Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
New Day with You



Bismillah


.


Aku udah di depan


Pesan itu segera membuatmu terhenyak dan seketika itu juga. Kakimu melangkah ke arah pintu depan dan.. voilla!


Sosok seseorang yang kini ada di hadapanmu itu sudah tersenyum cerah tapi tetap dengan wajah datar yang kamu kenal.


Oh Sehun...


Lelaki yang beberapa jam lalu resmi menyatakan perasaanya serta menjadi kekasihmu setelah kamu, dengan bodohnya mengangguk hanya karena melihat sinar di kedua manik matanya yang begitu teduh. Menurutmu...


"Pak.."


Sehun menghela nafas dan segera merangsek masuk tanpa menjawab sapaan mu dan segera duduk di sofa ruang tamu bahkan sebelum kamu mempersilakannya untuk duduk.


"Kenapa belum siap? Jam pertama sama aku kan?"


Ujar Sehun sambil melirik arloji di tangan kirinya dan menyilangkan kaki.


"Masih 2 jam lagi kan sebelum jam masuk. Ini masih pagi banget"


Jawabmu singkat. Ya.  Karena memang benar, kelas di mulai jam 9 pagi dan sekarang? Masih jam 7 pagi kurang bahkan tapi lelaki ini bahkan sudah sangat rapi dan wangi parfumnya sudah menyebar di seluruh apartemen mu juga menyala indera penciumanmu...


Sehun... Lelaki itu kini menghadapkan tubuhnya padamu dan tersenyum.


"Oh iya, saya lupa bilang kalau saya mau numpang sarapan disini sekalian jemput kamu. Udah masak kan? Atau kita beli di luar?"


Degg


Jantungmu mencelos begitu melihat senyum tanpa dosa yang di tunjukkan oleh 'kekasih'mu itu..


halo??? Kamu anak rantau, oke.. kita memang perlu sarapan. Tapi memasak di waktu seperti ini menurutmu?


"Saya gak biasa masak pagi-pagi gini pak. Lagian, saya juga gak terlalu jago masak kok"


Jawabmu lagi


"Bohong, orang baru kemarin mamah bilang kalau kamu yang masak waktu makan malam di rumah saya. Masa sekarang bilang gak bisa masak?"


Kamu menghela nafas berat.


"Ya sekalipun bisa.. ini masih pagi banget pak. Saya gak biasa masak jam segini"


Sehun memicingkan matanya


"Jadi kamu kalau pagi gak sarapan?"


Kamu menggeleng singkat sebagai jawaban.


"Cuma minum susu aja sama roti kalau ada persediaan"


Tambahmu lagi dan kini kamu merasakan langkah besar dosen sekaligus kekasihmu itu mendekat ke arahmu.


"Kamu belum mandi kan?"


Tanya nya setelah keluar penampilanmu saat ini. Dan kamu hanya mengangguk cepat.


"Mandi dulu dan siap-siap. 30 menit, cukup kan?"


"Ha? Apanya?"


"Mandi sama siap-siap 30 menit cukup kan?"


Tanya Sehun lagi.


"O-oh.. iya pak.."


Kamu mengangguk lagi dan segera beranjak dari sana untuk menuju kamar mandi. Tapi...


Grepp


Cupp


Ciuman singkat tapi Sehun masih sempat sedikit mengulum bibir kecilmu itu di daratkan Sehun yang sukses membuat tubuhmu menegang dan melemas sepersekian detik kemudian.


"Jangan panggil saya bapak. Kamu, saya.. aku... Sayang, atau apapun kecuali bapak, om, juga kakek. Paham?"


Suara Sehun yang begitu lembut dan juga tegas di satu waktu seolah menghipnotis dirimu yang hanya bisa mengerjapkan mata dan mengangguk kecil...


"Kalau kamu panggil saya bapak, di luar jam kampus dan di luar lingkungan kampus lagi. Maka..."


Cupp


Kecupan lembut kembali Sehun daratkan di bibirmu.


"Saya gak akan segan buat cium kamu seperti ini tanpa peduli dimana dan siapa yang akan melihat. Oke?"


Sekali lagi, bodohnya dirimu. Tubuhmu hanya merespon dengan anggukan bodoh dan wajah yang masih terlihat begitu terkejut


Ssrrtt


Sehun melepaskan pelukannya dan tersenyum. Membenarkan untaian rambutmu yang terurai indah menutupi kening.


"Sana mandi, saya tunggu disini"


"I-iya.. p.. ehh.. Sehun.."


Kamu memukul kecil bibirmu saat kamu hampir saja mengulang kesalahan dengan memanggil dirinya bapak. Sampai akhirnya kamu berlari dengan sekuat tenaga. Menutupi wajahku yang mulai merona plus jantungmu yang sudah tak karuan dari hadapannya.


"Pantesan aku cinta sama kamu, lucu banget ternyata..hahaha"


Monolog Sehun dengan dirinya sendiri dan segera menelepon delivery makanan untuk sarapan yang di antar langsung ke apartemenmu pagi itu.


.


.


--skiipp--


"Mulai pagi ini dan seterusnya saya mau sarapan disini ya"


Ucap Sehun padamu


"Kenapa? Emang di rumah kamu gak ada makanan?"


Tanya mu lagi sambil memakan paket breakfast yang Sehun beli dari sebuah restoran cepat saji. Lelaki itu kini tinggal menyesap kopi panas nya karena makanannya sudah lenyap terlebih dahulu di banding dirimu.


"Saya kan tinggal di apartemen sendirian, kamu juga. Jadi lebih baik kalau kita sarapan bareng kan?"


Kamu menelan makananmu dengan susah payah dan menatapnya.


"Saya kan bilang, kalau saya gak bisa dan gak biasa masak pagi pagi"


"Biasakan dong, kalau mau jadi istri yang baik buat saya harus belajar dari sekarang."


Matamu membulat..


Apa katanya tadi? Istri???


"Uhuk uhuk uhuk.."


Suara batukmu itu adalah bentuk keterkejutan yang kamu rasakan atas ucapan Sehun. Dan lelaki itu justru tersenyum datar sambil menyodorkan air minum padamu


"Paham kan sayang?"


Ucapnya lagi.


.


One chapter done!