
Bismillah
Start
🌸🌸🌸
Setelah kejadian itu, kamu praktis menjauh dari sosok Sehun secara pribadi. Sebagai mahasiswi, kamu tetap bersikap selayaknya mahasiswa dan dosen pada Sehun.
Tetap mengerjakan tugas, mengikuti kuis, menjawab pertanyaan dan lain sebagainya.
Tapi sebagai pribadi... Tidak!
Kamu langsung keluar begitu Sehun mengatakan bahwa kelas nya berakhir. Tanpa menoleh pada Sehun yang terlihat menatapmu dengan penuh tanda tanya
"(Yn).. hari ini jalan yuk, tugas kan udah kelar semua"
"Jalan kemana?"
"Ke mall apa kafe, terserah deh.. kepala gue rasanya mau pecah nih sama semua tugas. Pusing gue"
Ujar Rika sambil meremat rambutnya
"Oke.. iya deh, yuk.. berangkat sekarang aja biar gak kemaleman."
Rika mengangguk dan menyetujui usulan mu lalu kalian pun beranjak dari kampus menuju tempat parkir dan Sehun melihatnya..
Melihatmu... Dari jauh...
.
--sehun pov--
Udah hampir satu bulan ini, cewek itu mengingat dari gue. Baik secara obrolan apalagi cuma natal mata gue. Bahkan, saat dia lagi jawab kuis yang gue kasih pun dia selalu gak mau liat langsung mata gue.
Gue salah apa sih ya Allah...
Gue udah coba buat inget setiap kejadian sebelum dia mulai ngejauh gue dan gue yakin, seyakin-yakinnya kalau gue gak ada masalah apapun dan gue gak bikin salah apapun sama dia.. tapi kenapa?
Kali ini juga sama
Tepat saat gue bilang kalau kelas udah kelar. Bahkan sebelum gue sempat keluar dari kelas, dia udah duluan keluar dari kelas dan pergi gitu aja... Sebelum gue sempat tanya ada masalah apa sebenarnya.
Ada satu hal yang gue bingung dari diri gue sekarang...
Kenapa gue harus terus kepikiran sama dia dan bingung saat dia ngejauh dari gue kayak sekarang? Siapa dia? Siapa gue? Hubungan kita apaan? Ampun deh
--sehun pov end--
.
Kamu kini terus melihat-lihat semua tempat di mall besar itu tanpa berniat membeli apapun. Bukan karena apa... Tapi uang bulanan mu yang kini mulai menipis, mengharuskan dirimu untuk menahan segala keinginan untuk membeli segala barang yang kamu inginkan
"Lo mau makan dimana?"
Tanya Rika menghancurkan lamunanmu
"Dimana aja deh, gue ngikut"
Rika tersenyum.
"Ya udah yuk, gue traktir deh."
Ujar Rika yang membuatmu menyunggingkan senyum lebar. Sahabatmu itu memang tahu benar bagaimana dirimu
"Beneran nih?"
"Iya udah, buruan.."
Ajak Rika dan langsung kamu setujui
.
--meanwhile--
Tok tok tok tok
"Siapa?"
Grepp
Gadis yang saat itu mencium Sehun secara tiba-tiba kini kembali memeluk Sehun secara tiba-tiba di kampus..
"Apaan sih! Lepas"
Ujar Sehun sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan kuat gadis itu
"Pak.. saya mohon jangan coret saya dari daftar mahasiswa bimbingan bapak.. saya mohon pak"
Pinta gadis yang bernama Mega itu pada Sehun.
"Lepasin!!!"
Teriak Sehun cukup kencang hingga akhirnya Mega melepaskan pelukannya dan menatap Sehun dengan air mata yang berlinang
"Maaf pak.. maafin saya pak.."
Tangis Mega kini semakin kencang
"Kamu mau nya apa sih?"
Tanya Sehun yang kini melihat Mega terus terisak.
"Pak Vincent.. dia gak mau kasih bimbingan ke saya buat skripsi pak.. dia selalu mencoret semua skripsi saya dan gak pernah ada yang benar. Kalau begini terus, saya bisa menunda kelulusan saya pak"
"Terus.. hubungan nya itu sama saya apa?"
"S-saya kan tadinya mahasiswa bapak. Bapak sudah ACC sampai bab 3.. tapi pak Vincent justru menolak semuanya dan meminta saya membuat judul baru dan mulai dari awal lagi pak"
"Dengar Mega, apa yang pak Vincent lakukan itu juga pasti punya alasan yang kuat.. kamu cukup ikuti saja kemauan pak Vincent yang sekarang jadi dosen pembimbing kamu yang baru dan kerjakan. Gak perlu merengek ke saya sampai nangis begini. Kamu kira, kalau kamu nangis ke saya... Terus skripsi kamu secara ajaib bisa langsung jadi gak?"
Jelas Sehun panjang lebar pada Mega yang masih terisak di hadapannya.
"Nih minum.."
Sehun menyerahkan satu gelas Aqua untuk di minum oleh Mega.
"Udah pulang aja sana. Kerjain skripsi kamu daripada nangis disini.."
"Tapi.. pak.. saya.."
Sehun mengernyit
"Apa?"
"Saya.. takut pulang sendirian pak"
Sehun melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 7 malam
"Emang gak bawa kendaraan? Gak ada yang jemput?"
"Gak ada pak.."
Jawab Mega sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Sehun berdecak dan..
"Ya udah, ayo pulang. Saya anterin kamu balik sekarang"
"Beneran pak?"
"Iya udah cepet"
Ujar Sehun dan tanpa di sadari olehnya, Mega kini tersenyum kecil di belakang Sehun
Kamu pikir bisa lepas dari aku gitu aja? Gak akan pernah
.
.
ONE CHAPTER END