It's About Love

It's About Love
part 25



setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit,akhirnya Bagus sampai di rumah Aluna.


"Assalamu'alaikum"Ujar Bagus memberi salam.


"Wa'alaikumsalam.Eh Bagus,ayo masuk sayang"Mamah Nadia mempersilahkan Bagus untuk masuk dan duduk di ruang tamu.


"Mau cari Aluna yaa?"Lanjutnya


Bagus mengangguk.


"Aluna ada di kamar,dari pulang sekolah belum keluar.coba Bagus tengok sendiri yaa.Mamah lagi masak,bi Surti lagi ke supermarket depan"Ujar Mamah Nadia.


"Yaudah Bagus ke atas ya mah"


Baguspun naik menuju kamar Aluna.di ketuk pintu kamar itu perlahan dan di panggilnya Aluna namun tidak ada jawaban.


akhirnya Bagus memutuskan untuk langsung masuk karena kamar Aluna yang tidak terkunci.


Di kasur,Bagus melihat Aluna meringkuk membelakanginya dengan bahu yang naik turun.


"Aluna nangis?tapi kenapa?"batin Bagus bingung.Ia pun memutuskan untuk duduk di sebelah aluna yang sedang berbaring.


"sayang..."


"sayang...kamu kenapa?"Tanya Bagus sambil mengelus lembut kepala Aluna.


Namun tidak di sangka Aluna malah menepis tangannya.


"kenapa sayang?"tanya Bagus kembali


"kamu gausah pura-pura nggak tau!buat apa kamu kesini?kenapa gak kamu urusin pacar kamu aja!?"Bentak Aluna


"kamu ngomong apa sih sayang?pacar aku kan ada di depan aku,kamu mau suruh aku kemana lagi?"ujar Bagus lembut.


"Alah...gausah sok lembut sama aku.bulshit tau gak!?"


"sebenernya ada apa sih?aku gak ngerti kalo kamu cuma marah - marah gini.coba jelasin ke aku ada apa sebenernya"


"aku yang jelasin!?kamu yang harusnya jelasin ke aku!"Ujar Aluna dengan nada tinggi,emosinya sudah tidak dapat di tahan lagi.


"sejak kapan ka?"


"hah?"


"sejak kapan?"Aluna mengulang perkataannya dekan penekanan di setiap kata.


"sejak kapan apanya?"Bagus masih bingung.


"kenapa kamu tega ka hiks?"Aluna kembali terisak.bahunya naik turun.emosinya sudah tidak dapat ia kontrol.ia sakit.hatinya perih.


"aku tega apa sih?aku bener-bener gak ngerti sayang.kamu jangan nangis gitu."Bagus mencoba menenangkan Aluna.


"kenapa kamu gak putusin aku aja ka?kenapa harus kaya gini?dulu Maureen,sekarang cewek itu.mau berapa banyak cewek lagi ka?"Air mata terus membanjiri pipi mulus Aluna.


"kenapa kamu jadi bawa-bawa Maureen?aku udah gaada perasaan apa-apa sama dia sayang,please kamu percaya sama aku."


"iya,karena sekarang udah ada cewek lain yang bikin kamu lupa sama Maureen dan aku!"Aluna mulai histeris.


"stop Aluna!masalah nggak akan selesai kalo kamu seperti ini terus!"Bagus mulai emosi.


"terus menurut kamu aku harus gimana!?harus diem aja dan pura-pura Bodoh gitu?!"Aluna tak kalah emosi.


"Udahlah,kamu butuh waktu buat sendiri.Aku pulang dulu nanti kalo kita udah sama - sama tenang aku balik lagi.kamu jangan nangis lagi"Ujar Bagus sambil beranjak bangun.saat Bagus hendak mencium kening Aluna,Aluna pun menghindar.


"Jangan ngurung diri di kamar,aku pulang dulu"Bagus pun pergi meninggalkan Aluna yang semakin larut dengan tangisannya.


Di ruang tamu terlihat mamah Nadia sedang asik dengan majalah fashionnya.


"Mah,Bagus pulang yah.titip Aluna."


"iya sayang.emang Aluna kenapa?"


"Bagus gatau mah,tiba-tiba Aluna marah sama Bagus terus nangis gitu aja.Waktu Bagus nanya dia malah emosi.Bagus pikir lebih baik dia nenangin diri dulu baru Bagus ajak ngomong lagi"Bagus menjelaskan.yaa,sampe sekarang ia memang masih bingung atas sikap Aluna.Bagus pikir Aluna marah karena ia tidak jadi menjemputnya dan memilih mengerjakan tugas bersama teman-temannya.


"Yaudah gausah terlalu di pikirin,mungkin Aluna cuma lagi kesel.Nanti mamah coba ngomong sama dia."


"Yaudah Bagus pulang yaa mah,Assalamu'alaikum."Bagus pamit.Setelah mencium tangan mamah Nadia,iapun beranjak dari rumah Aluna.