
Matahari telah menyebarkan sinarnya. kumpulan manusia telah berjubel memenuhi jalanan. bagi pekerja kantoran d Jakarta, perjuangan lika-liku perjalanan d KRL, Busway, naik ojol, naik metro mini, bahkan sekarang sdh ada MRT, itu adalah petualangan yg tak akan habis kisahnya. Tak terkecuali Dina, meskipun Jakarta telah berkembang pesat dibandingkan 5tahun yg lalu, namun tak perlu waktu lama untuknya beradaptasi dalam perjalanannya menuju kantor tempat ia akan interview kerja.
Setelah bantuan dari Andika, temannya, Dina telah mempersiapkan segala keperluannya agar bisa diterima kerja d perusahaan yg ia tuju saat ini. Dina memeriksa kembali CV dan dokumennya kembali.
"hmm, ok, tak berlebihan dan tak ada celah ditolak, terimakasih ndi..." batin Dina dgn tersenyum menghargai usaha temannya itu, dan mengirim pesan singkat ke Andika.
"u're lord of the Lord, thank u 😉" send to Andika
"ok, noted to the my 39 wish list" from Andika
"😒, heh, aku pastikan wish list itu akan hilang tanpa kau sadari" send to Andika
"😳 mohon maap ni, mana ada orang yg mau ngilangin jejak minta ijin dulu" from Andika
"uuupsss, ðŸ¤" send to Andika
-----****------
Setelah melewati beberapa tes, Dina dan beberapa orang lainnya diminta pulang dan menunggu beberapa hari untuk hasil proses interview hari ini. Dina bersiap untuk pulang, namun dalam perjalanannya ia memperhatikan sekelilingnya dan mulai menanamkan dalam memorinya poin-poin apa saja yg perlu jadi pertimbangan. Ketika keluar dari lift, Dina sengaja tak langsung pulang, melainkan duduk sebentar d kafe d lantai bawah gedung perusahaan tersebut. sebelumnya Dina telah diminta Andika untuk melakukan sesuatu sebelum keluar gedung tersebut.
"sudah ya" send to Andika
"terimakasih kakak" from Andika
"u're welcome sis ðŸ¤" send to Andika
"I'll remember this 😤" from Andika
Dengan senyum girang Dina memasukkan laptopnya k tas. "siapa suruh panggil aku kakak" batinnya.
walau sdh selesai, Dina tetap tak beranjak dari gedung itu. Sambil menikmati minumannya sedikit-sedikit dan memainkan hpnya, ia memperhatikan orang-orang yg berlalu-lalang dan beberapa detail kecil dari beberapa orang.
Deg
"jadi, dia sedang melihatku sekarang?" curiga Dina. Dengan kepekaan intuisi dan kecerdasan rata-ratanya, ia mulai membayangkan dalam otaknya, "kira-kira kau tahu ini aku, atau tidak, dan sedang ingin menjadikanku target selanjutnya?"
Sambil tetap memainkan hpnya, dalam otaknya, Dina sdh menyiapkan beberapa kejadian untuk menguji mana dari firasatnya yg benar. sedikit menoleh k kanan dan k kiri, Dina menuju pintu keluar kafe. sebelum menuju pintu keluar kafe ia tak sengaja hampir bertabrakan dengan orang yg memasuki kafe tersebut. Alhasil hampir membuat ia jatuh, namun ada tangan dari samping yg menompangnya.
"ah maaf, terimakasih..." ucapnya reflek pada orang yg menolongnya
"oh maaf mba..." ucap orang yg hampir bertabrakan dengannya dan berlalu begitu saja.
"mbaknya gpp?" tanya orang yg menolongnya
Dina mengarahkan pandangannya pada orang yg menolongnya. Dengan menunjukkan ekspresi sedikit kaget dan berterimakasih, ia memperhatikan orang tersebut. "Tangan dan proporsi wajah yg bagus", pikirnya.
"gpp pak, terimakasih, permisi..." jawab Dina. Namun belum sempat ia pergi, orang tersebut msh memegang lengannya.
"mbaknya pegawai baru?" tanya orang itu
"huh?...o belum pak, tadi baru selesai interview, hasilnya akan dihubungi beberapa hari lagi" Dina menjelaskan
"ooo, ngelamar d bagian apa?" tanyanya lagi
"asisten merchandise, pak" jawab Dina
"hmm, semoga lulus keterima ya" kata orang itu memberi semangat
"amiin, terimakasih pak, permisi" jawab Dina dan pergi meninggalkan orang tersebut.
Dina terus berjalan menuju lobby menyerahkan guest card dan keluar dari gedung itu. Dengan senyum tipis ia meyakini satu dari firasatnya tadi.
"saatnya pergi k sana" batin Dina melanjutkan apa yg harus segera dilakukan saat ini.
"hmmm, data entry... baiklah..." batin seseorang dengan senyum tipis d wajahnya. entah apa yg saat ini orang tersebut bayangkan, hanya ia yg tahu.