Is It YOU?!!!

Is It YOU?!!!
Psikopat Alami



meskipun Dina terlihat percaya diri, namun di mata kak Rohman hal itu tak bisa menghilangkan keraguannya. sakit hati yang dipendamnya 5 tahun lalu mungkin telah berangsur terobati. namun ketika melihat sosok Dina yang tiba-tiba datang sedikit menimbulkan kembali kenangan pahit atas meninggalnya Vania, adik perempuan satu-satunya.


"sebenarnya Dina kemari, selain silaturahmi dan meminta maaf atas kepergian Dina yang mendadak 5 tahun lalu ketika Vania meninggal. Dina ingin meminta bantuan dari kak Rohman dan kak melati" ucap Dina berusaha mendapatkan simpati dari keduanya.


"Dina akan menceritakan kenapa Dina tiba-tiba pergi saat itu" Dina pun memulai ceritanya


"di hari Vania meninggal, Dina mendapati kartu ucapan terimakasih dari pelaku yang bertuliskan, 'terimakasih telah memberi kesenangan yang sudah lama ku impikan"


suasana hening tiba-tiba menyelimuti ruang tamu tersebut sesaat. Dina maupun kedua orang di hadapannya langsung bergidik membayangkan jika melakukan hal kriminal dianggap sebagai kesenangan.


"perasaan takut langsung menghantui Dina. bukan karena Dina diincar, tapi Dina tidak rela kalau orang-orang yang tak tahu-menahu jadi korban sama seperti Vania"


"Dina saat itu langsung ke Hongkong dengan bantuan teman Dina"


"kenapa Dina memilih Hongkong, karena sebulan sebelumnya, Dina diminta tolong salah seorang kenalan Dina untuk membantunya melakukan riset untuk novelnya.


"selama di Hongkong, Dina tahu kalau pelaku telah menghentikan aksinya. dia pasti mengetahui kalau Dina sudah tak berada di Indonesia"


"selama 3 tahun tak adanya kasus serupa, tak menghentikan Dina untuk tidak menyelidikinya. berkat kartu ucapan tersebut, Dina berhasil menemukan siapa pelaku"


"walau hanya sebuah kartu ucapan, kita bisa mengetahui jenis dan dimana kartu itu diperjual-belikan. karena pelaku menggunakan kartu ucapan exclusive, yang mana si pelaku meremehkan kalau tidak akan ketahuan"


"mungkin pelaku tak menyadarinya dan asal mengambil kartu dari mejanya. tapi dia salah, itu adalah kartu ucapan khusus, yang hanya kalangan atau beberapa orang yang memiliki. Dina baru menyadarinya setelah ingat kalau salah seorang kenalan Dina pernah menunjukkannya"


"dari petunjuk itu, Dina menyusuri dan mengeliminasi beberapa orang yang mendapatkan kartu ucapan tersebut. dan ada 8 orang yang tersisa dari daftar tersebut. sehingga setiap hari Dina menyelidiki dan menabur umpan satu per satu, yang akhirnya hanya satu orang yang tersisa, dan dialah pelakunya"


"kau yakin dia pelakunya, Din?" tanya kak melati mawas diri


"kali ini Dina mencoba untuk tidak terburu-buru menyimpulkannya. jadi Dina benar-benar menyelidiki orang ini, yang kemudian membawa Dina ke kenyataan yang sangat mengerikan"


"bisa dibilang kalau orang ini memang terlahir sebagai Psikopat"


"astaghfirullahal 'adzim" ucap kak melati kaget sambil menutupi mulutnya


"psikopat? apa maksudmu?" tanya kak Rohman tak percaya dengan apa yang didengarnya


"sepandai-pandainya kau sembunyikan bangkai, baunya pasti tercium" jawab Dina


"seperti umumnya penjahat, pasti ada beberapa hal yang mereka simpan. entah itu sebagai jaminan atau hanya sekedar sebagai kenang-kenangan atas pencapaiannya mengelabuhi petugas berwajib"


"di beberapa videonya di saat ia masih remaja, ia dua/tiga kali menyiksa seekor kucing. dalihnya karena kucing tersebut telah memakan ikan peliharaannya. di sini Dina menelusuri beberapa comment dari video tersebut, dan ada beberapa orang, kemungkinan mereka adalah pecinta kucing, yang mengatakan kalau ia sadistik"


"kemudian Dina menghubungi salah satu orang tersebut, yang mungkin saja mereka mengetahui atau setidaknya punya beberapa fakta mengenai pelaku"


"setelah beberapa diskusi/ chat dan argumen, akhirnya orang tersebut memberikan salah satu foto yang dianggapnya sangat tidak wajar. di tag line foto tersebut tertulis 'jari manis orang terkasih', yang mana beberapa komen di bawahnya ada yang ketakutan yang kemudian menertawakannya karena pelaku membalasnya kalau itu hanya jari mainan"


dengan mata yang melebar dan bergidik sangking tidak percayanya, kak Rohman langsung memeluk kak melati. seperti paham dengan apa yang keduanya rasakan, Dina pun melanjutkan ceritanya.


"ya, itu memang lah jari manusia" terangnya


"ya Allah" seru kak Melati. "SINTING" geram kak Rohman bersamaan.


"dan itu jari manis dari seorang gadis yang mungkin saja disukainya, namun dari beberapa posting tanggapan menunjukkan jika sang gadis tak menghiraukannya. kemudian Dina menemukan kalau gadis itu meninggal karena kecelakaan. dalam kecelakaan tersebut, mobil sang gadis terpental jauh yang mengakibatkan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya dan salah satu jarinya hilang, yaitu jari manis"


"meskipun akun sosial medianya sudah tidak ada, dengan bantuan Dika, kami sempat mendapatkan beberapa postingan lamanya yang tak jauh mengerikan dengan yang tadi. namun si pelaku menyiapkan beberapa jebakan yang mengakibatkan salah satu PC andika kehilangan beberapa data"


"bersyukur dia hanya kehilangan beberapa aplikasi game cheat nya, dan beberapa postingan si pelaku beberapa telah ia amankan"


"untuk berjaga-jaga apakah kami ketahuan atau tidak, kami stalking beberapa akun sosial medianya, dan beberapa akun fake nya di beberapa chat room. dan ternyata si pelaku menjual aplikasi game cheat Andika ke beberapa gamer. sehingga kami yakin, pelaku tidak menganggap kami sebagai ancaman"


"karena itu tadi kau meminta temanmu itu untuk berhati-hati?" tanya kak melati


"hmm.." angguk Dina


"Dina tidak ingin bertindak gegabah yang membuat usaha kami setahun belakangan jadi sia-sia"


"Dina yakin, dengan gagalnya beberapa usaha yang pelaku lakukan, pasti membuatnya sedikit curiga. Namun di sisi lain usaha tersebut sekaligus bisa membuatnya sedikit frustasi dan melakukan kesalahan. dan itulah yang Dina tunggu saat ini"


"dan usahamu tersebut telah menunjukkan hasilnya" ucap ka Rohman kemudian


"ya, seperti yang Dina ceritakan, dia adalah psikopat. dan layaknya psikopat pada umumnya, mereka memiliki kecanduan dan ego yang tetap ingin diakui dan tropi yang ingin dikenangnya. ia ingin dihargai karya-karyanya. namun hal itu tidak ia dapatkan setahun belakangan gagal diraihnya, karena kami berhasil menjaga korban agar tetap waras akal dan nuraninya"


"jadi besar kemungkinan ia berusaha bertindak lebih berani dari biasanya kemarin. Dan tanpa ia sadari, sekarang Dina bertindak beberapa langkah lebih awal darinya" dengan mengakhiri ceritanya, Dina menatap kedua orang di hadapannya sambil mengharapkan tanggapan apa yang akan mereka kemukakan.


"beberapa langkah lebih awal? apa maksudmu?" kata kak Rohman menyangsikan rencana Dina


"kau bilang, kau ke sini untuk meminta bantuan. Bantuan apa yang kau harapkan dari kami? kau sudah yakin kali ini pasti akan berhasil?" tanyanya sekali lagi


"ya kak, Dina yakin. tentu ini akan sangat berbeda dari apa yang Dina lakukan sebelumnya" jawab Dina meyakinkan


"saat ini Dina tidak akan melakukannya sendiri, Dina akan mencoba untuk tidak terlalu sombong dengan kemampuan Dina. Dina memiliki Andika, kak melati, kak Rohman dan beberapa orang yang nantinya akan membantu nanti" ucap Dina meyakinkan dengan pandangan percaya diri dan menunjukkan bahwa sekarang dirinya adalah orang yang berbeda dengan dirinya 5 tahun lalu. Dina yang sekarang adalah orang yang tak akan segan meminta bantuan, bukan Dina yang terlena dengan kemampuan dirinya.


"Dina akan berusaha untuk tidak mengecewakan kak Rohman, kak Melati dan juga Vania. Dina disini hanya seorang manusia biasa, yang berharap kakak bersedia membantu Dina"


"jadi, bersediakah kak Rohman dan kak melati membantu Dina saat ini?" tanyanya berharap kepada kedua orang di hadapannya tersebut.