Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
Before It



Bismillah


.


"Besok kita jalan-jalan ya. Nginep seminggu gitu atau lebih.." ucap Sehun yang kini duduk di sebelahmu.


"Gak ada jalan lain ya hun? Kamu harus beneran kesana?"


Sehun lagi-lagi menghela nafas dan menatapmu.


"Ini permintaan mamah sama papah. Aku udah minta ini di mundurin sejak 2 tahun yang lalu dengan alasan aku masih mau kerja disini."


"Terus kenapa sekarang kamu mau? Kenapa hun.."


"(Yn).. denger, aku bertahan disini buat kejar karier aku dan aku.. pergi kesana buat kejar masa depan aku. Aku mau jadi orang yang pantas buat kamu nantinya di masa depan.."


Ujar Sehun dan kamu menggeleng


"Kamu yang sekarang aja mustahil banget buat aku gapai hun. Meskipun kita udah kayak gini sekarang, aku ngerasa aku masih belum pantas buat kamu. Apalagi kalau nanti kamu disana dan kita pisah..."


Sehun menunduk, dia tahu ini. Tapi dia tetap teguh pada keputusannya. Ada alasan kuat di balik semua ini selain hanya mengejar masa depan semata. Karena ini juga untuk masa depannya dengan gadis yang kini duduk di hadapannya.


"Kalau kamu tetap mau pergi... Lebih baik, kita udahan aja. Aku gak bisa kalau harus jauh dari kamu di saat kita bahkan barusan jadian. Kamu tahu gak perasaan aku sekarang."


"Enggak, aku mohon.. jangan bilang pisah, aku gak bisa pergi kalau kamu kayak gini (Yn)..."


"Kalau gitu jangan pergi..."


Sehun memeluk (Yn) erat. Bodohnya Sehun yang mengambil keputusan seperti ini.


"Ssttt... Udah, gak usah pikirin itu ya. Nanti aku coba ngomong sama mamah sama papah dulu. Besok kita nginep dan jalan-jalan."


"Gak mau..."


"(Yn)..."


"Kamu kira aku kayak kamu yang gak butuh kuliah?"


Sehun tersenyum


"Aku udah ijinin kamu ke pihak kampus. Soal tugas dan lainnya gak usah khawatir. Ada aku dan Chanyeol yang siap buat bantuin kamu."


"Ih, kamu curang!"


"Hahaha... Itu salah satu keuntungan kalau kamu pacaran sama dosen ganteng kayak aku.."


"Cih! Percuma sama kamu kalau di tinggalin juga."


"Ya Allah (Yn) jangan begitu..."


"Kamu tuh yang jangan begitu."


"Hmm.. tapi ntar anterin aku pulang dulu. Mau ambil baju."


Ucapmu dan Sehun menggeleng kecil


"Gak usah, tidur sini aja. Baju kamu udah aku siapin semuanya. Ada di koper besar tuh di kamar."


Kamu menelan salivamu kasar. Sebenarnya, apa sih yang Sehun rencanakan sampai dia seperti ini? Setelah membuatmu sakit hati, kecewa, marah, terus nangis. Sekarang justru menyiapkan kejutan yang seperti ini padamu.


"Tapi hun..."


"Gak pakai tapi lagi ya sayang, pokoknya kamu tidur sini aja. Aku tidur di sofa sini kok."


Kamu diam tapi tetap melangkahkan kakimu masuk ke dalam kamar Sehun, dan berbaring disana.


.


--skiipp--


"Aduh sayang, mamah kirain kamu gak jadi ikut kesini. Soalnya kata Sehun kalian lagi berantem kemarin."


Ucap mamah Sehun yang menyambut dirimu di villa milik Sehun. Iya, liburan yang Sehun katakan memang ternyata adalah liburan bersama keluarga inti Sehun. Ada ibu, ayah, dan Sehun di villa pribadi keluarga mereka.


"Kita gak berantem kok mah.." jawabmu dan mamah Sehun terkekeh.


"Oh ya? Tapi katanya kamu ngambek ya, gara-gara Sehun mau lanjutin kuliah di luar negeri?" Wajahmu memerah sekarang, bagaimana bisa Sehun menceritakan semua pada sang ibu sih. Kamu kan jadi gak enak hati di depan calon mertua, ehh..


"Hehe, kaget aja Tante.."


Sehun yang di belakangnya mencebikkan bibir nya. "Bohong tuh mah, dia kemarin sampai nangis tahu gara-gara ide mamah minta aku lanjutin kuliah di luar negeri."


Ujar Sehun dan kamu menatap tajam ke arah Sehun yang kini tersenyum bodoh.


"Hahah... Enggak kok sayang, Sehun tuh gak mau kuliah di luar negeri. Cuma mau gantiin posisi ayahnya aja di perusahaan. Kalau urusan kuliah itu sih, ancaman aja biar dia cepat punya pacar. Sekarang kan udah ada kamu, jadi ya gak usah jauh jauh kesana. Iya kan?"


Kamu menganga mendengar penjelasan mamah Sehun dan mengerjapkan matamu.


Perasaanmu rasanya campur aduk, antara bahagia dan bingung. Sebenarnya Sehun benar akan pergi atau tidak sih?


Tapi lamunanmu buyar saat kekasihmu itu tiba-tiba muncul dengan senyum teduhnya.


"Masuk dulu.. nanti aku jelasin semuanya yang lebih detail, sekalian mamah sama papah juga bakal jelasin ke kamu.."


Ucapnya dan kamu mengikuti langkahnya ke dalam rumah


.


ONE CHAPTER DONE!


part ini no feel banget