
Bagus Antara
17.05 : Sayanggg,maaf
17.15 : maafin aku
17.30 : I know I hurt u
17.50 : please,maafin aku
dan masih banyak pesan lainnya yang di kirim Bagus untuk Aluna.Semua isi pesannya hampir sama.Aluna menghembuskan nafasnya kasar lalu mengetik beberapa kalimat.
Aluna
20.30 : I know what u fell.jangan menipu diri sendiri dengan berpura pura bahagia.Aku maafin kamu dan maaf kalo aku egois.Kita harus akhirin ini semua sebelum bertambah rumit.terimakasih dan selamat tinggal.
tidak sampai satu menit setelah pesan di kirim ringtone ponsel Aluna mengalun merdu.Aluna hanya menatap datar tanpa berniat menjawab telpon dari Bagus.Ia rasa sudah cukup jelas apa yang dia kirimkan lewat pesan tadi.
Ketika ringtone ponselnya berhenti mengalun,Aluna bergegas menonaktifkan ponselnya lalu menyimpannya di nakas.Setelah itu Aluna mencoba memejamkan matanya.Aluna mencoba untuk bersikap dewasa,ia ingin semua berakhir dengan baik walaupun hatinya tidak dalam keadaan baik baik saja.
setelah berkali kali merubah posisi tidurnya akhirnya Aluna dapat benar benar tertidur juga.Sesaat setelah Aluna tertidur,Maureen masuk.Melihat Aluna yang sudah terlelap,Maureen pun lalu merebahkan dirinya di samping Aluna dan ikut terlelap bersama.
*****
Pagi hari semua kesibukan dekorasi untuk pesta ulang tahun Aluna sudah di mulai.Mamah,papah,Arka dan Maureen semua sudah sibuk dengan bagiannya masing masing sedangkan Aluna hanya bagian mengawasi.
Ia di larang turung tangan untuk membantu karena Mamah nadia takut Aluna akan kelelahan.Aluna hanya memberi tau bagaimana dekorasi yang ia inginkan dan keluarganya lah yang mengatur sisanya.
Di tengah keseruan mereka tiba tiba terdengar ketukan pintu dari depan.Karena hanya Aluna yang tidak sibuk,ia pun memutuskan untuk membuka pintu dan melihat siapa datang.
Namun alangkah terkejutnya saat ia melihat siapa yang datang.Seseorang yang sebenarnya sedang sangat ingin ia hindari,namun kini malah berdiri tegak di hadapannya memegang sebuket bunga lili putih.
"terimakasih"Aluna memaksakan senyumnya.
"Aku boleh masuk?"
"hah?oh iya,ayo masuk Maureen juga ada di dalem"Ujar Aluna sambil berjalan ke ruang tamu.
"Aku kesini mau ketemu kamu bukan Maureen"Jelas Bagus.
"oh ya?ada apa?ayo duduk dulu"Aluna mempersilahkan Bagus untuk duduk.Mereka sama sama canggung seperti orang yang baru saling mengenal.
"Mau minum apa?"tawar Aluna basa basi
"gak usah.Aku cuma mau ngomong sama kamu"tolak Bagus
"yaudah ngomong aja"Aluna mencoba untuk bersikap tenang padahal hatinya saat ini tengah bergemuruh.Sebisa mungkin ia menahan air mata yang seakan memaksa untuk keluar.
"Apa semua gak bisa di selesaikan baik baik?"tanya Bagus
"Baik baik gimana maksudnya?bukannya kita juga udah selesain baik baik?"Aluna bertanya balik.
"kita gak baik baik aja Lun.sama sekali gak baik"
"apanya yang gak baik?buktinya saat ini kita masih bisa duduk berdua buat berbicara.bukannya itu berarti semua baik baik aja?"
Bagus mengusap kasar wajahnya mendengar jawaban Aluna.
"aku gak mau berakhir kaya gini lun.apa gak bisa kita jalanin semuanya lagi?"Bagus mencoba membujuk Aluna.
"buat apa?mau berapa lama pun kita berhubungan akan tetap berakhir sama ko.jadi gak ada bedanya kita mau akhirin sekarang atau nanti"Setetes air mata Aluna jatuh saat ia berbicara namun ia buru buru menghapusnya.Aluna tidak ingin terlihat lemah di depan Bagus meski hatinya telah hancur.