Is It YOU?!!!

Is It YOU?!!!
Kolaborasi



kak Rohman dan kak melati memperhatikan Dina tak berkedip. mereka seolah terhipnotis dan ingatan kembali di masa lalu terasa terjadi kemarin. "ini memang Dina" batin kak Rohman. "sikap tanggapnya sama sekali tak menghilang, justru makin tajam. sebenarnya apa yang telah ia lewati 5 tahun terakhir?"


setelah mengakhiri teleponnya dengan Andika, Dina kembali duduk menghampiri kak Rohman dan kak melati.


"maaf kak, baiklah kita lanjutkan lagi" ucap Dina


"gak papa Din, tapi kak Melati mau tanya beberapa hal" pinta kak melati tak bisa menahan rasa penasarannya.


"temanmu itu, siapa? Andika?" tanyanya


"iya, Andika. kami bertemu di new Zealand" Dina menjelaskan


"dia terjebak sekelompok mafia Hongkong, yang kemudian dia lari k new Zealand. naasnya kelompok mafia tersebut ada jaringan di Australia yang akhirnya mengikuti dan memburunya. Dina membantunya dan Alhamdulillah kelompok mafia tersebut bersedia membebaskannya"


"sejak saat itu Andika berjanji untuk membantu Dina sebagai balas Budi. selain itu, kami berteman juga dengan beberapa orang di kelompok mafia tersebut" Dina menambahkan sambil memandang ke arah kak Rohman dengan perasaan was-was.


"memangnya siapa si Andika itu sampai dikejar-kejar mafia? dan bagaimana bisa kamu sampai berurusan dengan orang-orang itu?" tanya kak Rohman tak percaya dengan apa yang didengarnya


"hhh..." Dina menghembuskan napas berat, kemudian mulai menjelaskan.


"Dwi Andika, dia ahli IT dan visual editing" terang Dina. "dulu dia memang hidup terlalu bebas, dikarenakan sejak kecil ia mengalami kekerasan dari keluarga paman dan bibinya. karena himpitan ekonomi dan sifaf ayahnya yang terbiasa minum miras, ibunya meninggalkannya bersama ayahnya saat ia berusia 8 tahun"


"karena frustasi ditinggal istrinya, ayahnya bunuh diri, yang membuat dika harus tinggal bersama paman dan bibinya. Ketika Andika sudah beranjak remaja akhirnya ia kabur dan memulai hidupnya sendiri"


"dari namanya kakak tahu kalau dia orang Indonesia, namun dia berkelana yang membuatnya sampai ke Hongkong. kalo dari yang andika ceritakan, dari Indonesia, tepatnya Riau, dia ke Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Tiongkok, Hongkong, Australia, akhirnya ke new Zealand"


"selama berkelana, Andika bekerja pekerjaan kasar d pelabuhan, terminal, ikut rombongan pasar malam, jadi tukang bersih-bersih di bar, dan jadi joki game online. di sinilah Andika mulai mengotak-atik isi game dan secara otodidak dia memperluas kemampuan IT dan visual editing"


"karena kemampuannya tersebut, ia mulai mengelabui beberapa orang yang ujung-ujungnya dia salah mempermainkan seseorang yang dikiranya anak bos yg masih ingusan, ternyata anak itu adalah anak salah seorang pembesar mafia di Hongkong"


"agak menegangkan juga ketika Dika tertangkap d new zealand. karena satu-satunya orang yang selalu terlihat bersama andika waktu itu adalah Dina, jadinya Dina ikut ditangkap juga"


"kemudian kami membuat kesepakatan, dan Alhamdulillah selesai dengan damai" dengan senyum agak membusungkan dadanya, ada rasa bangga yang sedikit ditunjukkan kepada kedua orang di hadapannya.


"selesai? damai?" tanya kak Rohman dengan memicingkan matanya tak percaya


"kesepakatan seperti apa yang kau tawarkan?" tanyanya penasaran slekaligus


"hmm..." sedikit bimbang Dina mulai mengatakan


"karena Andika mengelabuhi mereka di game online, meskipun waktu itu ia hanya ingin membantu salah satu temannya, jadi Dina memintanya mengembalikan apa yang seharusnya"


"Dina pun menghubungi teman Dina tersebut, dan memintanya untuk menjualnya ke Dina. tentu harganya tidaklah murah. karena teman Dina tersebut pernah berhutang jasa ke Dina, jadi dia mau menjualnya dengan harga yg lumayan bisa Dina beli"


"jadi bos mafia itu sangat senang dengan kesepakatan itu dan berjanji akan melupakan kejadian tersebut. selain itu, anak bos mafia itu akan memberikan bantuannya jika suatu saat kami terlibat masalah, sangking senangnya dia mendapatkan action figur tersebut"


"huh, ada juga orang yang rela memburu seseorang hanya demi game dan selesai begitu saja dengan diberi boneka karakter!" ledek kak Rohman sekaligus aneh mau menanggapinya sebagai aksi heroik atau bukan.


"kak Rohman menyukai sepeda BMX, kan?" tanya Dina ingin memberikan contoh dari persepsi lain.


"i..iy..iyaaaa..." jawab kak Rohman berusaha menghindari tatapan istrinya.


"jika kak Rohman tiba-tiba ada orang ingin memberikan salah satu sepeda BMX GT power series cuma-cuma, apakah kak Rohman menolak?" tanya Dina lagi


"tentu saja tidak, meskipun aku punya satu, aku tak akan menolaknya" jawab kak Rohman antusias tak menghiraukan tatapan tajam istrinya


"walau kak Rohman menabung diam-diam selama setahun-dua tahun belum tentu bisa membelinya" lanjutnya. Namun seketika jawaban itu ia sesali saat menyadari istrinya mulai menegakkan badannya.


Dina yang puas dengan jawaban kak Rohman, tersenyum dan menyentuh tangan kak melati untuk mencegahnya memarahi kak Rohman.


"jadi kak Rohman paham kan kenapa anak bos mafia itu sangat senang dan bersedia menolong kami di saat ada masalah. karena selain ia sudah mendapatkan apa yang andika ambil, dia juga mendapatkan 2 item yang hanya orang hebat dan memiliki uang berlimpah yang mampu mendapatkannya. dan itu dia peroleh hanya dengan sedikit mengerahkan anak buah ayahnya untuk mengejar andika"


"dan kau mendapatkan satu lagi tabungan yang bisa kau manfaatkan suatu saat" sambung kak Rohman


"bukan satu, tapi hilang satu tumbuh 2 lagi" jawab Dina mengkoreksi


"satu Dina kehilangan tabungan jasa teman Dina yang di Hongkong. Tapi sebagai gantinya, dina mendapatkan teman yang hebat dalam IT dan visual editing, dan satu bantuan dari anak bos mafia, yang tentu saja Dina g akan minta tolong yang sifatnya kriminal"


"jangan menghitung-hitung perbuatan baik, Din" sela kak melati mengingatkan


"maaf, Dina hanya bercanda, hehehe..." ucap Dina malu atas kata-katanya


"kembali ke penjelasan awal" lanjut Dina


"Dina dan andika sudah mengawasi pelaku setahun belakangan. Dan besar kemungkinan kalau kasus hari ini bukanlah bunuh diri"


"dan jika apa yang Dina perkirakan benar, insyaAllah kita bisa menjeratnya dengan kasus ini dan memperluasnya ketika kita bisa masuk ke sarangnya saat pelaku dibekuk"


Dina terlihat sangat antusias dan percaya diri ketika menyatakannya. kali ini dia yakin bahwa langkahnya sudah sesuai dan menunjukkan jalan terang di hadapannya.