
Bismillah...
Start
.
.
Jantungmu yang berdebar kencang karena Sehun memegang tanganmu itu tak berlangsung lama.
Iya...
Karena setelahnya, kamu ingat jelas bagaimana Sehun mulai menyuruhmu untuk duduk dan menatapku sangat tajam seperti akan menguliti dirimu sampai detik ini.
"Ada yang mau kamu jelasin sama saya?"
Ucap Sehun setelah sangat lama diam
Sementara itu, kamu cuma bisa nunduk dan mainin jari kamu di bawah meja, sumpah ya.. kamu bakal amuk tuh si Rika yang udah beraninya bikin kamu berada di situasi gila kayak gini.
"S-saya.. bingung pak"
Sehun terdengar menghela nafasnya
"Kamu aja bingung kan? Apalagi saya sekarang coba?"
"M-maksud bapak?"
"Ya kamu pikir dong, siapa sebenarnya mahasiswa saya dan siapa yang selama ini ikut kelas saya di kampus.. kenapa juga tiba-tiba waktu saya kasih tugas, bukan mahasiswa saya yang datang tapi malah kamu.. orang yang saya gak kenal sama sekali.."
Ucapan Sehun jelas menohokmu dan Rika.. tapi entah kenapa itu sedikit atau banyak sih, melukai hatimu. Kamu jadi merasa.. tidak berguna? Mungkin...
"Maaf pak"
"Buat apa?"
Kamu diam, iya juga sih.. ngapain minta maaf? Kamu juga bingung kamu kenapa harus minta maaf... Kata-kata itu cuma meluncur aja dari mulut kamu tanpa bisa di rem lagi
"Ya udah lah, saya anggap ini tragedi di mata kuliah saya dan untuk urusan teman kamu itu.. saya yang akan selesaikan. Kamu cukup diam aja, dan gak perlu bicara apapun soal kejadian malam ini. Ngerti?"
"Iya pak.."
Sehun ikut mengangguk sebentar melihatmu mengerti dengan ucapannya... Dia lalu berkata untuk menunggunya sebentar sementara dia kembali pada teman-teman nya.
🌸🌸🌸
"Wehh bro, udah kelar Lo?"
Sehun mengangguk samar dan menyambar kopi yang entah milik siapa yang terdekat dengan tempatnya berdiri
"Woyy kopi gue!"
Teriak jongdae dengan suara nyaringnya.
"Ya elah, minta dikit Hyung"
"Dikit dikit pala Lo! Ini udah abis sekalian bihun!"
Ucap jongdae lagi sambil menggoyangkan gelas kopi miliknya yang sudah kosong
"Hahahah.. kelepasan Hyung, enak soalnya"
Jongdae hanya memutar matanya dan menggeplak lengan Sehun sebagai balasan.
"Oh ya, mahasiswi cantik kita dimana?"
Celetuk Chanyeol sambil dia melihat ke sekelilingnya
"Tuh disana"
"Kok masih disitu? Gak pulang emang tuh bocah?"
Tanya Suho sambil melirik juga ke arahmu dari kejauhan,
"Dia beneran cuma mahasiswa Lo hun? Bukan gebetan atau calon pacar Lo mungkin?"
Celetuk umin dengan senyum jahilnya
"Gak! Gak ada gitu gitu"
"Elehh.. cantik kali tuh dia hun, kalo Lo gak mau.. buat gue aja gimana?"
Kali ini Jongin yang bicara
"Mikir dong Jongin, kamu naklukin cewek yang itu aja masih belum dapet dari dulu. Gaya banget mau nyari yang baru."
Ucap dyo datar
"Mck, elah.. kan namanya juga usaha kali Yo.."
Balas Sehun lagi dan kali ini membuat semuanya tergelak
"Udah deh, kalian berdua.. bihun putih sama bihun coklat tuh dilarang berantem"
Jongin menatap Chanyeol
"Apaan Hyung? Bihun apa?"
"Sehun itu bihun putih nah elo Jongin jadi bihun coklatnya.."
Mendengar itu refleks saja Jongin melihat ke arah Sehun dan akhirnya langsung konek dengan maksud ucapan dari Chanyeol.
"Sialan Lo Hyung! Lo kira gue kulit gue coklat begini gara-gara di kasih kecap apa?"
Kejengkelan Jongin lagi-lagi membuat tawa meledak disana.. sampai akhirnya...
"Ehh.. udah dulu ya, Hyung.. udah kelar kan pembagian tugasnya?"
Tanya Sehun pada umin
"Iya sih, mau ngapain emangnya lo?"
"Tuh, mau nganterin anak curut"
Jawab Sehun asal dan menunjuk ke arahmu.
"Ada gitu curut secantik itu... Wkwkwkwk"
Balas Chanyeol
"Udah ah, gue pamit duluan aja ya"
"Ya udah deh, ati-ati Lo.. jangan sampek lupa batasan Lo. Di kata anak curut juga bisa bikin Lo lupa diri kalo udah malem begini"
Sehun hanya berdehem dan segera meloyor pergi dari sana.
.
.
"Lama ya?"
Kamu yang tengah memainkan ponselmu kini menoleh ke arah Sehun
"Eh.. enggak juga pak"
"Bagus, ayo.."
"Kemana pak?"
Tanya mu yang sekali lagi masih bingung dengan sikap sesuka hati Sehun saat ini.
"Pulanglah"
Kamu ber-oh ria dan mengangguk
"Mck, lama banget sih pake mikir segala. Ayo buruan"
Sekali lagi, Sehun menggandeng tanganmu dan menyeret tubuhmu secara paksa agar mengikuti langkah besarnya
.
"Ayo masuk"
Ucapnya sambil membukakan pintu mobil nya sendiri di bagian kursi penumpang
"Bapak.. mau anterin saya pulang?"
"Iya, buruan masuk"
Ucapnya lagi dan kamu masuk ke dalam mobil dengan perasaan campur aduk tentu saja..
"Kasih tahu dimana alamat rumah kamu. Saya gak tahu"
"Ehm.. iya pak.."
Kamu menyebutkan alamatnya dan Sehun menuliskan itu pada GPS mobilnya. Hingga dia tak perlu banyak bertanya padamu untuk sampai ke tempat tujuan.
Malam itu, ada banyak hal berkecamuk dalam pikiran dan juga hatimu... Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi pertemuan mu dengan Sehun.. yang menurut dosen itu adalah sebuah tragedi karena tugas sialan milik sahabatmu itu membuat jantungmu bergerak tak beraturan dengan segala sikap dingin, ketus, menyebalkan tapi juga.. perhatian? Yang diberikan oleh Sehun malam itu.
.
.
.
CLEAR ONE CHAPTER AGAIN