Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
Kling!



Bismillah


.


Ini hari pertama kamu mengikuti kelas Sehun sebagai.. uhm.. kekasihnya.


Dan.. yah, bisa dipastikan hatimu kini sudah sangat gelisah, jantungmu berdetak tak beraturan dan pikiranmu melayang entah kemana. Sampai-sampai tubuhmu bergerak gelisah di tempat duduk dan terus saja membolak balik binder yang biasa kamu gunakan untuk mencatat materi kuliah itu tanpa aturan.


"Heh!!"


Rika menyenggol lenganmu hingga dirimu tersentak.


"Apa.."


"Lo tuh kenapa, daritadi grusak grusuk aja. Gak tenang banget kayaknya"


"Enggak, gue biasa aja kok"


Rika berdecih pelan


"Lo takut sama pak Sehun? Takut dihukum Lo?"


Kamu hanya mengangguk singkat dan Rika terkekeh


"Kalo Lo di hukum sama dia, Lo lawan aja. Tinggal lo--"


Cklek


Suara pintu kelas di buka dan Sehun muncul dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya. Dia sekilas melirik ke arahmu tapi tetap dengan wajahnya yang datar. Kamu sendiri? Langsung terkesiap dan membenarkan posisi dudukmu saat itu.


"Pagi!"


"Pagi pak.."


"Seperti biasa, absensi dulu.."


Sehun menyerahkan map absensi agar masing-masing mahasiswa membubuhkan tanda tangan yang menunjukkan kehadiran mereka di kelas Sehun. Tapi jangan sampai kamu berani untuk TA alias titip absen di kelas seorang oh Sehun karena lelaki pucat itu hafal betul nama dan wajah semua mahasiswanya.


"Jadi, materi saat ini melanjutkan yang kemarin ya. Silahkan buka modul kalian dan catat rumus yang saya tuliskan di papan"


"Baik pak.."


Yup..


Seperti biasa, memang seperti itulah Sehun saat mengajar. Tegas, datar, tanpa ekspresi berarti dan begitu jelas. Bahkan sampai kamu terkadang merinding sendiri membayangkan bagaimana sifat Sehun sebenarnya dulu..


Sehun menjelaskan materi itu dengan lancar, tanpa cela dan menurutmu sangat mudah dipahami dengan banyaknya rumus singkat dan praktis yang sering di berikan oleh dosen itu.


Tapi kali ini..


Otakmu sepertinya tak sejalan seperti biasanya, setiap gerakan tubuh Sehun yang berdiri di depan papan tulis terasa seperti begitu menarik perhatianmu jauh melebihi rumus yang sedang dia catatkan. Bahkan matamu mengikuti gerakan tangannya yang tengah memainkan spidol nya di permukaan papan tulis itu tanpa henti.


Grrttt..


"Aduh!!"


Teriak mu saat Rika menyenggol lagi lenganmu cukup keras hingga lenganmu yang di gunakan bruk menopang dagu dan menatap lekat Sehun kini terjatuh


"Ada apa, (Yn)?"


Tanya Sehun yang langsung berbalik dan menatap langsung ke arahmu.


"Ehh.. enggak, bukan pak. Anu itu.."


"Bicara yang jelas!"


"Uhm.. maaf pak, maksudnya tadi tangan saya kesenggol gak sengaja"


Ucapmu dan menunduk


"Ya sudah, lanjutkan mencatatnya. Setelah ini, buku catatan kalian dikumpulkan. Saya mau lihat, bagaimana kalian memperhatikan mata kuliah saya selama ini"


Ucap Sehun dan membuat suara kelas menjadi riuh seketika. Ya.. apalagi? Ini bukan SMA, tapi Sehun terkadang atau seringnya.. memperlakukan mahasiswa seperti anak SMA. Seperti saat ini.


.


"Lo daritadi gak konsentrasi banget sih di kelas pak Sehun, tumben"


Tanya Rika sambil menyesap lemon tes yang dia beli di kantin


"Hah? Enggak ah, gue biasa aja."


"Yakin Lo?"


Kamu mengangguk kecil dan menatap layar ponselmu dalam diam. Tak ada pesan apapun yang sejenis kirimkan untukmu setelah kejadian tadi di kelas.


.


--meanwhile--


"Hahh!!"


Suara keras Sehun membuat beberapa dosen melihat ke arahnya.


"Kenapa pak?"


"Gak papa kok Bu, biasa.."


Jawab Sehun pada Bu Indri yang memang salah satu dosen senior disana.


"Oh, ya udah. Saya ngajar dulu pak. Mari.."


"Oh iya Bu.."


Sehun tersenyum kecil dan kembali diam. Wajahnya di usap kecil dan pandangannya menerawang mengingat tadi saat di kelasnya itu.


Tangannya kini terulur mengambil bindermu dan membukanya, membaca setiap halaman yang ada dengan seksama dan tersenyum kecil setelahnya.


"Kamu rapih banget"


Gumam Sehun sambil jari telunjuknya mengikuti alur tulisanmu di kertas itu. Sampai dia menemukan beberapa catatan yang bertuliskan kata-kata lucu. Yang mungkin, kamu tulis saat kamu sedang suntuk kala itu


Ngantuk...


Astaghfirullah tugas lagi..


Otak gue ngebul beneran nih


Dosen ganteng tapi datar


Senyum dikit kek, kaku amat kayak kanebo kering


Capek tapi tugas numpuk


Kaki gue...


Halo? Hai...


Shsheuebdjehsj


Mumet


Dan masih banyak lagi catatan kecil yang terselip di bindermu itu.


"Maafin aku tadi ya.."


Gumam Sehun lagi dan dia mengirimkan sebuah pesan.. padamu...


Kita pulang bareng ya, jangan pulang duluan dan tunggu aku di DPR kayak biasanya.


Sehun kembali menghembuskan nafasnya perlahan.


.


.


ONE CHAPTER DONE!