Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
Be Mine Again, Please....



Bismillahirrahmanirrahim


.


Kamu menghempaskan tubuhmu ke ranjang kamar. Setelah mengucapkan kalau kamu menolak ajakannya untuk pacaran lagi


Kalau ditanya apakah kamu masih sayang sama dia, jawabannya pasti masih. Banget malah. Kalo enggak, gak mungkin kamu nangis kayak orang gila tadi di ruangan dosen datar itu kan, sampe di tenangin pak Chanyeol dan bikin masalah sama Sehun makin lebar kayak tadi


Tapi kamu juga bukan cewek gampangan yang langsung balik ke pelukan cowok yang udah anggap kamu sebelah mata kayak Sehun. Cukup di cium sama peluk doang langsung luluh lagi. Dimana harga diri kamu sebagai cewek? Gitulah kira-kira pikiran kamu tadi. Plus, kamu juga pengen tahu. Sejauh apa Sehun butuh kamu dan pengen kamu di samping dia.


Cuma omongan doang atau emang dia beneran butuhin kamu. Sayang kamu, cinta kamu, kangen kamu, ya gitu lah intinya. Kamu pengen tahu. Makanya kamu putusin buat gak terima dia langsung bahkan setelah tadi dia mohon buat balik sama kamu


Ddrrtt


Sebuah pesan masuk ke ponselmu.


Sehun


Aku masih menunggu kamu dan gak akan capek buat nungguin kamu terus sampai kapanpun.


Kamu tak membalas pesannya. Rasanya kepalamu pening, kamu lelah dengan semua yang terjadi hari ini. Rasanya lelah dan kamu akhirnya tertidur tanpa perlu menunggu lama.


.....


"Pak Sehun?!" Matamu membolak-balik melihat sosok Sehun yang kini berdiri tepat di hadapanmu dengan satu kantung kresek berisi dua bungkus bubur ayam yang masih hangat. Oh, jangan lupakan dengan senyum manis yang menghiasi wajah tampannya.


"Pagi... Ayo sarapan," ucap Sehun dan segera masuk tanpa menunggu mu mempersilahkannya masuk. Dia segera menuju dapur seolah ini adalah tempat tinggalnya sendiri dan mengambil piring lalu menaruh bubur itu di tempatnya.


"Sendok kamu simpen dimana?" Tanyanya sambil membuka satu per satu lemari dapur.


"D-di bawah." Jawabmu dan Sehun menunduk, mengambil sendok lalu segera menaruhnya di piring. Membawanya ke meja makan dan menariknya duduk disana.


.....


"Sehun..." Panggilmu.


Sehun menghentikan makannya dan menatapmu. "Aku udah lama gak sarapan seenak ini. Kamu tahu gak kenapa?" Tanya Sehun balik dan kamu menggeleng.


Sehun tertawa dan kembali menyiapkan buburnya. "Karena gak ada kamu di sini. Gak ada yang tanya aku udah sarapan atau belum, gak ada yang bisa aku ajakin sarapan bareng kecuali bang Chanyeol." Jawabnya.


"Gak usah sok ngomong gitu. Kamu bahkan tambah gemuk setelah kita putus." Jawabmu tenang.


Sehun kini mengernyit. "Emang kita udah putus ya?" Tanya Sehun lagi.


"Ya iya lah, kamu pikir kita masih pacaran sekarang? Setelah semuanya dan kamu masih anggep aku pacar kamu, gitu?" Jawabmu.


Sehun menggeleng, "enggak sih, aku juga gak anggep kamu jadi pacar aku lagi kok." Dan seketika tenggorokanmu rasanya tercekat, kamu yang tidak ingin di akui tapi saat kamu mendengar Sehun juga tidak mengakuimu, rasanya sakit sekali.


"Tuh kan, kamu aja gitu."


Sehun terkekeh. "Aku belum kelar ngomong, jangan suka motong omongan orang gitu dong." Ucap Sehun. "Aku emang gak pernah anggep kamu pacar lagi, tapi anggap kamu jadi calon istri aku. Aku yakin, kamu pasti udah denger semuanya dari bang Chanyeol kan kemarin?"


Kamu terdiam. Kamu pikir, Chanyeol cuma bergurau. Tapi nyatanya...


"Kamu mungkin anggap aku brengsek karena udah bikin kamu kecewa dan sesakit itu. Tapi aku beneran sayang sama kamu. Aku gak ada maksud buat nyakitin kamu sama sekali." Sehun menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Aku tahu, kamu masih sayang sama aku. Kamu gak perlu jawab apapun karena aku udah liat semuanya. Makanya aku bilang, aku bakal nunggu sampai kamu siap buat terima aku lagi. Kita mulai semuanya dari awal lagi, bukan dengan kebohongan atau apapun yang buat kamu sakit hati. Kita mulai dari awal. Kamu dan aku." Jelas Sehun dan akhirnya kamu kembali menangis.


.....


One chapter done!