
Bismillah
.
"Stop! Stop disini aja"
Sergahmu begitu sampai ke sebuah halte yang berada di dekat kampus. Tempatmu biasa menunggu bus untuk pulang dan berangkat ke kampusmu.
Ckiiitttt!!
"Kamu ngapain sih?! Mau mati ya?"
Teriak Sehun yang sebelah tangannya sudah menahan tubuhmu agar tak terhantam dashboard mobilnya.
"M-maaf."
Cicitmu sambil menunduk menahan air mata. Sial! Sepertinya tanggal menuju hari merahmu sudah sangat dekat, sampai sampai perasaanmu dengan mudahnya terombang-ambing seperti ini.
"Astaghfirullah.. maaf, maaf banget. Maaf aku udah bentak kamu"
Ujar Sehun yang seolah tersadar bahwa nada bicaranya sudah sangat meninggi padamu tadi
"Maaf.. aku.. gak sengaja"
Ucapmu menahan isakan. Sehun terdengar menghela nafas cukup keras dan panjang hingga membuatmu tak bisa lagi menahan tangis.
"Ssttt.. udah udah, saya yang minta maaf. Maaf ya.. "
Ucap Sehun lagi sambil menarikmu ke dalam pelukannya.
"Maaf..."
"Iya, saya juga minta maaf udah bentak kamu. Saya cuma kaget aja tadi kamu tiba-tiba teriak begitu.."
.
Setelah tenang kamu mengusap air matamu dengan sapu tangan milik Sehun yang tadi di sodorkan oleh lelaki itu padamu.
"Jadi.. tadi kamu kenapa harus minta berhenti disini?"
Tanya Sehun padamu.
"Bukannya apa-apa tapi... Hubungan kita, maksudnya.. kita kan pacaran mendadak jadi aku rasa aneh aja kalau tiba-tiba kita datang bareng satu mobil ke kampus. Kalau nanti temen temen aku liat gimana coba?"
Ujarmu yang kemudian membuat Sehun seperti sedang berpikir sejenak.
"Hmm.. kamu mau kita backstreet dari temen-temen kamu?"
"Gimana ya.. kamu, marah?"
Sehun terdiam
"Bukan marah sih, tapi.. aneh aja. Kan yang pacaran kita.. soal orang lain gimana sama hubungan kita juga gak masalah kan"
"Iya saya tahu. Tapi kan, gimana ya pak. Bapak kan tahu kalau kita sebelumnya gak pernah dekat. Aneh aja kalau tiba-tiba gakmada angin dan hujan, kita udah jadian terus keliatan sama orang-orang..."
Sehun menatapmu lekat
"Kamu panggil saya bapak lagi"
Ujar Sehun
"Duh, pak.. ini udah masuk lingkungan kampus. Jadi gak masalah kalau saya panggil kamu dengan sebutan bapak."
Sergahmu.
"Oke oke.. saya ngerti. Jadi kamu mau turun disini dan jalan kaki sampai kampus?"
Ujar Sehun lagi
"Iya gitu. Gak apa kan? Lagian tinggal nyebrang aja terus jalan sampai kelas..."
"Gak capek?"
Kamu menggeleng cepat
Sehun tersenyum begitu teduh dengan matanya yang menyipit dan hampir hilang.
"Oke, aku percaya sama kamu. Turun aja sekarang biar gak terlambat. Jangan buru-buru nyebrang jalannya dan pakai aja liftnya. Jangan naik tangga, nanti kamu capek"
Kamu balas tersenyum dan mengacungkan dua jempol pada Sehun lalu mengangguk kecil. Melepaskan sabuk pengaman dari tubuhmu dan berbalik keluar dari mobil Sehun untuk menyebrang memasuki kampusmu.
Sementara itu, Sehun melihat pergerakan dirimu dari balik kaca spion. Memastikan bahwa kau baik-baik saja dan menyeberang jalan dengan benar sebelum akhirnya melajukan mobilnya menuju parkiran kampus yang tak jauh dari sana.
.
--skiipp--
"(Yn)!!"
Rika.. sahabatmu itu memanggilmu dan berlari ke arah dirimu sambil tersenyum lebar.
"Gak usah lari-lari jeng, Lo kayak lagi mau lari dari kenyataan aja. Kenceng amat!"
Ucapmu yang melihat Rika sudah terengah-engah.
"Enak aja Lo njeplak! Lo tuh lari dari mantan Lo sana, biar move on!"
Teriaknya sambil menghela nafas berkali-kali.
"Sialan, masih aja dibahas sih. Udah lama itu. Gue juga udah lupa kali"
Ucapmu
"Helehh, bohong amat sih. Tuh ya, mantan Lo keliatan nya mulai nyesel dulu ninggalin Lo sana cewek lain"
Kamu berdecak
"Bodo amat, gue gak mau mikirin itu. Ayo ah, udah mau masuk nih"
Rika tersenyum dan merangkul pundakmu.
"Ehh, gue udah jadian dong sama dia.."
Bisik Rika sambil tersenyum kecil
"Ha? Lo sama siapa?"
"Mck, itu lho.. masa Lo lupa sih. Mantan ketua BEM"
"Ah, serius Lo?!"
Teriakmu tak percaya.
"Serius lah, nih liat.. dia kasih gue cincin waktu nembak kemarin.. romantis abis kan? Lo bakalan meleleh deh kalo denger dia bilang apa sama gue malam itu"
Cerita Rika sambil masuk ke dalam lift masih dengan menggamit erat lenganmu.
Kamu tersenyum sekilas karena cerita Rika mengingatkan dirimu dengan kejadian mu bersama Sehun malam itu.
"Heh!! Lo dengerin gue gak sih, kok malah senyum senyum sendiri sih Lo?! Gila ya?"
Ujar Rika sambil memeluk keras pundakmu.
"Aduh!! Sakit tahu!"
"Ya lagian sih lo senyum senyum kayak orang gila gitu"
"Gue cuma lagi mikir aja sih ya, kok bisa tuh ketua BEM mau sama cewek kayak Lo gini??"
"Setan emang Lo!"
Ujar Rika dan membuatmu terkekeh geli mendengarnya.
.
ONE CHAPTER DONE!