
Bismillah
Start
🌸🌸🌸
Sehun mengantarkan Mega sampai ke rumah gadis itu. Tapi di tengah perjalanan mereka, junmyeon menelepon Sehun untuk mampir ke sebuah kafe untuk membahas pesta pertunangan minseok yang akan di gelar minggu depan.
"Kamu naik grab atau gojek aja gimana? Soalnya saya ada urusan"
Mega berdecak kecil, dia harus membuat Sehun mengantarkan nya bagaimanapun caranya
"Hiks.. tolong pak.. saya takut kalau pulang sendirian, saya.. gak pernah naik kendaraan umum sebelumnya"
Ucap Mega sambil terus menangis
"Astaga, ini tuh angkutan online. Kamu gak update soal begini ya? Kamu gak akan capek kok.. saya pesenin yang mobil deh kalau kamu emang gak mau naik motor"
Ujar Sehun sambil terus melirik arlojinya
"Gak usah pak, saya pulang sendiri aja. Dari sini udah lumayan deket kok. Bapak pulang aja sekarang"
Jawab Mega dengan masih terisak dan mau tidak mau.. karena rasa tidak enak yang menjalar di hatinya sekarang.. Sehun akhirnya mengantarkan Mega sampai ke rumahnya
.
.
"Rumah kamu disini?"
Tanya Sehun
"Iya pak.. masuk dulu.."
"Gak usah, saya mau langsung pulang aja. Udah malam"
Ucap Sehun dan Mega mengangguk, tapi kemudian...
Cupp
Mega menarik kedua lengan Sehun dan menahan tengkuk lelaki itu sebelum akhirnya melumat bibir Sehun ganas. Membuka secara paksa kemeja Sehun dan juga dirinya dengan merobek bagian kancingnya
"Ssshhh..."
Suara desisan Mega kini terdengar dan Sehun berusaha keras melepaskan ciuman itu.. sampai...
BRAKK..
"Kamu apa-apaan!!"
Teriak Sehun yang melihat kondisi Mega yang berantakan. Lipstik merahnya yang sudah pudar di tambah kemejanya yang sudah tak beraturan bentuknya itu
"Bapak harus mau jadi dosen pembimbing saya lagi, atau saya akan katakan pada semua orang termasuk pihak kampus kalau bapak sudah mencoba memperkosa saya"
Ujar Mega dan mengambil ponselnya untuk memotret Sehun dan dirinya secara tiba-tiba
"Apa?!! Kamu gila!!!"
"Bapak tinggal pilih, mau nama bapak tercemar dengan tetap menolak saya sebagai mahasiswi bimbingan bapak.. atau menerima saya kembali sebagai mahasiswi bimbingan bapak"
"Kamu mengancam saya?!!"
"Iya!"
Teriak Mega lagi
"Keluar kamu dari mobil saya!!"
Teriak Sehun balik
"Bapak silahkan pikirkan penawaran saya.. saya tunggu sampai besok malam, kalau bapak tidak menjawab apapun.. saya anggap bapak menolak tawaran saya dan segera bersiap untuk tuduhan ini"
Ujar Mega sebelum akhirnya pergi dari mobil sehun.
BRAKK!!!
"Sialan!!! Brengsek!!!"
Geram Sehun sambil memukul kemudi mobilnya.
.
.
--skiipp--
"Lo ada apa sih sama pak Sehun?"
Tanya Rika sambil menyesap jus buahnya.
"Maksud Lo?"
"Mck, Lo gak usah sok gak ngerti ya.. gue tahu betul kalau Lo ada sesuatu sama pak Sehun selama ini"
"Lo menghindar dari pak Sehun kan? Gue liat semua (Yn).. gue tahu gimana Lo akhir akhir ini"
Kamu pun berdecak...
"Gue jijik inget pak Sehun ciuman sama cewek pagi itu ka.. tiap gue liat dia, gue selalu kebayang kejadian gila itu dan itu bikin gue merinding bahkan jijik banget sama dia.."
Terangmu agar Rika tak curiga
"Oh.. soal itu, kirain kenapa... Iya sih, gue juga masih inget tuh soal itu. Tapi ya udah sih, itu urusan dia juga. Lagian siapa tahu emang mereka pacaran kan?"
Ujar Rika dan kamu hanya bisa mengangguk kecil
.
.
--meanwhile--
Sehun meremas rambutnya frustasi, dia terus menggerakkan kesal dan menghubungi seseorang.
'tuutt tuutt'
"Halo bang, Lo dimana?"
"Mau ke kafe.. kumpul sama anak anak. Kenapa?"
"Gue butuh Lo bang, sekarang. Tanpa yang lain dulu.. gue mohon"
Ucapan Sehun yang setengah memohon membuat orang di seberang sana mengernyitkan keningnya
"Lo kenapa? Baik-baik aja kan?"
"Enggak, gue gak baik bang. Gue butuh bantuan Lo.. gue mohon"
Dyo yang tadinya sedang mengemudikan mobilnya menuju ke kafe tempat mereka berkumpul kini mulai memutar balik kemudinya
"Lo dimana? Gue susul"
"Apartemen.."
"Oke, Lo tenang dulu. Gue kesana sekarang"
Ujar dyo dan mulai menginjak pedal gas nya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Sehun.
.
Di tempat lain.. kamu yang tengah ke toilet di kafe itu mendengar suara orang berbicara entah siapa itu.
"Gue udah cium dia dua kali.."
"..."
"Mck, yang pertama itu di kampus. Lo tahu gak.. apa yang gue dapet? Gue di pindah dosen pembimbing dari pak Sehun ke pak Vincent.. si tua bangkitan yang nyebelin itu."
"..."
"Iya gue tahu, udah gue lakuin barusan... Gue juga udah ancam dia, kalau dia gak mau dianggap sebagai dosen mesum dan tukang perkosa cewek.. ya dia harus tarik gue lagi jadi mahasiswa bimbingannya."
"..."
"Siapa maksud Lo? Pak Sehun? Dia sih keliatannya marah banget, tapi apa boleh buat.. gue rasa.. gue bakal menang kali ini. Karena gue udah ambil bukti dirinya pake hp gue tadi"
.
Percakapan itu...
Kamu mengerti bahwa Sehun yang di maksud adalah Sehun yang kamu kenal.. sampai akhirnya...
Cklek
Drap drap drap
Bugghh!!
Plung!
Byuurr
"Astaga!!! Heh!! Lo gila ya?"
"Eh.. sorry.. gue gak sengaja, yah.. kepencet flush nya.. gimana dong?'
.
.
.
ONE CHAPTER END