Nadia berbeda dengan Aluna yang mengerucutkan bibirnya,namun tetap memberikan suapan untuk Bagus.
"Makasih ya sayang"Bagus hendak mencium kening Aluna,namun ia menghindar.Baguspun hanya tersenyum kecut.